Halaman Utama


Perampok Jalanan Selalu Mengintai Wanita

Perampokan di jalanan kini semakin frekwentif dengan modus yang kian beragam. Berbagai cara digunakan. Tak segan korban dilukai bahkan dibunuh. Kejadian perampokan atau pemerasan di jalan raya pernah terjadi di Bandung, Puncak Cianjur, Jakarta (Jl. Dr. Satrio Setia Budi, Jl Raya Pondok Indah, Jl. Casablanca, Jl Buncit Raya), Tangerang (Jl. Cireundeu Ciputat), Bekasi maupun Depok.

Sebelum beraksi, komplotan sudah menentukan titik operasi di tempat yang relatif sepi.

SASARAN :

Mayoritas kelompok perampok memilih korbannya kaum perempuan pengendara mobil, karyawati, mahasiswi, ibu rumah tangga, atau pengusaha.

MODUS :

1. Umumnya diberhentikan dengan cara menakut-nakuti seakan-akan terjadi sesuatu pada kendaraan korban. Semisal ban kempes, dari kendaraan keluar asap atau api, atau menyenggol orang yang mengakibatkan korban.

2. Dilempar telur dengan harapan korban akan menggunakan wiper untuk menghapus telur dan seluruh permukaan akan menjadi gelap tertutup telur.

3. Menyalip dari kanan dan memukul body kendaraan untuk menimbulkan kaget pada korban dengan diiringi makian, suruh berhenti dan memberitahukan sambil membentak-bentak bahwa mobil korban telah menyenggol atau menabrak orang / kendaraan.

4. Menabrakkan diri dan kemudian pura-pura jatuh tersungkur. Tumbukan badannya biasa saja, namun ia akan memukul / membantingkan tangannya ke body mobil untuk menimbulkan efek dentuman tumbukan yang dramatis bagi orang-orang sekitar.

5. Menyebar ranjau paku jauh sebelum daerah/jalan yang sunyi.

Saat korban turun dari mobil :

1. Salah seorang pelaku mengalihkan perhatian dengan cara mengajak ngobrol korban, sementara pelaku lainnya mengambil barang-barang. Pelaku ini dengan cepat mengambil barang-barang di mobil lewat pintu kiri atau belakang.

2. Modus lain, korban dikerumuni beberapa orang yang menggunakan sepeda motor yang posisinya mengepung korban.

TIPS MENGHINDARI PERAMPOKAN DI JALAN RAYA ini, kiranya dapat bermanfaat adanya :

1.  Kelola waktu Anda. Perkirakan seluruh kegiatan Anda tidak melebihi pukul 9 malam. Beritahukan posisi Anda terakhir saat diperkirakan pulang melebihi pukul 9 malam.

2. Sebelum kendaraan berjalan, selalu periksa pintu kaca dan kaca jendela agar dalam keadaan tertutup rapat dan terkunci rapat.

3. Waspadai dan catat nomor polisi (atau catat dalam ingatan) kendaraan yang Anda curigai.

4. Bila ada kejutan didalam perjalanan apa pun itu, jangan berhenti di tempat yang sepi. Bila di paksa diberhentikan tempat yang sepi, jangan buka kaca atau pun pintu. Upayakan hanya berhenti di pos atau kantor polisi, pos satpam perkantoran, ruko, tempat parkir, atau bengkel yang ramai.

5. Bila kendaraan Anda di lempar pakai telur,  jangan hapus kaca depan dengan wiper. Teruslah berjalan dengan menggunakan celah-celah yang tersisa untuk berhenti di tempat yang ramai. Begitu pula bila ban mobil Anda kempis seketika, teruslah jalan sampai Anda menemukan tempat yang benar-benar ramai.

6. Siagakan hanphone untuk menghubungi layanan darurat polisi. Hubungi 112, atau layanan pesan singkat 1717 atau Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya 021-5276004. Set up juga nomor layanan darurat polisi bila Anda diluar DKI sesuai nomor layanan darurat Polda di mana Anda berada.

7. Awali, selalu dan akhiri perjalanan Anda dengan doa.

Waspadalah, waspadalah, waspadalah !!

Sumber : Tips Menghindari Perampokan di Jalan Raya, Kompas,  18-01-08, dan berbagai sumber.

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.