AWAS, WASPADAI FLU BABI !!
Penyebaran flu H1N1 antarmanusia sudah terjadi di Indonesia. Info terakhir dari WHO per 1 Juli 2009, sudah 77.201 orang yang yang terjangkit flu babi, dengan kematian 332 orang di 105 negara. Indonesia telah mencatat 20 kasus positif Influenza A H1N1. Dari 20 kasus positif, satu orang dinyatakan sembuh.
Pasien yang tertular semuanya mempunyai riwayat perjalanan ke luar negeri. Meski sejauh ini proses penularan hanya di luar negeri, belum di Indonesia, namun besar kemungkinan kedepan, kasus yang tercatat akan bertambah banyak sehubungan dengan banyaknya orang yang melakukan perjalanan ke luar negeri.
Flu Babi (Flu A, Swine Influenza, Influenza H1N1) pertama kali ditemukan kasusnya di Amerika Serikat tahun 1976, kemudian di Filipina tahun 2007. Dan mulai merebak tahun 2009 ini dengan ”pusat episentrum” dari Meksiko. Flu Babi bisa lebih ganas daripada flu burung dalam urusan kecepatan yang menyebabkan kematian.
Asal-muasal virus strain baru H1N1 itu masih tanda tanya. Yang baru diketahui saat ini adalah virus baru ini merupakan gabungan dari virus avian (burung), babi dan manusia. Meksiko merupakan importir babi AS terbesar di dunia.
Anehnya, otoritas Meksiko telah menginspeksi peternakan-peternakan babi di negeri itu dan tidak ditemukan tanda-tanda flu babi di antara hewan-hewan babi. Hingga kini tak seekor pun babi yang terinfeksi flu ditemukan di Meksiko.
Jadi darimana sumbernya? Misterius!
FAKTANYA KINI : FLU BABI (SWINE INFLUENZA) TELAH BERADAPTASI DAN MENYEBAR DENGAN CEPAT DI ANTARA MANUSIA. Firus Flu Babi telah menunjukkan kemampuan terus menerus untuk menular dari manusia ke manusia, dan telah menyebabkan penularan pada level komunitas dan menyebar secara pandemik antar negara.
RESPON & INFO TERKINI
Ø WHO : flu babi menjadi pandemi (wabah besar-besaran) dalam skala global yang mengancam dunia. Penyebaran penyakit ini sangat cepat dalam beberapa hari.
Ø Uni Eropa mengimbau tak kunjungi Meksiko dan Amerika Serikat.
Ø Presiden SBY pernah memanggil sejumlah menteri untuk membahas ancaman serangan flu babi untuk melakukan tindakan yang cepat dan tepat.
Ø Departemen Kesehatan AS telah mengumumkan darurat kesehatan publik sebagai langkah pencegahan.
Ø Pemerintah Meksiko pernah menutup sekolah dan tempat-tempat umum, serta menganjurkan untuk menghindari jabat tangan, tidak berciuman, dan menghindari tempat-tempat publik. Juga menganjurkan seminimal mungkin menggunakan metro (kereta bawah tanah), bis dan moda transportasi umum lainnya. Bahkan pertunjukan sepakbola pun dilakukan secara tertutup tanpa penonton. Kegiatan sehari hari dan kegiatan ekonomi menjadi terganggu. Konsumsi akhir minggu terkoreksi hingga 50 %. Jalan-jalan protokol lengang. Pasar tradisional, mal dan taman-taman publik tampak sepi dari pengunjung.
Ø Flu babi sempat menimbulkan kekhawatiran di pasar finansial global. Nilai saham perusahaan obat melonjak, sementara saham perusahaan penerbangan dan sektor industri perjalanan menurun. Investor pun sempat cemas pandemik ini bisa memperlambat pemulihan ekonomi global.
STATISTIK & SEBARAN KORBAN
Ø Pertama kali dideteksi muncul di Meksiko pada 13 April 2009
Ø WHO per 1 Juli 2009 : 77.201 orang terjangkit flu babi, kematian 332 orang di 105 negara.
Ø Saat tahap awal pandemik, korban umumnya berusia produktif : 25 – 45 tahun, namun kini sebaran juga mengarah pada semua usia.
GEJALA :
Ø Demam tinggi (lebih dari 38 derajat Celsius), batuk, sakit kepala, pilek, lesu (kehilangan nafsu makan), letih, nyeri tenggorokan, nyeri pada otot dan sendi, nafas cepat, atau sesak nafas.
Ø Beberapa penderita mengalami hidung berlendir, tenggorokan sakit, mual, muntah (muntah-muntah), dan diare.
PENYEBAB :
Ø Virus influenza A, subtype H1N1, H1N2, H3N1, H3N2, dan H2N3 (Flu Burung disebabkan virus H5N1)
Ø Note : H1N1 memuat perpaduan materi genetik virus yang biasa ditemukan pada manusia, unggas, dan babi.
MEDIA PENULARAN :
Ø Binatang, terutama babi.
Ø Penyebaran flu H1N1 antarmanusia sudah terjadi di Indonesia.
CARA PENULARAN :
Ø Melalui udara dan kontak langsung dengan penderita lewat batuk, bersin atau benda-benda yang pernah bersentuhan dengan penderita. Saat ini sebagian besar penyakit adalah ringan dan sembuh dengan baik.
MASA INKUBASI & DIAGNONIS :
Ø Masa Inkubasi : 3 – 7 hari ntuk mendiagnosis infeksi influenza babi A, sebuah spesimen biasanya diambil 2 – 5 hari ketika proses pembiakan virus mulai terjadi pada orang yang terinfeksi. Meski begitu, masa shedding virus ini pada beberapa orang, terutama anak-anak, dapat mencapai 10 hari atau lebih.
Ø Pemeriksaan untuk memastikan positif tidaknya pasien antara lain dengan melihat hasil pemeriksaan cairan tenggorokan, hidung dan darah.
PENCEGAHAN PENULARAN
Ø Bila sakit dengan gejala influenza, gunakan masker dan tidak berdekatan dengan anggota keluarga yang lain dan segera menghubungi petugas kesehatan.
Ø Hindari bepergian ke luar negeri apabila sakit, dan berhati-hati bila berkunjung ke luar negeri.
Ø Bagi Penderita yang mengalami gejala itu, 1) penderita sebaiknya tetap tinggal di rumah untuk mencegah atau mengurangi kontak dan penyebaran/penularan ke orang lain, 2) Jangan naik pesawat terbang, dan 3) Menelepon dokter/rumah sakit untuk minta cara penanganan yang tepat (Jangan pergi langsung ke klinik/rumah sakit yang belum siap menerima kedatangan pasien flu babi).
Ø Bagi penderita, jika batuk dan bersin tutup hidung dan mulut dengan tisu atau tangan. Buang tisu ke tempat sampah. Cuci tangan setelah kena batuk atau bersin.
Ø Gunakan masker
PENGOBATAN :
- Golongan adamantanes (amantadine & remantadine)
- Golongan neuraminidase inhibitor (osaltamivir atau Tamiflu & zanamivir)
VAKSIN :
Ø Belum ada
ANTISIPASI :
- Tidak bepergian ke negara-negara yang telah melaporkan kasus flu burung.
- Sering/rajin mencuci tangan dengan sabun dan air atau cairan pembersih berbahan dasar alcohol dan mengeringkan dengan tissue atau lap bersih, terutama jika menyentuh pegangan pintu, meja, kursi di tempat umum. Virus bisa hidup selama 2 jam di udara terbuka.
- Melaksanakan etika batuk dan bersin dengan benar.
- Pola hidup sehat dan bersih (istirahat yang cukup, makan makanan bergizi, minum banyak air, berolahraga, dan mengelola stres).
- Menghindari tempat ramai maupun kontak langsung dengan penderita flu.
- Jangan menyentuh mata, hidung, dan mulut karena virus mudah menular lewat kebiasaan itu.
- Menggunakan masker saat kontak dengan orang yang diduga penderita flu babi.
- Menghindari (hati-hati) melakukan kontak langsung dengan babi
- Memasak makanan dengan suhu minimal 70 derajat Celcius / 160 derajat Fahrenheit.
UPAYA PEMERINTAH / DEPKES :
- Meningkatkan kewaspadaan di seluruh jajaran kesehatan serta mengirimkan Surat Edaran baru dari Menkes dan Dirjen P2PL yang menyatakan adanya kasus influenza H1N1 baru di Bali dan Jakarta
- Pengecekan ke maskapai-maskapai penerbangan terutama yang berasal dari negara-negara yang tertular flu burung.
- Melakukan skrining (thermo scanner & body cleaning) terhadap para pendatang yang berasal dari daerah-daerah terinfeksi flu babi. Memasang alat deteksi suhu tubuh (thermal scanner) yang bisa mendeteksi suhu tubuh di atas 3 derajat Celsius di 10 bandar udara dan pelabuhan Indonesia. Otoritas kesehatan pelabuhan di Batam telah memasang mesin pembersih virus yang melekat di tubuh para pendatang (body clean disinfection health quarantine)
- Impor daging babi dan semua produk turunannya dihentikan dan dilarang. Petugas peternakan ditugaskan mengawasi kondisi peternakan dan penampungan babi.
- Rp 38 Milyar disiapkan RI untuk tangani Flu Babi.
- Meningkatkan aktivitas semua fasilitas kesehatan di RS, KKP, Laboratorium dan sarana kesehatan lainnya
- Meningkatkan kesiapan logistik serta kemampuan SDM, antara lain Pelatihan kesigapan menyangkut cara evakuasi, pengiriman ke rumah sakit, hingga pengobatan terhadap pasien yang diduga terinfeksi flu babi.
- Meningkatkan komunikasi, informasi dan edukasi kepada masyarakat (Jumpa Pers, Iklan Layanan Masyarakat, Talkshow di Radio dan Televisi, Poster dan Leaflet).
- Masyarakat dapat menghubungi Posko Kejadian Luar Biasa (KLB) : Telp. 021 4257125; Fax : 021 42877588 ; Email : poskoklbp2pl@yahoo.com ; Call Center : 021 30413700; Website Depkes : www.depkes.go.id dan www.penyakitmenular.info.
- Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Pusat Komunikasi Publik Sekjen Depkes, telepon/fax : 021 529 07 417 – 9 dan 5292 1669, email : puskom.publik@yahoo.co.id.
UPAYA LAIN :
- Pemerintah juga harus mengawasi ketat, menghentikan dan melarang sementara impor daging lain yang berpotensi membawa virus flu babi.
- Melalukan upaya preventif BioSecurity dengan sistematis, antara lain :
- Badan karantina untuk mengantisipasi masuknya flu babi dari negara lain dapat dioptimalkan.
- Mendeteksi semua peternakan babi. Apalagi sebelumnya telah ditemukan virus H5N1 dalam babi. Jadi bukan tidak mungkin virus H1N1 telah merasuki sebagian babi yang ada di sekitar kita.
- Memantau & mensurvei populasi babi yang ada, juga melakukan sterilisasi di tempat pembesaran ternak babi penyemprotan disinfektan dengan penyemprotan disinfektan di kandang-kandang bagi dan lingkungan sekitar secara bertahap.
- Pengetatan pengawasan dari jalur pengangkutan daging babi dengan cara memeriksa dokumen dan kondisi daging babi yang dibawa. Plus pos-pos atau titik-titik barang masuk diperketat untuk memantau perdagangan daging babi yang berasal dari luar kota.
- Los daging babi selama ini juga sudah ditempatkan di tempat terpisah dengan penjualan daging lainnya sehingga tidak bercampur.
Sumber :
Flu Babi Semakin Membabi-buta, IMan 280409, Flu Babi Kini Mulai Menghantui, IMan-030709; Tambahan Kasus Baru Influenza A H1N1 – 04 Jul 2009, http://www.depkes.go.id/; Koran Tempo, 28 & 29 April 2009, 3 Juli 2009; Suara Pembaharuan, 3 Juli 2009, Detik.News, 28 & 29/04/09; epaper Kompas, 28 – 30/04/09.;