Halaman Utama


Palsu Sana, Palsu Sini, Palsu Dimana-mana

Di negara ini, cukup banyak hal palsu, dipalsukan, memalsukan dan kepalsuan… Hingga orang awam jadi bingung, mana yang palsu dan mana yang tak palsu, sungguh makin sulit dibedakan karena makin canggihnya modus dan teknologi kepalsuan.

Absensi palsu karena diabsensikan, atau koreksi absensi yang palsu. Arca palsu.

Bahan bakar pesawat palsu (dioplos dengan air), Baju merk palsu, Balsam palsu, Ban impor palsu, Bank palsu, Baso palsu (berformalin, berdaging tikus), Bedak bayi palsu, Beras palsu (oplosan, pakai pemutih), Buku palsu (bajakan) Buku Uji Kelayakan Kendaraan palsu.

Cabe rawit palsu (dioplos cabai rawit busuk & cabai rawit hijau), CD palsu (bajakan), Cinta palsu (dan selingkuh….), Cukai palsu.

Daging ayam palsu (tiren = mati kemaren, berformalin, dioplos dengan daging kadaluarsa), Daging sapi palsu (glonggongan, direndam darah & berformalin, atau dioplos dengan daging babi), Data palsu (manipulasi data), Dokter palsu, Dokumen Calon Haji palsu (Dokumen palsu), Dukun palsu, Duren manis palsu (disuntik air durian dengan pemanis buatan), DVD palsu (bajakan).

Emas palsu (disepuh seperti emas atau karat palsu).

Foto palsu (rekayasa digital, atau penggunaan foto lain yang tak sesuai fakta).

Gelar palsu. Gorengan Crispy (renyah) yang palsu (pada pisang goreng, ubi goreng, ayam goreng, pecel lele goreng), karena kemasan minyak atau sedotan/chopstick ikut dilelehkan.

Handphone palsu

Ijasah palsu, Ikan palsu (berformalin).

Jamu palsu, jam tangan palsu (replika), Jamu tradisional palsu (dicampur obat keras jenis G yang bisa menyebabkan penyakit jantung, ginjal, atau pun hati), Janji palsu (dalam pemilu dan pilkada, promosi produk).

KTP palsu, Kartu kredit palsu, Kesaksian palsu, Kesetiaan yang palsu (mengkhianati), Kosmetik palsu, berbahan bahaya merkuri. Kutipan palsu (untuk membandingkan dan mengesankan orang dan bagian lain betapa hebatnya hasil kerja yang dilakukan selama ini. Oh “kejahatan intelektual” ini !).

Label sertifkat software palsu. Lukisan palsu (replika).

Materai palsu, Minyak kayu putih palsu, Minyak goreng palsu.

Nomor produks palsu

Obat palsu, Olie palsu, Omongan atau pernyataan palsu (kebohongan publik).

Parfum palsu, Paspor palsu, Perusahaan palsu/ilegal, Petugas keamanan palsu (gadungan), Permen coklat palsu (coklat isi narkoba), Perusahaan palsu bin fiktif,

Plat nomor palsu, Politisi palsu (politikus busuk), Promosi acara palsu dan menipu, Proposal kerjasama palsu : tipu-tipu.

Rambut palsu, Rambutan rapiah palsu.

Sahabat palsu, Saksi (kesaksian) palsu, Sampo (shampoo) palsu, Sandal palsu, Saus palsu, Semangka palsu (disuntik dengan cairan manis buatan) , Senyum palsu : penuh kepalsuan (cari muka dan menjilat), Sepatu palsu, Sertifikat palsu (termasuk Sertifikasi Kesehatan Palsu TKI), Stempel dan Slip palsu, Software palsu (piranti lunak illegal), Sopir (taxi) palsu, alias sopir tembak atau perampok, Suku cadang palsu, Sumpah palsu, Susu murni palsu (dioplos dengan santan kelapa dan cairan kaporit), Susu formula “palsu” (mengandung bakteri enterobacteri sakazaki).

Tabung gas palsu (isi bisa kurang hingga 3 kg dengan harga jauh lebih mahal dari pasaran), Tanda tangan palsu, Tanda terima palsu, Tas palsu, Telur ayam palsu (direndam dengan pewarna kimia), Telur asin palsu (direndam dengan cat tembok dengan perekat kimia dan disuntik cairan garam), Terasi palsu (campur dedak, atau nasi aking), TV palsu (rekondisi).

Uang palsu.

Yah…. meski kita dikelilingi hal-hal palsu, mari kita isi hidup dan kehidupan kita yang sekejap ini dengan membenci hal-hal palsu, dipalsukan, memalsukan, dan apa pun bentuk dan bahasa kepalsuan…

INTEGRITY TANPA TAPI !

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.