Halaman Utama


Seharusnya Mahasiswa Pendemo Itu Malu…

Saat banyak orang pinter yang mengaku mahasiswa, lulusan sarjana, pemerhati kebijakan publik, aktivis atau apa pun namanya turun ke jalan, mendemo kenaikan BBM, Pak Junaidi malah turun tangan.

Ia tutun tangan dengan caranya sendiri untuk mensikapi kenaikan harga BBM. Ia buat energi biru.

Dengan segala kesederhanaan dan keluguannya, lelaki yang tinggal di Kecamatan Samarinda Ilir Samarinda ini mengembangkan energi altenatif dengan mengubah kotoran sapi jadi gas. Hasilnya, istrinya Irawati bisa menanak nasi dan menggoreng ikan dengan gas. Plus mampu menghasilkan 500 watt melalui mesin genset dan mampu menerangi hingga 4 rumah.

Padahal Pak Junaidi ini hanya tamatan SD yang belajar sendiri dari buku dan media massa, dengan bermodalkan baca tulis dan semangat saja. Tanpa harus minta-minta ke istana negara.

Aksi Pak Junaidi adalah aksi nyata untuk mengamankan kebutuhan BBM keluarganya sendiri. Tanpa harus teriak-teriak di bawah terik matahari, bentrok dengan polisi, memacetkan ribuan pengendara di jalan raya, dan tanpa kepentingan tersembunyi di dalam hatinya.

Ya, seharusnya para mahasiswa pendemo itu malu bila aksi demonya tidak disertai proposal nyata mengatasi kelangkaan minyak bumi ini. Juga malu, karena teriakan dan kata-katanya tak disertai dengan tindakan nyata untuk sekedar membuat karya yang sederhana.

Secara pribadi, saya pun malu pada Pak Junaidi…  

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.