Koq Jadi Pusing Sih Saat Terjadi Gempa?
Dua informasi berikut, berkait dengan gempa bumi, saya yakin akan bermanfaat untuk Anda. Bagi saya pribadi, ini informasi yang bernilai. Karena saat terjadi gempa besar 7,3 SR kemarin, begitu banyak orang-orang sekantor yang langsung ngacir evakuasi melalui tangga darurat.
Saya berharap, kita tak melakukan kesalahan yang sama saat gempa terjadi di lain waktu. Semoga.
Info #1. Jangan Evakuasi Saat Gempa Terjadi
Saat gempa terjadi, jangan langsung evakuasi. Ini peringatan dari praktisi konstruksi Endy Budyanto (Detikcom, 03/08/09).
Adalah salah kaprah bila saat gempa terjadi kita langsung turun pakai tangga darurat. Berdasarkan strukturnya, tangga darurat bukan didesain untuk antisipasi gempa, tapi untuk kebakaran. Sehingga saat orang berjubel berebut turun lewat tangga, dikhawatirkan malah akan membuat tangga tersebut runtuh karena tidak kuat menahan beban.
Jadi saat terjadi gempa, para penghuni gedung bertingkat lebih baik diam dulu di dalam gedung sampai gempa selesai bergoyang. Setelah gempa berhenti, baru kemudian mereka turun menuruni tangga darurat.
Tangga adalah bagian dari gedung yang paling tidak tahan gempa, alias paling mudah runtuh. Bagian-bagian bangunan yang paling rawan runtuh akibat gempa secara berurutan yakni tangga, balok, plat atau lantai, dan yang terakhir adalah tiang.
Info #2. Koq Jadi Pusing Sih Saat Terjadi Gempa ?
Menurut dr. Handrawan Nadesul pada Detik.com (03/09/09), setelah gempa hebat, banyak orang yang merasa jadi pusing.
Penyebabnya, pertama, karena masalah kejiwaan – seperti kondisi panik atau reaksi panik – yang bisa berpengaruh pada fisik, sehingga adrenalin dalam tubuh jadi terpompa. Jika kebanyakan, maka akan menimbulkan krisis. Seperti timbul keringat dingin, pusing, mual dan sebagainya
Penyebab kedua karena kondisi fisik seseorang. Bila seseorang yang memiliki gangguan di kepala seperti migrain dan vertigo, maka orang tersebut biasanya akan mudah pusing saat terjadi goncangan saat gempa.
Untuk menolong orang yang pusing-pusing setelah terjadi goncangan, maka bagi yang karena stres, dia akan reda sendiri dengan hilangnya goncangan gempa. Tapi untuk yang karena vertigo, kalau tidak segera hilang ya harus dibantu dengan obat.