Halaman Utama


Paradigma Baru Security-Ritel

Pengawasan dan pengamanan Unit Kerja bisnis haruslah sesuai dengan tuntutan pelayanan pelanggan yang semakin peka, penuh pilihan dan menghendaki layanan yang cepat. Untuk itu anggapan bahwa pengamanan Unit Kerja bisnis itu haruslah ketat dengan jumlah personil security-nya yang banyak, dijaga selama 24 jam penuh, dan mengandalkan teknologi tinggi, bisa jadi adalah paradigma lama ke-security-an.

Bila pendekatan keamanan yang lama ini dipakai, tentu diperlukan jumlah personil Unit Kerja bisnis yang cukup banyak untuk mengamankan Unit Kerja bisnis (harus ada di setiap pintu Unit Kerja bisnis, loading dock maupun pintu karyawan) hingga pengamanan piket malam (3 shift). Dampaknya : kesan (image) customer kepada Unit Kerja bisnis jadilah tidak aman dan tidak nyaman, selain biaya operasional jadi tinggi dan produktivitas personil security itu sendiri jadi rendah adanya.

Untuk itu, sudah selayaknya profil seorang security sekarang ini diangkat ke permukaan. Seperti tidak menonjolkan “otot kawat, tulang baja” dan kesangaran saja. Itu hanyalah pandangan kuno  ke-security-an. Jaman sudah berubah. Sekarang ini seorang security dituntut selain dapat memenuhi syarat fisik (tinggi dan berat badan yang standar, atletis, gesit dan bugar), juga harus nampak intelek dan siap melindungi dan melayani, dengan penuh empatik. Berwibawa, smart, dan bukan untuk ditakutin.

Senyatanya kita harus menempatkan bahwa setiap karyawan Perusahaan adalah “security”, dari jabatan tertinggi sampai dengan jabatan terendah.  Untuk itu harus dilakukan dan diberikan pemahaman dan keterampilan kepada seluruh karyawan untuk mencapai keadaan ini. Pendekatan ini, akan jauh lebih efektif dan realistis. Unit Kerja bisnis membutuhkan Manajemen Pengamanan Terpadu yang melibatkan semua karyawan, sistem internal dan eksternal yang efektif, serta koordinasi aparat untuk mengamankan semua aset yang ada didalamnya.

Bila seluruh karyawan di Perusahaan adalah “security”, maka tugas seorang Security akan dimudahkan, dan hanya berfokus pada faktor-faktor sensitif dan jobdesk pengamanan (pencegahan dan pengawasan) Unit Kerja bisnis.

One Response to “Paradigma Baru Security-Ritel”

  1. arieswan Says:

    Apa yang dituangkan dalam tulisan diatas menurut saya adalah semua yang harus siap dihadapi oleh personal sebagai petugas security dan secara keseluruhan sebagai sebuah menejemen perusahaan. Tetapi jangan lupa bahwa sekarang ini tugas security tidak hanya dititik beratkan kepada penampilan dan tindakan, tetapi juga harus memperhatikan adalah Administrasi Security (istilah yang biasa saya gunakan dalam pekerjaan saya),

    Dalam administrasi security yang harus dikerjakan adalah :
    1. Formulir-formulir kerja yang sesuai dengan kebutuhan tugas jaga, patroli, dan laporan kerja
    2. Panel data dari situasi dan kondisi objek pengamanan.
    3. Panel data grafik kerja
    4. Panel data Emergency Response dan perngkatnya.
    5. Panel data atensi atas pekerjaan.
    6. Panel data alur pelaporan dan tindakan terhadap sebuah kejadian.
    7. Tata cara pembuatan laporan kerja manual dan komputer.

    Administrasi Security diperlukan karena dalam penanganan sebuah kejadian yang diperlukan tidak hanya saksi tetapi juga bukti. Jadi kerja security pada saat sekarang secara administrasi tidak hanya terpaut kepada buku mutasi jaga saja. Demikian terima kasih.

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.