Halaman Utama


Archive for the ‘1nspirAction’ Category

Apakah Gempa Tasik Mengusik Kesejatian-diri Kita?

Kamis, September 3rd, 2009

Gempa Tasikmalaya 02 September 2009 sungguh mengejutkan.

Gempa 1 : 14.55 WIB – 7,3 SR / VII MMI kedalaman 30 km
Gempa 2 : 15.15 WIB – 5.1 SR kedalaman 38 km
Gempa 3 : 16.28 WIB – 5,4 SR kedalaman 15 km

Pusat gempa berkisar di bawah dasar Samudra Indonesia / 142 km sebelah barat daya Tasikmalaya / pantai selatan Jawa Barat.

Dari berbagai sumber, diperoleh data sbb.:

Korban luka : 926 orang, 74 tewas, luka berat 370 orang, luka ringan 1098 orang, pulugan orang masih menjalani rawat inap, dan 34 orang masih dicari, dan kerusakan 2017 rumah hancur, 83.628 rumah rusak ringan, dan 42.507 rumah rusak berat. Selain itu, 2245 mesjid rusak, 194 pesantren, 196 kantor,  dan 1038 sekolah di Jabar roboh.

Jumlah pengungsi 30.963 orang, tersebar antara lain di Tasikmalaya 450 orang, Kab. Kuningan : 180, Kab. Ciamis : 100, dan Kab Cilacap : 2.388.

Sebaran dampak gempa terjadi di belasan kota di Jawa Barat. Dilaporkan ribuan rumah rusak, puluhan lainnya dikhawatirkan tertimbun reruntuhan.

•    Kab. Bandung : 16 tewas. Korban tewas tersebar di Pangalengan, Banjaran, Cimaung dan Kertasari, 10 gedung kantor roboh. Kondisi terparah terjadi di kecamatan Pangalengan dengan 8592 rumah rusak berat. Data dampak gempa di Bandung, korban luka : 363, rumah rusak berat : 15086,  rusak sedang 6627, dan rumah rusak ringan : 25.079, sementara sekolah rusak 83, mesjid rusak 301. Fasilitas umum yang rusak 375, termasuk sejumlah kantor desa dan kecamatan serta dinas juga rusak.
•    Bandung Barat : 1 tewas, 21 luka, 4952 rumah rusak, 72 fasilitas umum rusak.
•    Banjar : 365 rumah rusak.
•    Kab Bogor : 2 orang tewas, 9 luka, 707 rumah rusak. 10 menit sebelum terjadi gempa, gajah dan Ilama di Taman Safari Cisarua dilaporkan gelisah
•    Ciamis : 6 tewas, 158 luka, 19457 rumah rusak dan 357 fasilitas umum rusak.
•    Cianjur : sedikitnya 29 tewas, luka-luka : 5, orang hilang 34 tertimbun tanah longsor. 2792 rumah rusak, sementara 97 fasilits umum rusak. Desa yang terkena gempa al. Jayagiri, Sukaramai, Sukalaksana, Gunungsari dan Sukanagara.
•    Cilacap : 1295 rumah rusak, diantaranya 98 rata dengan tanah, 220 bangunan rusak berat, 282 rusak ringan, 2 balai desa roboh, 6 bangunan pasar rusak berat, pengungsi : 2388.
•    Cirebon : Pusat grosir cirebon rusak ringan, 3 pengunjung pingsan
•    Garut : 10 orang tewas, 68 luka-luka. Lokasi terparah di Pamalayan & Cikelet Kec. Cikelet; Mancagahar & Neglasari Kec. Cisompet; Mandalakasih Kec. Pameungpeuk. Luka berat 11 orang, luka ringan 57, rumah rusak 18.428, fasilitas umum 619, diantaranya sekolah rusak 298, masjid rusak 160.

•    Jakarta : 1 meninggal karena serangan jantung, 60% pasokan air baku terhenti karena pipa air PAM Lyonnaisse Jaya pecah. Luka karena panik, shock, gemetar, kelelahan, jatuh dan terinjak-injak saat evakuasi cukup banyak. Tercatat di RSJ : 18 orang, 5 di Sawangan, 8 di MMC, 5 di RS Pertamina. Sejumlah gedung perkantoran mengalami keretakan dan kerusakan kecil, seperti kaca pecah, ubin/granit dinding/ keramik tergeser.

* Kab. Kuningan : Gempa merusak 346 rumah tersebar di 8 kecamatan : Darma, Kadugede, Cilebak, Ciwaru, Karang Kencana, Selajambe, Subang, dan Ciniru. Jumlah pengungsi : 180 orang. Fasilitas umum yang rusak : 7.

•    Majalengka : 340 rumah rusak, 38 diantaranya rusak berat.
•    Purwakarta :16 rumah rusak, 52 fasilitas umum rusak.

•    Sukabumi : 3 tewas, 15 luka-luka, 4250 rumah rusak, diantaranya 399 rumah runtuh, dan fasilitas umum : 145

•    Kab. Tasikmalaya : 9 tewas, luka berat 29, luka ringan 60, 54.195 rumah rusak berat dan 116.000 rumah rusak ringan. Kerusakan juga menimpa 1447 fasilitas umum. Lokasi terparah di Kec. Cigalontang, Cisayong, dan Bantarkalong.

* Kota Tasik : 5 tewas, 22 luka, 5294 rumah rusak, dan 103 fasiltas umum rusak.

•    Gempa dirasakan hingga Semarang, Jogja, Denpasar, DKI Jakarta, Tangerang.

Jelas, alam sedang mencari keseimbangannya.

Kini, apakah kita sebagai manusia juga tengah mencari keseimbangannya dengan lebih mendekatkan diri pada-Nya? Apakah kita kan mengulurkan tangan, perhatian dan kemampuan kita pada saudara-saudara kita yang tertimpa duka dan derita?

Sambil berlinang dan tergopoh-gopoh, seorang ibu merasa tak enak firasatnya. Ia terus saja mencari-cari dan terus memanggil anaknya, “Ya Allah, dimana anakku”. Dan tak lama kemudian, dia mendapati anaknya sudah tak bernyawa. Sementara jenasah lainnya banyak yang tak utuh. Potongan tubuh nampak tersembul diantara tumpukan tanah dan batu.

Saya jadi ingat cerita istri saya kemarin saat istri saya ketemu Ibu Rita, tetangga kami di sebelah. Dengan setengah menahan tangis saat ia mengantarkan jenasah tetangganya yang meninggal dunia, ia berkata : “Ibu-ibu, hanya ini yang kita bawa. Hanya inilah yang kita bawa”, sambil menunjukkan selembar kain kafan. “Ya, hanya inilah kita bawa!”, ulangnya dengan nada agak meninggi. “Rumah bertingkat, mobil mengkilap, keluarga yang kita cintai, namun hanya ini yang kita bawa…”

Amal baik dan ketaqwaan kita pada sesama dan kepada-Nya yang akan kita bawa….

Bagaimana Menjadi Pasien yang Cerdas?

Rabu, Juni 17th, 2009

Bila anda sakit dan berobat ke dokter, tahukah hak-hak anda sepenuhnya ? Dan tahukah anda, kewajiban apa saja dari dokter dan rumah sakit selaku penyedia layanan kesehatan terhadap anda sebagai seorang pasien yang sedang berobat?

 

Pesan intinya : jangan menyerahkan 100% keputusan proses pengobatan anda ke tangan dokter! Pasien sekarang ini haruslah cerdas, dengan mengetahui hak dan kewajibannya sebagai seorang pasien.

 

UU No. 29 / 2004 tentang Praktek Kedokteran mengatur diantaranya hak-kewajiban pasien dan penyedia layanan kesehatan – baik rumah sakit maupun dokter praktrk.

 

HAK PASIEN

#1. Mendapatkan informasi sejelas-jelasnya, baik mengenai penyakit maupun proses pengobatannya. Anda pun harus hati-hati menerjemahkan apa yang dikatakan dokter.

 

Seperti resep obat yang harus diminum 3X sehari itu apakah berarti harus diminum sebelum makan, atau sesudah makan. Apakah harus setiap 8 jam obat itu harus diminum, atau yang penting obat itu dimakan 3X sehari. Anda berhak mendapat penjelasan yang baik, benar dan dapat difahami.

 

Contoh lain, bila dokter mengatakan harapan anda adalah 30%, maka anda harus kritis dengan menanyakan apakah itu berarti prosentase untuk kesembuhan atau kematian.

 

#2. Mendapatkan penjelasan lengkap tentang tindakan medis yang akan dilakukan. Mencakup diagnosis dan tata cara tindakan medis, tujuan tindakan medis, alternatif tindakan lain dan resikonya, resiko dan komplikasi yang mungkin terjadi, serta prognosis terhadap tindakan yang dilakukan.

#3. Mendapat pendapat dokter lain (second opninion). Pasien berhak mencari pendapat / opini kedua yang mana dokter pembanding itu mesti setara dalam pengetahuan dan pengalamannya. Dan juga tidak harus datang dari luar negeri.

#4. Berhak dilibatkan dalam pengambilan keputusan.

#5. Mendapat pelayanan sesuai dengan kebutuhan pasien.

 

#6. Menerima atau menolak pengobatan selanjutnya dan tindakan medis yang akan dilakukan.

 

#7. Mendapatkan isi rekam medis.

 

KEWAJIBAN PASIEN

  1. Pasien harus memberikan informasi yang jelas, jujur dan lengkap tentang masalah (keluhan) kesehatan yang dia hadapi.
  2. Mematuhi nasihat dan petunjuk dokter.
  3. Membayar imbalan atas jasa yang dia terima.

 

HAK PENYEDIA LAYANAN KESEHATAN (DOKTER & RUMAH SAKIT)

  1. Mendapatkan informasi yang jelas, jujur dan lengkap tentang masalah kesehatan pasien.
  2. Mendapat imbalan dari pasien.

 

KEWAJIBAN PENYEDIA LAYANAN KESEHATAN

  1. Memberikan apa pun informasi tentang kondisi medis pasien. Apa pun yang berhubungan dengan penyakit pasien harus dijelaskan, meski tidak ditanyakan.
  2. Setiap dokter wajib membuat, menyimpan dan menjaga kerahasiaan rekam medis. Dokumen rekam medis merupakan milik dokter atau rumah sakit, sedangkan isi rekan medis merupakan milik pasien.
  3. Memberikan pelayanan medis sesuai dengan standar dan kebutuhan pasien.
  4. Merujuk pasien ke dokter lain yang mempunyai keahlian atau kemampuan lebih baik.
  5. Merahasiakan segala yang diketahui tentang pasien.
  6. Melakukan pertolongan darurat atas dasar peri kemanusiaan.

 

Dengan mengetahui hak-kewajiban pasien, maka tidak akan terjadi kasus dimana dokter bisa mengancam pasiennya untuk mengikuti segala instruksinya.

 

KEMANA PASIEN HARUS MENGADU ?

 

  1. Jika pasien tidak puas dengan pemeriksaan dokter atau layanan rumah sakit, adukan hal ini pada Komite Medik di rumah sakit dengan disaksikan keluarga terdekat anda.
  2. Adukan pada IDI (Ikatan Dokter Indonesia) cabang melalui Majelis Kehormatan Etika Kedokteran (MKEK).
  3. Menulis surat pembaca di media massa dengan prinsip etika.
  4. Mempertimbangkan dengan seksama sebelum menempuh jalur hukum dengan mengadukannya pada kepolisian.

Dewan Pers mendorong penanganan sengketa terkait dengan pemberitaan tidak menggunakan pasal pencemaran nama baik pada KUHP, namun menggunakan UU Pers. Pasal pencemaran nama baik dinilai sudah usang karena UU itu dibuat tahun 1917 untuk melindungi kepentingan penjajah. Surat bantahan bisa digunakan di media yang sama dan porsi pemberitaan yang sesuai.

 

SANKSI BAGI DOKTER

 

Sistem kesehatan di Indonesa dan pemantauan terhadap keluhan masyarakat terhadap standar layanan di rumah sakit, memang belumlah kuat bila tidak mau dikatakan sangat lemah. Namun sebagai pasien, kita berkewajiban memproteksi kepentingan diri kita (dan keluarga kita) dengan mengetahui hak dan kewajiban kita sebagai pasien untuk menjadi pasien yang cerdas, mawas dan awas.

 

Bila ada dugaan malpraktik, Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia bisa memberikan sanksi berupa peringatan tertulis, kewajiban mengikuti pendidikan atau pelatihan, sampai pencabutan izin praktek bila terbukti berpotensi merugikan pasien. Majelis Kehormatan tidak berwenang menyelesaikan sengketa pasien dan dokter. Sengketa bisa diselesaikan melalui lembaga mediasi atau jalur hukum.

 

Sumber : Suara Pembaharuan, Juni 2009; Hak & Kewajiban Pasien dan Doktr – Koran Tempo, 070609; Izin Dokter RS Omni Bisa Dicabut – Koran Tempo 130609; Pasien Cerdas, Dokter Cermat – Koran Tempo, 150609; Kasus Pencemaran Nama Baik Dewan Pers Dorong Polisi Gunakan UU Pers – Koran Tempo 150609; dan berbagai sumber.

Tokoh Tempo 2008

Selasa, Desember 30th, 2008

Alhamdulillah, ternyata Tempo pinter juga ya dalam mendorong dan menciptakan otonomi daerah yang baik, sehat dan produktif. Minggu kemarin, Tempo memilih 10 bupati atau walikota sebagai Tokoh Tempo 2008. Yaitu : Wali kota Solo, wali Kota Yogyakarta, Bupati Sragen, Wali Kota Blitar, Bupati Jombang, Bupati Badung, Wali Kota Tarakan, Wali Kota Makassar, Bupati Luwu Timur, dan Bupati Gorontalo.

 

Dengan kriteria seleksi atas pelayanan publik, transparansi, dan keramahan pada dunia usaha, kita masih sangat percaya bahwa masih ada orang yang bekerja bersih dan jujur di negeri tercinta ini.

 

Penghargaan Adiputra, PU Award dan semacamnya, seringkali efektif untuk memacu pemimpin di daerah untuk terus berprestasi, atau mempertahankan atas prestasi yang sudah dicapainya. Hanya saja, mungkin kita perlu pendekatan lain yang agak ekstrim. Semisal pemberian label atas Kota Terkotor, Kota Terkumuh, atau label lain di bidang yang akan dinilai. Agar pemimpin daerah memiliki rasa malu dan tanggungjawab moral untuk mengubah citra negatifnya menjadi lebih baik.

 

Tapi, akankah itu bakal efektif ?

Asosiasi Manager Resiko Ritel, perlukah ?

Senin, September 1st, 2008

Setelah terlahir Asosiasi Pengelola Resiko Bank, terpikir oleh saya : rasanya kita pun perlu mendirikan asosiasi sejenis. Seperti Asosiasi Pengelola Resiko Pusat Perbelanjaan atau Asosiasi Pengelola Resiko Ritel.

Alasannya :

1. Resiko di pusat perbelanjaan itu sangatlah banyak dan beragam. Mulai dari pungutan, perizinan, konstruksi, pengelolaan limbah hingga resiko operasional.

2. Dengan adanya pengelolaan resiko yang terukur, tentu saja pada akhirnya dapat memberikan keamanan dan keselamatan kerja dan layanan yang lebih baik.

3. Menjaga dan meningkatkan daya saing yang lebih sehat, khususnya terhadap pemain asing.

4. Kebutuhan akan adanya Mal atau pusat perbelanjaan yang ramah lingkungan.

5. Tuntutan persaingan yang harus dihadapi tanpa mengurangi faktor-faktor yang dapat berakibat pada lemahnya aspek keamanan dan keselamatan jangka panjang.

So, ada yang bisa menambahkan ?

Luruskan Niat

Kamis, Juni 19th, 2008

Jagalah niat dan luruskan niat. Semua itu akan menjelma menjadi sebuah sikap!

Sikap Kekanak-Kanakan

Kamis, Juni 19th, 2008

Adalah sangat lucu dan kekanak-kanakan, bila kita terus menerus menyesali masa lalu dan menuntut perubahan sikap orang lain, tanpa merubah sikap kita pada diri sendiri, belajar memahami terlebih dahulu sebelum ingin dipahami, dan menerima dengan tulus segala sesuatu yang pernah terjadi di masa lalu.

                                                                                 Bogor, 23 Mei 2008

Seharusnya Mahasiswa Pendemo Itu Malu…

Rabu, Juni 18th, 2008

Saat banyak orang pinter yang mengaku mahasiswa, lulusan sarjana, pemerhati kebijakan publik, aktivis atau apa pun namanya turun ke jalan, mendemo kenaikan BBM, Pak Junaidi malah turun tangan.

Ia tutun tangan dengan caranya sendiri untuk mensikapi kenaikan harga BBM. Ia buat energi biru.

Dengan segala kesederhanaan dan keluguannya, lelaki yang tinggal di Kecamatan Samarinda Ilir Samarinda ini mengembangkan energi altenatif dengan mengubah kotoran sapi jadi gas. Hasilnya, istrinya Irawati bisa menanak nasi dan menggoreng ikan dengan gas. Plus mampu menghasilkan 500 watt melalui mesin genset dan mampu menerangi hingga 4 rumah.

Padahal Pak Junaidi ini hanya tamatan SD yang belajar sendiri dari buku dan media massa, dengan bermodalkan baca tulis dan semangat saja. Tanpa harus minta-minta ke istana negara.

Aksi Pak Junaidi adalah aksi nyata untuk mengamankan kebutuhan BBM keluarganya sendiri. Tanpa harus teriak-teriak di bawah terik matahari, bentrok dengan polisi, memacetkan ribuan pengendara di jalan raya, dan tanpa kepentingan tersembunyi di dalam hatinya.

Ya, seharusnya para mahasiswa pendemo itu malu bila aksi demonya tidak disertai proposal nyata mengatasi kelangkaan minyak bumi ini. Juga malu, karena teriakan dan kata-katanya tak disertai dengan tindakan nyata untuk sekedar membuat karya yang sederhana.

Secara pribadi, saya pun malu pada Pak Junaidi…  

7 Pikiran Nyata yang Menyesatkan

Kamis, Juni 5th, 2008

Bahaya kebakaran, kerusuhan, banjir, shrinkage, matinya aliran listrik, ancaman bom, atau pun gangguan operasional lainnya (dengan segala potensi dan dampaknya) adalah sebuah resiko.

 

Bila dilihat dari konteks Retail Risk Management, sebuah resiko akan sangat berkait erat dengan paradigma seperti apa yang kita anut atau kita yakini. Tidak jarang, tanpa kita sadari bisa saja paradigma yang kita temukan atau paradigma yang kita anut adalah paradigma yang “useless”.

 

Lalu, paradigma seperti apa yang sebenarnya lebih “usefull” ? Berikut kami suguhkan paradigma baru menangani resiko, yang pada akhirnya diharapkan juga akan mempengaruhi bagaimana kita bertindak, dan kontribusi apa yang bisa kita berikan dalam upaya mencegah atau meminimalisasi resiko tersebut.

 

  1. Jangan tanyakan, “Apakah ada jaminannya, bahwa itu akan berhasil dan sukses ?”, namun tanyakan dengan tegas dan penuh percaya diri : “Apakah saya yakin sepenuhnya, bahwa itu akan berhasil baik ?”.
  2. Jangan berhenti bila rugi, tapi tentu saja “Dengan kecerdasan, harus kita ketahui kapan harus berhenti dan bagaimana saran para pakar dan staf ahli ?”.
  3. Jangan saat merasa takut lantas kita berpikir, “Cari aman. Jangan ambil resiko !”, namun berpikirlah sebaliknya, ”Pakai otak. Pelajari cara menangani resiko !”
  4. Jangan merasa atau menilai, ”Kerugian dan kekalahan itu memalukan” namun bersikaplah ksatria (akui, terima & perbaiki) dan tentu saja jangan malu untuk mengatakan, “Kali ini, saya merasa rugi/keliru/salah”.
  5. Jangan mau membayar untuk menanggung resiko, tapi cobalah untuk ”lebih bergengsi” : Dibayar untuk menanggung resiko!
  6. Jangan menganggap dengan ”Resiko terburuk saya jatuh miskin untuk selamanya”. Tapi ”Mungkin saja saya jadi bangkrut untuk sementara”.
  7. Jangan, jangan sama sekali untuk berpikir, ”Kadang perlu bersikap sebagai penjudi”, tapi ”Untuk maju, kita harus senantiasa dan siap bersedia mengambil resiko yang telah diperhitungkan”.

Kenaikan BBM : Menyengsarakan Semua Orang?

Selasa, Mei 27th, 2008

Hari Jum’at tangga 23 Mei 2008 merupakan salah satu hari yang bersejarah bagi Indonesia, karena pada hari itu diumumkan kenaikan harga BBM. Kita semua tentu tahu akibat dari pengumuman tersebut. Antara lan pada kenaikan harga kebutuhan pokok, kenaikan tarif angkutan, dan lain sebagainya.

Penulis sendiri merasa keberatan dengan naiknya harga BBM, karena tidak dibarengi dengan kenaikan gaji (lagi) dan kucuran bonus (lagi).

Untuk mengantisipasi gejolak / masalah sosial yang muncul, bersamaan dengan pengumuman tersebut Pemerintah juga menyampaikan langkah-langkah yang diambil. Seperti program BLT, pasar murah, smart card, dan lain sebagainya. Banyak orang yang menilai langkah yang diambil pemerintah kurang memadai, hanya menguntungkan jangka pendek, dan tidak berpihak pada rakyat.

Sebenarnya benarkah kenaikan harga BBM menyengsarakan? Dalam jangka pendek ya!

Jika kita melihat jangka panjang atau istilah kerennya “the other side of the coin”, maka akan dapat kita lihat berbagai nilai positif yang ditimbulkan. Ambil contoh Bapak Joko dari Madiun. Beliau berhasil menemukan bahwa air dapat digunakan sebagai bahan bakar. Sesuatu yang mungkin tidak terpikirkan oleh orang lain, bahkan mungkin para mahasiswa yang berdemo! Dengan bahan bakar yang bebas polusi dan tidak tergantung kepada harga minyak dunia, Indonesia akan menjadi negara di Asia Tenggara yang bersih dan membantu mengatasi masalah “Global Warming” dalam hal transportasi.

Kenaikan harga BBM akan memaksa kita untuk mengatur keuangan lebih baik lagi. Hal ini tentunya sulit bagi karyawan yang berpenghasilan pas-pasan atau rendah. Tetapi kita akan mulai kembali menata apa sebenarnya yang kita butuhkan bukan yang kita inginkan. Penyaluran BLT yang tidak mencapai sasaran atau banyak yang tidak mendapatkan, tentu saja dapat kita gunakan sebagai bahan pelajaran bagaimana cara mengatasinya agar jangan sampai terulang di kemudian hari.

Selama ini kita sudah berada di zona nyaman. Sejujurnya, dengan kenyamanan kita, apa yang sudah kita capai? Inovasi apa yang sudah bangsa ini hasilkan? Perekonomian dunia lebih banyak dikuasai oleh negara di mana tidak ada subsidi, sehingga warga negara dipaksa dan diberi kebebasan untuk berinovasi dan menemukan hal-hal penting yang memiliki nilai kompetitif di masa yang akan datang.

Untuk pembangunan yang berkelanjutan, dan berorientasi pada semangat kebangsaan untuk memerdekakan bangsa ini dari berbagai ketidakmandirian.

Penulis bukan ingin mendukung pemerintah (apalagi mendekati pemilu nih), namun ingin mengajak pembaca sekalian untuk mencoba merenung. Melihat dari sisi lain setiap masalah, dalam Islam istilahnya “Mengambil hikmah dari setiap hal buruk yang menimpa kita”.

Penulis :

Frizal Ramayanta – Pemerhati Retail Risk Management

“Earth Day” Sepanjang Ingatan…

Kamis, Mei 15th, 2008

Gerakan sayangi bumi pada Hari Bumi bisa jadi hanya jadi wacana saat kita mau memperingati Hari Bumi saja. Diulas diberbagai acara, mulai dari bahasan di sejumlah media, diskusi, konferensi hingga dibahas para pemimpin dunia. Selebihnya, bisa jadi kita kembali tanpa sadar tidak menyayangi bumi ini dengan sungguh-sungguh dalam kehidupan kita sehari-hari.

Seorang bule di Batam dipandang “aneh” saat ia berbelanja di pusat perbelanjaan supermarket membawa sendiri kantong belanjanya dari rumah dan menolak diberi kantong belanja oleh kasir. Akhirnya semua jadi faham, bahwa ia sengaja membawa kantong plastik sendiri dari rumahnya semata-mata karena ia peduli dan komit untuk menyayangi bumi ini.

Senyatanya, banyak cara untuk menyayangi bumi ini dengan cara sederhana dalam kehidupan kita sehari-hari :

1. Hemat Listrik. Mematikan penerangan ruangan kerja/kamar saat meninggalkannya (mematikan lampu jika tidak perlu), tidak membuka lemari es terlampau lama, mematikan komputer saat mau istirahat, menggunakan Time Management dalam operasional perusahaan, menyalakan AC satu jam setelah awal buka dan satu jam sebelum tutup dalam Business Hours, menggunakan lampu hemat energi, mengisi air bak secara sekaligus, menyetrika sekaligus (misal seminggu 2-3 kali untuk semua anggota keluarga).

2. Hemat Air. Mencuci kain pel di ember (bukan di pancuran air), mengecilkan kecepatan air saat mencuci, menyiram tanaman di sore hari (bukan di pagi hari).

3. Hemat Kertas. Mencetak kertas bolak-balik.

4. Hemat Bahan Pangan. Mengkalkulasi kebutuhan pangan untuk anggota keluarga dengan cara menanyakan apakah makan di rumah atau diluar; juga kalkulasi saat acara pernikahan; mengambil porsi makan secukupnya, habis dan tidak bersisa.

5. Menggunakan produk daur-ulang dan elektronik yang ramah lingkungan.

6. Menjaga kebersihan; memilah dan membuang sampah dengan baik dan benar;

7. Memanfaatkan ruang terbuka untuk ditanami dengan pohon rindang atau tanaman hias.

Semoga hari bumi bukan hanya seremonial saja. Mari kita cintai bumi dan lingkungan ini dengan tindakan, bukan sepanjang “ingatan”. Dan tetap turut terlibat berpartisipasi didalam kegiatan apapun, meski itu terlihat kecil dan sepele.

Kalau bukan kita, lalu siapa lagi ? Kalau buka sejak sekarang, lalu kapan lagi ?