Halaman Utama


Banjir Samarinda Meluas & Lebih Parah

Banjir di Samarinda adalah pelajaran penting bagi kota-kota lainnya di Kalimantan yang memiliki kontur yang sejenis dengan kota Samarinda. Banjir yang sudah berlangsung 4 hari ini, jauh lebih parah dari banjir pertengahan November 2008 yang lalu.

 

Informasi ini kami berikan untuk digunakan sebagaimana mestinya, agar kita bisa mengantisipasi untuk meminimalisasi resiko lebih kecil lagi.

 

A. Luas genangan dan potensi yang mungkin terjadi :

 

1.      Ketinggian air mencapai hingga 2 meter, rata-rata banjir November 2008 : 50 – 150 cm, dan rata-rata banjir April 2009 : 30 s/d 100 cm.

 

2.      Areal Bandara Temindung terendam banjir hingga 1 meter dan rumah dinas karyawan bandara juga terendam. Jalan menuju bandara sudah tertutup air setinggi pinggul orang dewasa. Apron dan terminal terendam.

 

3.      Merendam tiga kecamatan :

 

a.      Samarinda Utara (terparah karena dekat dengan Sungai Karang Mumus yang meluap). Ketinggian air di Kelurahan Temindung Permai : 50 cm – 1,5 m. Kelurahan yang mengalami banjir : Sempaja Selatan, Sempaja Utara, Temindung Permai (korban tergenang 5426 KK), Gunung Linggai, Sungai Pinang Luar dan Lempake. Warga di Perumahan Griya Mukti Sejahtera terpaksa mengungsi atau membawa harta bendanya ke loteng rumah karena ketinggian air lebih dari satu meter.

b.      Samarinda Ilir

c.       Samarinda Ulu : sebagian Kelurahan Sidodadi tergenang parah dan seakan tidak pernah surut.

 

4.  Sekitar 7.000 rumah warga tergenang banjir dan merendam ratusan hektare areal sawah dan kebun warga.

 

5.  Jalan tergenang :

 

a.  Jalan protocol Jenderal Ahmad Yani yang merupakan salah satu ruas jalan menuju Bontang masih tergenang air 50 sentimeter & nyaris tidak bisa dilalui. Ruas jalan yang tergenang & lalu lintas terhambat: Lambung Mangkurat, DI Panjaitan, dan Jalan Rajawali. Jalan Cendawasih Kelurahan Gunung Keluai, Jalan Pemuda, Jalan Remaja, Jalan dr. Sutomo (Pasar Segiri : 1 meter), Gatot Subroto, Jalan Achmad Yani, Jl. Wahid Hasyim, Jl. Hasan Basri, Jl. S. Parman, Jl. Camar, Jl. Tekukur, Jl Pemuda I, Jl Pemuda II, Jl Pemuda III, dan Jl Pemuda IV dan Jalan Supomo. Ketinggian genangan : 30 cm s/d 70 cm.

b.  Jl Mayjen Soetoyo, Jl Dr Soetomo, Jl Ahmad Yani, Jl Antasari, Jl Gelatik, Jl Pemuda, Jl M Yamin, Jl PM Noor, dan sejumlah kawasan lain. Ketinggian air : 30 s/d 1 meter.

c.  Warga beraktivitas memakai perahu yang disediakan pemerintah,

 

B.  Penyebab :

 

1.      Banjir tahun 1998 lalu terjadi karena jebolnya Bendungan Benanga Lempake. Saat itu hampir separuh wilayah Samarinda tergenang cukup dalam.

2.      Akibat Waduk Menanga, Lempake, Samarinda Utara – 20 km dari pusat kota – tidak mampu menampung jutaan meter kubik debit air hujan, yang bersamaan pula dengan air pasang Sungai Karang Mumus dan Sungai Mahakam.

3.      Hujan lebat yang menyebabkan meluapnya sungai Karang Mumus, juga karena pendangkalan di Sungai Karang Mumus. Sehingga luapan air dari Bendungan Benanga ditambah pertemuan pasang Sungai Mahakam dan air laut mengakibatkan air menyebar dan menggenangi sejumlah wilayah di Samarinda

4.      Site plan tidak dipatuhi, drainase parah.

 

C.  Potensi dampak yang bisa terjadi :

 

1.      Warga khawatir banjir terus meluas karena curah hujan tinggi dan sistem drainase kota buruk. Kondisi itu diperparah dengan menyempitnya daerah tangkapan air akibat rusaknya perbukitan dan pengurukan rawa.

2.      Developer diminta membangun pengendali banjir.

3.      Ribuan rumah terendam dan 12 ribu orang mengungsi. Korban banjir : 80.424 jiwa (20.106 KK di 230 RT).

4.      Aktivitas warga, aktivitas usaha dan pengendara terganggu.

5.      Longsor di ruas Jl. Teuku Umar Rawa Indah mengakibatkan timbunan jalan menutup jalan.

 

D.  Kategori dampak bagi Operasional : Menengah

 

E.  Prakiraan Terburuk :

1.      Rendaman banjir bisa berlangsung lebih dari sepekan.

2.      Internal : Traffic dan sales bisa terkoreksi dua minggu kedepan.

3.      Eksternal : Berpotensi terjadi lagi banjir dengan resiko yang sama hingga Juni 2008.

4.      Beberapa kali dalam sepekan bisa terjadi pemadaman aliran listrik. Genset milik Building harus siap.

5.      Rawan air bersih dan gangguan kesehatan pencernaan dan kulit hari ke-4 dst.

 

F.  Antisipasi :

1.      Gunakan Business Continuity Plan (BCP) Banjir.

2.      Ikuti terus pantauan media massa terpercaya (al. Kaltim Post – Harian pagi pertama dan terbesar di Kalimantan Timur, http://www.kaltimpost.web.id/ – Cyber News, Samarinda Pos, www.sapos.co.id, www.kaltim.go.id, www.pln-wilkaltim.co.id, Tribun Kaltim, www.tribunkaltim.com, Samarinda – Teduh, Rapih, Aman dan Nyaman, www.samarinda.go.id, Samarinda City, www.samarindacity.com).

3.      Lakukan koordinasi dengan Building Management dan Aparat terkait

4.      Kontak terus ke Crisis Management Center untuk mendapat support dan informasi antisipatif.

 

 

Sumber : IMan 141108 “Waspadai Banjir Samarinda Bisa Meluas”, AGI – Security & Business Intelligent, Kompas.com, Liputan6, Metrotvnews.com, Republica.co.id, SamarindaCity.com, TempoInteraktif, Sapos.co.id, KaltimPost.web.id,

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.