Pemilu 2009 itu Pemilu Superketat ?
KPU kini tengah mengkaji beberapa alternatif untuk memangkas biaya penyelenggaraan pemilu 2009. Dalam tempo persiapan yang relatif pendek, KPU dituntut untuk mensukseskan pemilu 2009, serta tidak mengulangi kelemahan dan kesalahan penyelenggaraan pemilu-pemilu terdahulu sebelumnya.
Pengamanan superketat tengah dilakukan. Maklum, pemilu sebelumnya, konon diwarnai beberapa kecurangan, antara lain dengan banyaknya pemilih ber-KTP ganda, data kependudukan tidak akurat, administrasi kependudukan yang masih carut marut dan masih perlunya pemutakhiran data.
Idealnya sih, KPU meminta Departemen Dalam Negeri memperbaiki system administrasi sebelum pemilu, dan merealisasikan nomor identitas tunggal (single identification number) dan pemutakhiran data oleh KPU sendiri. Lapis pengaman lain yang bisa dipakai adalah memilih kertas suara (HVS 80 gram) berpengaman khusus,
Kebijakan yang jelas; standar operasional prosedur penyelenggaraan pemilu yang jelas mulai dari equipment pendukung hingga pengumpulan hasil suara; pemantauan / monitoring oleh lembaga kredibel independent; panitia penyelenggara pemilu yang jujur, kompeten dan tegas; adanya dukungan IT yang memadai, serta dukungan dari aparat keamanan, kiranya akan semakin meningkatkan kredibilitas Indonesia bahwa Indonesia adalah Negara yang paling maju, paling aman dan paling sukses di dunia dalam penyelenggaraan pesta demokrasinya.
Namun seketat apapun rencana Pemilu 2009, Branch Manager hingga pimpinan perusahaan tetaplah wajib siap-siap dan tetap waspada sebagaimana yang telah ditetapkan dalam Bussiness Continuity Plan (BCP) Riot. Karena logika politik punya “warna dan gaya tersendiri” yang bisa berdampak pada operasional bisnis perusahaan.
Merdeka !!!