Halaman Utama


Kelayakan Lift Khusus-Barang Sering Diabaikan ?

Kelayakan fasilitas bangunan, khususnya di pusat perbelanjaan masih banyak ditemukan kurang terjaga dengan baik. Area parkir dalam bangunan yang redup; toilet yang basah, kurang terawatt dan berbau; sisir tangga pada escalator yang patah, hingga lift yang tak terawat.

 

Membahas tentang kelayakan lift khusus-barang, saatnya kita mendalami lebih jauh faktor safety-nya. Terlepas apakah lift itu milik kita atau milik Building Management. Kita perlu tahu dan memastikan bahwa lift khusus-barang benar-benar layak pakai, aman dan terawat dengan ketat.

 

Lift yang tak terjaga dengan baik, beberapa kali sudah menimbulkan korban. Peristiwa jatuhnya lift barang adalah salah satu contohnya.

 

Penyebabnya, karena beberapa alasan :

 

Pertama, standar penggunaan lift acap kali diabaikan. Celakanya, pengguna sendiri tidak tahu persis bagaimana standar penggunaan lift itu seharusnya.

 

Kedua, Operataor Lift mengoperasikan lift dari dalam dan ikut bersama barang. Senyatanya, ruang lift khusus-barang tidak dirancang untuk dipakai manusia karena pengamanan bagi lift khusus-barang berbeda dengan lapis pengamanan lift khusus-orang.

 

Sesuai standar, demi keamanan, Operator Lift harus mengoperasikan lift dari luar, dan berkomunikasi dengan rekan sekerja lainnya untuk memasukkan atau mengeluarkan barang yang telah diangkut lift.

 

Ketiga, perawatan lift setidaknya 3 bulan sekali tidak dilakukan oleh penyedia jasa lift. Yaitu oleh teknisi yang sudah berpengalaman, dan mengetahui seluk-beluk teknis perawatan lift.

 

Keempat, pengawasan kelayakan penggunaan lift diabaikan. Pengawasan adalah jantung keselamatan, kunci efisiensi dan penjaga standar kelayakan.

 

Kelima, penanggungjawab pemakaian lift yang biasanya di tangan pemilik bangunan tidak memberikan peringatan lift meski mengetahui bahwa lift-nya sudah tidak layak pakai. Seharusnya larangan itu tidak berupa larangan lisan, namun bisa dengan papan peringatan larangan penggunaan lift, dan sekaligus memutus saluran listrik pada lift.

 

Saat penyelidikan polisi menemukan, misalnya, kasus kecelakaan yang mengakibatkan jatuhnya korban di lift itu diduga karena rantai lift putus dan meluncur ke bawah, lalu siapa yang harus bertanggung jawab ?

 

Tenant yang sering menggunakan lift khusus-barang itu, atau pengelola gedung?

 

Ah, bukankah mengantisipasi jauh lebih baik dengan menyesali atau meratapi ?

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.