Perlukah Facebook di Kantor Dibatasi?
Facebook sebagai situs jejaring sosial terpopuler saat ini, kini sungguh kian fenomenal. Bahkan bagi sebagian orang, facebook sudah menjadi sebuah trend-setter dan gaya hidup. Bahkan, pada sebagian anak remaja, anak kuliahan dan para pekerja muda, bila tak punya akun facebook diidentikan sebagai orang kurang gaul.
Dalam sebuah penelitian Nucleus Research, menyebutkan bahwa 77% karyawan Amerika Serikat mengakses Facebook dan jejaring sosial lain pada jam kerja. Dampaknya, roduktivitas kerja pun menurun 1,5% (Koran Tempo, 17 Oktober 2009)
Masalahnya sekarang : apakah keberadaan facebook di kantor perlu dibatasi, atau malah diblokir sama sekali ?
Jawabannya tergantung. Bisa saja keberadaan facebook atau jejaring sosial lain itu menyita waktu kerja, namun bila keberadaan facebook itu untuk promosi dan mendapatkan order, kenapa tidak?
Namun diluar kepentingan itu, sebaiknya ada pembatasan akses bagi karyawan bila ingin bisa mengakses facebook. Kebijakan pembatasan akses facebook ini, sebaiknya lebih didasari pada alasan alasan efisiensi.
Beberapa cara pembatasan yang bisa dilakukan antara lain dengan cara :
#1. Akses facebook hanya diberikan kepada jabatan dan bagian tertentu untuk alasan yang dapat diterima oleh manajemen. Misalnya, Risk Control Manager dan Crisis Management Respond Team, Head of Promotion, Head of Customer Service, atau Public Relation Officer, perlu diberi akses luas tak terbatas untuk bisa mengakses facebook untuk memantau program promosi yang dilakukan oleh kantor-kantor cabang / outlet.
#2. Departemen yang bermaksud berpromosi dengan menggunakan jejaring sosial Facebook pun, harus dibatasi pada satu komputer tertentu, dan tidak semua pegawai bagian promosi diberikan akses facebook.
#3. Pembatasan facebook bisa diberikan sampai jam tertentu. Misalnya, 30 menit sebelum jam pulang kantor, pembatasan akses facebook ditiadakan. Karyawan dapat memanfaatkan 30 menit tersebut untuk bersosialisasi.
#4. Cara lain yang dirasakan lebih baik untuk tetap menjaga produktivitas karyawan.
Tak terbayangkan, bila di kantor tak ada pembatasan pada jejaring sosial Facebook, bisa jadi produktivitas di negara ini yang budaya disiplinnya masih jauh dari bagus, bisa-bisa produktivitas kerja bisa menurun lebih dari 1,5% !
Untuk itu, dalam kacamata Retail Risk Management, tampilan dan publikasi outlet dengan Facebook harus dipantau dari waktu ke waktu. Bila ada yang nyimpang, ya diingatkan saja. Bila perlu ya dijewer !