Halaman Utama


Banjir, Apa Saja yang Harus Diantisipasi Operasional ?

Kita sadar betul apa yang sudah disampaikan oleh Emmy Hafild, Dir. Eksekutif Greenpeace Asia Tenggara, bahwa Indonesia merupakan salah satu negara yang paling beresiko terkena dampak perubahan iklim secara global. Dimana perubahan iklim akibat pemanasan global menyebabkan musim hujan lebih pendek, namun curah hujan jauh lebih tinggi.

 

Namun sayangnya, kita pun seolah “siap untuk selalu menderita” setiap musim hujan akan datang. Misalnya, dari pemda propinsi sudah meminta agar kota/kabupaten segera mengantisipasi, namun kota dan kabupaten tidak diberi dana yang cukup untuk mengantisipasi.

 

Dampak banjir termasuk kebocoran serius dari gedung akibat curah hujan yang tinggi, harus benar-benar diantisipasi. Batas normal rata-rata hujan 11-15 milimeter/hari. Bila +/-23 termasuk lebat. Dan waspadai, bila curah hujan diatas 50 mm/hr.

 

Lalu, antisipasi apa saja yang harus dilakukan bagian Operasional dalam menghadapi bahaya banjir dan curah hujan yang tinggi? Dengan mengidentifikasi kejadian-kejadian yang mungkin timbul yang sama-sama tidak diharapkan dan pada akhirnya dapat mempengaruhi operasional perusahaan, kita akan tahu apa saja yang harus kita lakukan.

 

Inilah sejumlah kejadian yang mungkin timbul :

 

1.      Pembawa kunci branch office, pimpinan unit kerja atau wakil kepala cabang terlambat.

2.      Jumlah karyawan Kasir & Security kurang, (al. karena : transportasi umum, termasuk kereta api & angkutan pribadi terganggu serius. Sejumlah ruas jalan tol padat merayap. Kendaraan roda dua sebagian masuk jalur tol).

3.      Kebocoran yang bisa mengakibatkan kerusakan IT & panel / electricity.

4.      Komunikasikan pengiriman barang terganggu serius.

5.      Sejumlah karyawan terjebak macet, terlambat atau pun tidak bisa masuk toko.

6.      Listrik dan internet di sejumlah wilayah mati/dimatikan.

7.      Komunikasi telepon dan seluler terganggu/terputus.

 

Tugas Anda sekarang, langkah apa saja yang harus diantisipasi bila kemungkinan-kemungkinan itu timbul.

 

Namun ingat :  Tidak pernah ada bencana yang persis sama datangnya. Karena itu, tidak pernah ada juga cara penanganan yang sama. Hanya kesigapan yang harus dijaga (Kesigapan Tangani Banjir, Kompas, 06/02/07).

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.