Penggeledahan Sangat Penting dalam Penyidikan
Divisi Risk Management harus memiliki Prosedur Penggeledahan dan di-update setidaknya 3 tahun sekali. Upaya ini dilakukan untuk memastikan apakah prosedur ini tidak menyalahi hukum (menutup ruang debatable), dilakukan oleh orang yang berkompeten dan memiliki otoritas penggeledahan, memiliki ijin tertulis atau sepengetahuan pimpinan divisi berwenang, dan didampingi oleh pimpinan setempat yang berwenang.
Penggeledahan adalah salah satu kegiatan penyelidikan untuk menghimpun alat atau barang bukti penyimpangan, pelanggaran kode etik dan pelanggaran peraturan perusahaan. Bila penggeledahan ini dilakukan pada pejabat tinggi atau manager, maka dapat dikategorikan kasus ini adalah kasus yang berat.
Obyek yang digeledah adalah semua benda atau alat yang berada di ruang kerja tersanka. Mulai dari laptop (notebook), hard disk, dokumen atau berkas, kaset rekaman atau memori (USB) dan semua catatan yang berada di ruang kerja tersebut.
Secara teknis, penyidik bisa menyita atau menggandakan data yang tersimpan dalam komputer mana pun. Menyelidiki aliran keluar masuk email, sharing komputer, recycle bin, copy transaksi pembukuan keuangan, dan alat atau bukti lainnya. Dan tak jarang, saat penggeledahan justru ditemukan dokumen lain yang diduga bermasalah.
Bila perlu, selama penyelidikan diberlakukan kebijakan represif untuk sementara waktu, semisal : karyawan dilarang ijin, cuti atau off, terkecuali yang sakit dan hamil. Pasca penggeledahan, maka harus secepatnya menyelesaikan pemilahan barang bukti hasil penggeledahan untuk meminimalisasi dampak ketidaknyamanan bagi orang yang digeledah, menghindari gangguan proses pekerjaan yang terhenti atau terganggu sementara karena dokumen tersita, dan untuk menjunjung profesionalisme pekerjaan.
Semua upaya ini harus dilakukan untuk mendudukan persoalan dan masalah pada proporsinya, dan untuk membuktikan perkaranya jadi lebih terang. Meskipun demikian, hasil penggeledahan jangan terburu diungkap keluar dari Divisi Risk Management guna menghindari adanya pihak yang akan menghilangkan bukti lain.
Secara keseluruhan proses penyelidikan harus cepat dilakukan. Jika tidak, dan termakan waktu, bisa-bisa kasus yang dicurigai jadi terlupakan, atau gelap jadi Dark Star.