Halaman Utama


Perangkat Pengamanan Gedung Masih Minim

Penyediaan sarana security dasar di gedung-gedung dan pusat perbelanjaan di Indonesia relatif masih minim.

Perangkat yang paling mencolok adalah penyediaan jumlah dan kualitas CCTV yang asal-asalan. Asal ada, asal terpasang. Kalau pun terpasang, tak jarang penjaganya tidak berada di tempat. Atau petugasnya sendiri tak terlatih bagaimana menjalankan pemantauan yang profesional via CCTV, selain karena tidak adanya SOP pemantauan CCTV. Ironisnya, di tempat-tempat yang dikategorikan obyek vital malah banyak kamera CCTV tidak berfungsi alias rusak.

Dan bila kita melihat beberapa pameran teknologi pengamanan, koq rasanya teknologi yang kita pakai terasa tertinggal jauh. Hal yang menggelikan, justru peran CCTV baru dianggap penting setelah terjadi kejadian yang luar biasa semisal serangan bom bunuh diri. Baru deh, semua memasang CCTV dan meng-upgrade kualitasnya.

Saatnya Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia aktif mendorong dan mensosialisasikan pentingnya penyediaan CCTV serta perangkat lunak pelengkapnya. Termasuk memberikan rekomendasi pengembangan sarana keselamatan dan keamanan bagi pengamanan obyek vital, dan tempat-tempat publik service lainnya.

Termasuk didalamnya, juga sarana teknologi cangggih lainnya seperti : pemindai sinar X, detektor bahan peledak, sarana pemantau bahan peledak, alat pendeteksi kebohongan (berdasarkan pantauan tekanan suara yang digunakan untuk mengintegrasi), hingga gorden antiteror.

Semua dimasukdak agar berbagai pemangku kepentingan ngeh dan memahami pentingnya kita memberikan prioritas yang memadai bagi penyediaan sarana keamanan.

Kalau bukan dimulai dari sekarang, ya kapan lagi ?

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.