Pasca Aksi 100 Hari Pemerintahan SBY-Boediono
Senin, Februari 1st, 2010Aksi 100 Hari Pemerintahan SBY-Boediono memang sudah berakhir. Namun bagi Risk Control Manager, pasca aksi ini menyisakan sejumlah pekerjaan-rumah, antara lain :
* Sejauh mana aksi ini mempengaruhi atau mengkoreksi perolehan sales
* Bagaimana peta keamanan wilayahnya, sehubungan pemetaan aspek keamanan untuk kepentingan Business Interuption bagi perhitungan premi asuransi, apakah perlu direvisi ?
* Apakah ada aspek-aspek teknis SOP/BCP Antisipasi Kerusuhan yang perlu diperbaiki?
* Sejauh mana prediksi awal yang sudah disampaikan ke seluruh kantor cabang / Branch Manager sudah presisif berkait dengan antisipasi kerusuhan?
Prediksi sosiolog Musni Umar di Jakarta (Kompas.com – 26/1/2010), menarik untuk disimak. Katanya, demo baru akan menggoyahkan pemerintah, kalau :
- Diikuti ratusan ribu massa hingga jutaan orang tumpah ruang ke jalan yang didukung pemberitaan media yang massif
- Ada isu sentral yang menjadi isu bersama, yang bisa menghipnotis publik untuk turun berdemonstrasi, seperti isu Tritura dalam gerakan angkatan 66 dan isu KKN tahun 1998.
- Ada faktor dukungan internasional yang tampak untuk melawan pemerintahan
Dan alhamdulillah, meski demonstrasi merebak, rupiah tidak goyah (tidak berdampak negatif terhadap pergerakan indeks saham dan nilai tukar rupiah).
Pernyataan sikap unjuk rasa, meski juga diwarnai dengan berbagai tuntutan masalah lain, namun isu sentralnya masih berkutat pada :
- Memberantas korupsi
- Menyelesaikan krisis kebangsaan
- Menyejahterakan rakyat
Sementara tuntutan massa dalam unjuk rasa 28 Januari 2010 kemarin, tetap mengusung 3 tuntutan “pokok” :
- Pansus Bank Century mengusut tuntas tanpa pandang bulu skandal Bank Century
- Presiden segera menonaktifkan Boediono dan Sri Mulyani Indrawati dari jabatannya.
- Presiden Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono mundur dari jabatan.
Beberapa catatan unjuk rasa yang terliput oleh IMan, dari sumber Detik.com, Kompas.com, KoranTempo, Elshinta dan sejumlah sumber lainnya, mendapatkan bahwa sebagaian besar demonstrasi di sejumlah wilayah relatif aman.
- Ambon : Damai.
- Balikpapan : 150 mahasiswa. Damai.
- Bandar lampung : 200 mahasiswa. Ricuh.
- Bandung : 1000 orang. Rusuh. 3 orang ditahan. Buruh Disweeping untuk Ikut Demo http://www.elshinta.com/.
- Banjarmasin : Damai.
- Banten : 200 mahasiswa. Ricuh, 3 orang ditahan. Mahasiswa memblokade Jalan Raya Serang-Jakarta menjelang kedatangan presiden.
- Batam: Damai.
- Bengkulu : 150 orang. Dua mahasiswa ditahan
- Bogor : Kawasan kota Bogor dijaga ketat Polisi
- Cirebon : Damai.
- Denpasar : Damai.
- Jakarta : Polisi disiagakan di berbagai titik demonstrasi yakni depan Istana, Gedung DPR/MPR, kantor Wapres, kantor Depkeu, Gedung BI, Bundara HI, KPK. Tempat-tempat itu dijaga ketat. 3 ruas jalan dialihkan. Kodam Jaya siap back-up polisi. Unjuk rasa damai. Polisi Larang Kerbau Ikut Demo di Bundaran HI
- Jambi : 300 mahasiswa damai
- Jember : Damai.
- Karawang : Damai
- Kendari : Damai
- Malang : Damai.
- MAKASSAR : 3000 orang. Ricuh (keributan paling parah). Pos keamanan milik PTPN XIV dirusak, truk tangki disandera dan memaksa masuk ke kantor Bank Mutiara di Jl. Sulawesi.
- Medan : 2000 orang, tanpa kericuhan
- Pontianak : Damai.
- Pekanbaru : Ricuh.
- Purwokerto : Damai.
- Samarinda : 150 mahasiswa. Damai.
- Semarang : Damai. Bawa Sapu, Pendemo Tuntut SBY Bersihkan Pemerintahan
- Solo : 300 mahasiswa. Damai.
- Surabaya : Gedung Grahadi dijaga ketat. 1000 orang. Damai. Gubernur Jatim sempat diteriaki “musuh rakyat” oleh demonstran.
- Yogyakarta : 300 mahasiswa. Damai.
Kota Lainnya :
- Aceh : 100 orang, damai.
- Baubau – Sultra : Damai.
- Ende – NTT : Damai.
- Kupang : 200 orang, ricuh. Seorang pegawai DPRD terluka.
- Mataram – NTB : Damai.
- Palu : 500 orang. Ricuh. Satu pengunjuk rasa ditangkap.
- Palangkaraya – Kalteng : Damai.
- Serang : 200 mahasiswa menolak kedatangan SBY.
- Sumenep : Damai.