Halaman Utama


Archive for the ‘Flood - Banjir’ Category

Banjir Samarinda Meluas & Lebih Parah

Selasa, April 21st, 2009

Banjir di Samarinda adalah pelajaran penting bagi kota-kota lainnya di Kalimantan yang memiliki kontur yang sejenis dengan kota Samarinda. Banjir yang sudah berlangsung 4 hari ini, jauh lebih parah dari banjir pertengahan November 2008 yang lalu.

 

Informasi ini kami berikan untuk digunakan sebagaimana mestinya, agar kita bisa mengantisipasi untuk meminimalisasi resiko lebih kecil lagi.

 

A. Luas genangan dan potensi yang mungkin terjadi :

 

1.      Ketinggian air mencapai hingga 2 meter, rata-rata banjir November 2008 : 50 – 150 cm, dan rata-rata banjir April 2009 : 30 s/d 100 cm.

 

2.      Areal Bandara Temindung terendam banjir hingga 1 meter dan rumah dinas karyawan bandara juga terendam. Jalan menuju bandara sudah tertutup air setinggi pinggul orang dewasa. Apron dan terminal terendam.

 

3.      Merendam tiga kecamatan :

 

a.      Samarinda Utara (terparah karena dekat dengan Sungai Karang Mumus yang meluap). Ketinggian air di Kelurahan Temindung Permai : 50 cm – 1,5 m. Kelurahan yang mengalami banjir : Sempaja Selatan, Sempaja Utara, Temindung Permai (korban tergenang 5426 KK), Gunung Linggai, Sungai Pinang Luar dan Lempake. Warga di Perumahan Griya Mukti Sejahtera terpaksa mengungsi atau membawa harta bendanya ke loteng rumah karena ketinggian air lebih dari satu meter.

b.      Samarinda Ilir

c.       Samarinda Ulu : sebagian Kelurahan Sidodadi tergenang parah dan seakan tidak pernah surut.

 

4.  Sekitar 7.000 rumah warga tergenang banjir dan merendam ratusan hektare areal sawah dan kebun warga.

 

5.  Jalan tergenang :

 

a.  Jalan protocol Jenderal Ahmad Yani yang merupakan salah satu ruas jalan menuju Bontang masih tergenang air 50 sentimeter & nyaris tidak bisa dilalui. Ruas jalan yang tergenang & lalu lintas terhambat: Lambung Mangkurat, DI Panjaitan, dan Jalan Rajawali. Jalan Cendawasih Kelurahan Gunung Keluai, Jalan Pemuda, Jalan Remaja, Jalan dr. Sutomo (Pasar Segiri : 1 meter), Gatot Subroto, Jalan Achmad Yani, Jl. Wahid Hasyim, Jl. Hasan Basri, Jl. S. Parman, Jl. Camar, Jl. Tekukur, Jl Pemuda I, Jl Pemuda II, Jl Pemuda III, dan Jl Pemuda IV dan Jalan Supomo. Ketinggian genangan : 30 cm s/d 70 cm.

b.  Jl Mayjen Soetoyo, Jl Dr Soetomo, Jl Ahmad Yani, Jl Antasari, Jl Gelatik, Jl Pemuda, Jl M Yamin, Jl PM Noor, dan sejumlah kawasan lain. Ketinggian air : 30 s/d 1 meter.

c.  Warga beraktivitas memakai perahu yang disediakan pemerintah,

 

B.  Penyebab :

 

1.      Banjir tahun 1998 lalu terjadi karena jebolnya Bendungan Benanga Lempake. Saat itu hampir separuh wilayah Samarinda tergenang cukup dalam.

2.      Akibat Waduk Menanga, Lempake, Samarinda Utara – 20 km dari pusat kota – tidak mampu menampung jutaan meter kubik debit air hujan, yang bersamaan pula dengan air pasang Sungai Karang Mumus dan Sungai Mahakam.

3.      Hujan lebat yang menyebabkan meluapnya sungai Karang Mumus, juga karena pendangkalan di Sungai Karang Mumus. Sehingga luapan air dari Bendungan Benanga ditambah pertemuan pasang Sungai Mahakam dan air laut mengakibatkan air menyebar dan menggenangi sejumlah wilayah di Samarinda

4.      Site plan tidak dipatuhi, drainase parah.

 

C.  Potensi dampak yang bisa terjadi :

 

1.      Warga khawatir banjir terus meluas karena curah hujan tinggi dan sistem drainase kota buruk. Kondisi itu diperparah dengan menyempitnya daerah tangkapan air akibat rusaknya perbukitan dan pengurukan rawa.

2.      Developer diminta membangun pengendali banjir.

3.      Ribuan rumah terendam dan 12 ribu orang mengungsi. Korban banjir : 80.424 jiwa (20.106 KK di 230 RT).

4.      Aktivitas warga, aktivitas usaha dan pengendara terganggu.

5.      Longsor di ruas Jl. Teuku Umar Rawa Indah mengakibatkan timbunan jalan menutup jalan.

 

D.  Kategori dampak bagi Operasional : Menengah

 

E.  Prakiraan Terburuk :

1.      Rendaman banjir bisa berlangsung lebih dari sepekan.

2.      Internal : Traffic dan sales bisa terkoreksi dua minggu kedepan.

3.      Eksternal : Berpotensi terjadi lagi banjir dengan resiko yang sama hingga Juni 2008.

4.      Beberapa kali dalam sepekan bisa terjadi pemadaman aliran listrik. Genset milik Building harus siap.

5.      Rawan air bersih dan gangguan kesehatan pencernaan dan kulit hari ke-4 dst.

 

F.  Antisipasi :

1.      Gunakan Business Continuity Plan (BCP) Banjir.

2.      Ikuti terus pantauan media massa terpercaya (al. Kaltim Post – Harian pagi pertama dan terbesar di Kalimantan Timur, http://www.kaltimpost.web.id/ – Cyber News, Samarinda Pos, www.sapos.co.id, www.kaltim.go.id, www.pln-wilkaltim.co.id, Tribun Kaltim, www.tribunkaltim.com, Samarinda – Teduh, Rapih, Aman dan Nyaman, www.samarinda.go.id, Samarinda City, www.samarindacity.com).

3.      Lakukan koordinasi dengan Building Management dan Aparat terkait

4.      Kontak terus ke Crisis Management Center untuk mendapat support dan informasi antisipatif.

 

 

Sumber : IMan 141108 “Waspadai Banjir Samarinda Bisa Meluas”, AGI – Security & Business Intelligent, Kompas.com, Liputan6, Metrotvnews.com, Republica.co.id, SamarindaCity.com, TempoInteraktif, Sapos.co.id, KaltimPost.web.id,

Peta Banjir di Palembang Sumatera Selatan

Senin, Nopember 24th, 2008

Jika di Kota Palembang terjadi hujan lebih dari 2 jam, maka akan berpotensi tergenang banjir setinggi lutut orang dewasa. Bila hujan lebih dari 4 jam disertai angin dan petir maka banjir bisa menggenangi pemukiman penduduk dan sebagian besar ruas jalan utama di Palembang.

 

Potensi banjir di Kota Palembang :

  1. Kelurahan Dua Ilir (Lorong Nakula dan Satria, dekat kantor kelurahan)
  2. Lima Ilir (Sianjur Tiga)
  3. Delapan Ilir. (Jalan Mayor Ruslan dan Kapten A. Rivai) sehingga kendaraan bisa terjebak kemacetan.
  4. Borang, Kenten 30 cm
  5. Kalidoni, Plaju, Sekip, dan Jakabaring 20 cm
  6. Jalan-jalan yang tergenang, al. Jalan R Sukamto, Jalan Sekip, Jalan Patal-Pusri, Jalan Rajawali, Jalan Ahmad Yani, dan Jalan Kolonel Atmo.

Dampak :

  • Pasar tradisional dan pertokoan beroperasi agak lebih siang. Para pedagang sayuran dan ikan di pasar Lemabang baru beraktivitas pukul 07.00.

Waspadai Banjir Samarinda Bisa Meluas

Jumat, Nopember 14th, 2008

Banjir di Samarinda adalah pelajaran penting bagi kota-kota lainnya di Kalimantan yang memiliki kontur yang sejenis dengan kota Samarinda.

 

Informasi ini kami berikan untuk digunakan sebagaimana mestinya, agar kita bisa mengantisipasi untuk meminimalisasi resiko lebih kecil lagi.

 

A.     Luas genangan :

 

1.      Ketinggian air mencapai hingga 2 meter, rata-rata 50 – 150 cm.

2.    Areal Bandara Temindung terendam banjir hingga 1 meter dan rumah dinas karyawan bandara juga terendam.

3.      Merendam tiga kecamatan :

a.      Samarinda Utara (terparah karena dekat dengan Sungai Karang Mumus yang meluap). Ketinggian air di Kelurahan Temindung Permai : 50 cm – 1,5 m. Banjir terparah terjadi di kelurahan Lempake, selain Sempaja Selatan, Temindung Permai, Gunung Lingai, dan Sempaja Utara

b.     Samarinda Ilir

c.     Samarinda Ulu : sebagian Kelurahan Sidodadi tergenang parah dan seakan tidak pernah surut.

4.      Sekitar 7.000 rumah warga tergenang banjir dan merendam ratusan hektare areal sawah dan kebun warga.

5.      Korban banjir 8.545 KK atau setara dengan 34.180 jiwa (Sumber : Sapos)

6.      Jalan tergenang :

a.     Jalan protocol Jenderal Ahmad Yani yang merupakan salah satu ruas jalan menuju Bontang masih tergenang air 50 sentimeter & nyaris tidak bisa dilalui. Ruas jalan yang tergenang & lalu lintas terhambat: Lambung Mangkurat, DI Panjaitan, dan Jalan Rajawali. Jalan Cendawasih Kelurahan Gunung Keluai, Jalan Pemuda, Jalan Remaja, Jalan dr. Sutomo, Gatot Subroto, Jalan Achmad Yani, dan Jalan Supomo. Ketinggian genangan : 30 cm s/d 70 cm.

b.      Jl. Mayjend. Sutoro : 100 cm.

c.      Warga beraktivitas memakai perahu yang disediakan pemerintah,

 

B.     Penyebab :

 

1.      Hujan lebat yang menyebabkan meluapnya sungai Karang Mumus, juga karena pendangkalan di Sungai Karang Mumus. Sehingga luapan air dari Bendungan Benanga ditambah pertemuan pasang Sungai Mahakam dan air laut mengakibatkan air menyebar dan menggenangi sejumlah wilayah di Samarinda

2.      Site plan tidak dipatuhi

 

C.    Potensi dampak yang bisa terjadi :

 

1.  Warga khawatir banjir terus meluas karena curah hujan tinggi dan sistem drainase kota buruk. Kondisi itu diperparah dengan menyempitnya daerah tangkapan air akibat rusaknya perbukitan dan pengurukan rawa.

2.  Developer diminta membangun pengendali banjir

3. Ribuan rumah terendam dan 12 ribu orang mengungsi

 

D.    Kategori dampak bagi Operasional : Menengah

 

E.     Prakiraan Terburuk :

1.      Internal : Traffic dan sales terkoreksi satu bulan kedepan.

2.      Eksternal : Berpotensi terjadi lagi banjir dengan resiko yang sama hingga Juni 2008.

 

F.     Antisipasi :

1.      Gunakan Business Continuity Plan (BCP) Banjir

2.      Ikuti terus pantauan media massa terpercaya (al. Kaltim Post – Harian pagi pertama dan terbesar di Kalimantan Timur, http://www.kaltimpost.web.id/ – Cyber News, Samarinda Pos, www.sapos.co.id, www.kaltim.go.id, www.pln-wilkaltim.co.id, Tribun Kaltim, www.tribunkaltim.com, Samarinda – Teduh, Rapih, Aman dan Nyaman, www.samarinda.go.id, Samarinda City, www.samarindacity.com).

3.      Lakukan koordinasi dengan Building Management dan Aparat terkait

4.      Kontak terus CMRT untuk mendapat support dan informasi antisipatif.

 

Sumber :

·          AGI – Security & Business Intelligent, Kompas.com, Liputan6, Metrotvnews.com, Republica.co.id, SamarindaCity.com, TempoInteraktif, Sapos.co.id.

Area / Lokasi Banjir di Tangerang

Kamis, Nopember 13th, 2008

Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang, termasuk juga kota langganan banjir.

 

CATATAN BANJIR 2007

 

Tahun 2007 banjir terjadi di lebih 20 titik di 12 Kecamatan, 40 kelurahan. 75 kawasan pemukiman & perkampungan. Daerah titik rawan banjir seluruhnya 74 titik rawan banjir. Ketinggian berkisar 20 cm s/d 350 cm. Dimana 15.000 orang mengungsi, dan 8000 unit rumah terendam. Di Kab Tangerang sendiri, tahun 2002 saat banjir besar terjadi : 33 rumah rusak, terendam 12.837 buah, rusak total 1.808 rumah, dan kerusakan sarana keagamaan seperti masjid dan musholla sebanyak 68 buah.

 

AREA / WILAYAH BANJIR

 

Dari berbagai sumber berita, inilah area / wilayah banjir yang pernah terjadi di Tangerang :

 

Ø      Benda

Ø      Bintaro

Ø      Cibodas, al. : Taman Cibodas 200 cm

Ø      Ciputat : Jombang

Ø      Jatiuwung

Ø      Karawaci (sebagian kecil). Khusus Komplek Menara Matahari, Karawaci Mal tidak banjir.

Ø      Ada 6 kecamatan titik banjir : Pakuhaji, Mauk, Kresek, Kemiri, Sepatan dan Kosambi.

Ø      Kec. Karang Tengah

Ø      Kec. Pinang, al. : Perum Pinang Griya, Perum Pinang Indah

Ø      Kec. Priuk, al :

ü      Perumahan Total Persada : 200 cm

ü      Perum Taman Elang 200cm

ü      Mutiara Pluit 200cm

ü      Perum Priuk Jaya 200 cm.

ü      Sangiang Permai 45 cm

Ø      Kel. Gelam Jaya : 60 – 300 cm.

Ø      Kel. Gembir : 60 – 300 cm.

Ø      Kel. Nam Jaya

Ø      Kel.  Larangan Utara – Kecamatan Larangan : 40 – 50 cm

Ø      Kel. Gembor : Perumahan Total Persada 45 cm

Ø      Komplek Segneg

Ø      Longsor : di Jalan Permata Pamulang

Ø      Perum Pondok Bahar

Ø      Perum Pondok Kacang Prima Pondok Aren

Ø      Pesanggrahan

Ø      Pondok Aren : Sekneg Pondok Kacang Barat 150 cm, Pondok Mahkota 150 cm

Ø      Pondok Arum

Ø      Kec. Ciledug (50 s/d  200 cm) :

Ø      Jl. KH Hasyim Ashari – Padurenan,

Ø      Jl. Raya Joglo Raya : 40 s/d 50 dan berpotensi s/d 100 cm

Ø      Karang Mulya.

Ø      Kawasan Cipadu,

Ø      Kel. Karang Mulya

Ø      Komp. Dep. Perdagangan

Ø      Mahkota Simpang

Ø      Perum Cileduk Indah I dan II terparah 30 – 200 cm,

Ø      Perum Duren Village,

Ø      Perum Puri Kartika (30 – 150 cm)

Ø      Pinang Griya

Ø      Pinang Griya Permai

Ø      Puri Beta (50 cm – atap rumah)

Ø      Villa Japos

Ø      Wisma Tajur : 150 cm

 

TRANSPORTASI TERGANGGU

 

Ø      BSD – Tangerang banjir sepanjang lebih kurang 300 meter

Ø      Ciledug – Cipondoh lumpuh, Ciledug Raya : 100 cm

Ø      Jl. KH Hasyim Ashari – Pedurenan putus total : air setinggi 60 cm

Ø      Jl. Raya Serang (Kab. Tangerang – Serang) Km 4,1 Kel. Jatiuwung terendam 200 cm

Ø      Putus : Depan SPBU Larangan, ITC Cipulir Mas, pertigaan Jl. Swadarma Raya (selutut).

Ø      Tol Serpong – Jakarta di Km 8,800 sepanjang 200 m setinggi lebih dari ban mobil.

Ø      Jalur “aman” Jakarta : Bintaro – Tanah Kusir – Tol Ciputat

 

Penyebab :

Ø      Antara lain adanya pendangkalan sungai Angke di Ciledug yang berada dekat dengan lokasi rawan banjir, kini mengalami pendangkalan serta dipenuhi lumpur dan sampah.

Ø      Sungai Cisadane dan bebepa anak sungainya meluap.

Ø      Sejumlah situ (danau) di Tengerang tidak terurus dan mengalami pendangkalan.

 

Solusi :

Ø      Dibutuhkan dana yang cukup besar untuk menormalisasi kali dan sungai, pembangunan saluran air atau drasinase, penurapan kali, normalisasi situ dan pembuatan kantong-kantong air. Termasuk penertiban bangunan-bangunan liar disepanjang kali dan rawa yang ada di wilayah Tangerang. Termasuk didalamnya membangun turap di Kali Ciputat dan Kali Serua di Kecamatan Ciputat.

Area / Lokasi Rawan Banjir Jakarta

Kamis, Nopember 13th, 2008

Banjir merupakan kejadian yang sifatnya sangat fluktuatif, dan dipengaruhi oleh daya dukung lingkungan itu sendiri. Seperti kondisi daerah resapan, sistem aliran, dan kondisi daerah tampungannya. Dengan mengetahui catatan banjir di tahun-tahun sebelumnya, sangatlah diharapkan dan sudah semestinya kita lebih siap menghadapi potensi banjir di tahun ini.

 

KERUSAKAN BANJIR TAHUN 2007

 

 

Ø      Tahun 2007, 70% wilayah Jakarta terendam, 33 kecamatan tergenangi banjir. Dampak : lebih luas daripada banjir 2002. Curah hujan mencapai +/- 339 mm.

 

 

Korban :

Ø      Korban : Korban-korban mayoritas tersengat listrik, kedinginan, sakit atau terbawa arus deras. Jumlah korban s/d 06/02/07 : 54 orang, 2 hilang.

Ø      397.991 orang mengungsi, 27.381 orang sakit di 244 pos kesehatan.

Ø      100.316 rumah warga rusak.

 

Sarana / Prasarana :

Ø      Listrik 11,38% mati, 2261 gardu listrik (Jakarta & Tangerang) dipadatkan.

Ø      Sentral telepon seluler dan jaringan internet terganggu. 83.302 SST terputus (al. SST bernomor depan 52, 515, 514 dan 25). 

Ø      Layanan perbankan terganggu (Layanan ATM & sistem kliring perbankan terganggu).

Ø      Rumah sakit tergenang : Medistra, Mitra Keluarga, RS. Mintoharjo (sedada). 48 puskesmas terendam.
 

Transportasi / Distribusi :

Ø      Pasokan barang terlambat. Aktivitas bongkar-muat distribusi barang di Pelabuhan Tanjung Priok terganggu. Akses menuju pelabuhan terputus. Penggerak pelabuhan mengandalkan Jl. Cilincing (Pelabuhan Priok – KBN/Komplek Industri Bekasi)

Ø      Tol terganggu : Tol BSD, Tol dalam kota hingga Jagorawi, Pulogadung – Cempaka Putih : 60- 70 cm, Taman Kota – Dispenda : 70 cm, Pulogadung – Halte Tugas : 100 cm, Warung Jati – Ragunan : 100 cm, Tol Serpong – Jakarta pada km 8,800 s/d 8,500.

Ø      Busway : Operasional Koridor I. Koridor II, III, IV, V, VI & VII tidak operasional.

Ø     138 ruas jalan yang sempat ditutup di wilayah DKI, Tangerang dan Bekasi, antara lain : Jl. Raya Kelapa Gading, Yos Sudarso, Tanah Kusir, Tanah Abang, Pondok Karya, Samsat, Jakbar, Citraland, Cengkareng, Ciledug, Kemang Bawah, Pangeran Antasari, Jl. Ahmad Basyuni, Gudang Peluru; Jl. Rasuna Said macet parah; Tangerang : Perumahan Karawaci.

Ø      KA Jabodetabek :

-          Banjir merendam sejumlah statsiun dan jalur kereta api di Jakarta, Bekasi & Tangerang.

-          15 Statsiun terendam dan seluruh jadwal perjalanan KA di Jawa terganggu. 120 kereta api tidak berfungsi. KRL Jakarta – Bekasi hanya separuh dari 80 yang beroperasi. Jalur rute KA Jakarta – Bogor lancar.

-          Tanah Abang – Serpong dan Jakarta – Tangerang lumpuh karena jalur terendam 1 m.

 

Ø      Maskapai penerbangan terganggu :

-          Kisaran penerbangan terlambat : 0,5 – 9 jam, rata-rata 1 – 2 jam.

-          Akses menuju bandara di Km 26 terhambat genangan yang memakan satu jalur jalan, sehingga kendaraan harus antre. Juga genangan pada kedua arus pada Km 34 (50 cm)

-          Pembatalan penerbangan domestik 66 Jadwal penerbangan & 49 jadwal kedatangan.

-          Penundaan kedatangan 10 jadwal & penundaan keberangkatan 11 jadwal.

-          Kedatangan jadwal penerbangan internasional yang batal ada 5 maskapai.

-          PINTU MASUK M1 dari arah Tangerang dibuka untuk umum. 

 

Ø      Kerugian Ekonomi :

-          Kerugian karena banjir besar di Wil. DKI & sekitarnya sementara diperkirakan 4,1 Trilyun. Sentimen negatif tekan IHSG. Resiko berinvestasi, terutama di kawasan-kawasan industri meningkat. Cashflow asuransi terganggu.

-          Harga sayur naik 2x lipat. Inflasi bulanan berpotensi meningkat.

 

PINTU AIR :

BATAS NORMAL & BATAS TERTINGGI YANG PERNAH TERJADI 2007

 

Ø      Ketinggian Tertinggi Pintu Air (Normal/pencapaian Tertinggi – cm) :

-          Angke Hulu (120/150)

-          Cengkareng Drain (120/300)

-          Cipinang Hulu (150/150)

-          Depok (200/260)

-          Karet (450/680)

-          Katulampa (80/100)

-          Koneng (100/180)

-          Krukut Hulu (100/110)

-          Manggarai (750/940)

-          Pasar Ikan (100/149)

-          Pesanggrahan (150/135)

-          Pulogadung (550/740)

-          Sunter Hulu (140/100)

-          Sunter Utara (80/260)

-          Sunter Selatan (100/265)

-          Tangki (100/150)

-          Waduk Pluit (-100/-110)

 

POTENSI LUAS GENANGAN :

(YANG PERNAH TERJADI 2007)

 

·        Jakarta Pusat (lokasi banjir/pengungsi)

1.      Bendungan Hilir

2.      Gambir : (2 lokasi/120 pengungsi)

3.      Gunung Sahari

4.      Kampung Bencong : 80-100 cm,

5.      Karet Tengsin

6.      Kemayoran

7.      Tanah Abang

 

Transportasi / Jalan terganggu :

8.      Depan Hotel Golden : 20-30 cm.

9.      Jl. Jatibaru : 20-30 cm,

10. Jl. Latuharhary : 40-50 cm,

11. Jl. Medan Merdeka Timur.

12. Jl. MH Thamrin (depan Sarinah) : 20-30 cm

13. Jl. Pangeran Jayakarta : 10-15 cm,

14. Jl. Roxy : 70-80 cm,

15. Jl. Sabang : 20-25 cm

16. Perempatan Coca-cola Cempaka Mas : 60-80 cm

17. Pertigaan Komando Bungkur : 20-30 cm

18. Underpass Blora : 20-30 cm

 

+++ Pengungsi : 48.935 orang.

Jalan Tergenang saat hujan besar :

19. Jl. Angkasa

20. Jl. Coca-Cola

21. Jl. Gunung Sahari

22. Jl. Jatibaru

23. Jl. Kebon Melati

24. Jl. Sudirman

25. Jl. Thamrin

 

·        Jakarta Utara : 30 cm s/d 1 m (lokasi/pengungsi)

1.      Angke

2.      Cilincing : (53 lokasi/7.950 pengungsi), al. : Sukapura, Jalan Cilincing : 50-60 cm

3.      Kapuk : 100 cm, Jalan Kapuk Raya : 20-25 cm

4.      Kapuk Muara : 70 – 200 cm

5.      Kelapa Gading : 50 – 200 cm, Komp. TNI, Kelapa Gading Mas Barat (sedada), Mal Kelapa Gading I, II, III.

6.      Kalibaru : 80 – 100 cm.

7.      Koja (38/7.468) : 6 kelurahan, 40 – 50 cm

8.      Marunda : 80 – 100

9.      Pademangan

10. Pegangsaan : 60 – 70 cm

11. Permai : 40 – 50 cm.

12. Pluit. Gerbang tol Pluit dari arah Kamal : 40 cm

13. Perumahan Pulo Mas (setinggi perut)

14. Rawa Badak, al. : Kel. Rawa Badak Selatan, Tanah Merah – Plumpung

15. Rorotan,

16. Semper Barat & Timur : 80 – 100 cm.

17. Sunter : 40 – 100 cm, Kawasan Sunter Podomoro : 50-70 cm, Kawasan Sunter Jaya : 80-100 cm

18. Tanjung Priok (20/1238)

19. Teluk Gong : 90-100 cm (Kel. Pejagalan, Penjaringan).

 

Transportasi / Jalan terganggu :

20. Depan Bintang Mas : 30-40 cm, Terowongan Bintang Mas : 80-100 cm

21. Jl. Cakung-Cilincing (depan pom bensisn) : 10-15 cm

22. Jl. Cakung-Tanjung Priok (depan BNI) : 70-80 cm

23. Jl. Gunung Sahari (depan Lantamal) : 20-30 cm

24. Jl. Janur Indah

25. Jl. Perintis Kemerdekaan : 50 – 80 cm

26. Jl. RE Martadinata (daerah terminal) : 20-30 cm

27. Jl. Swasembada Barat & Timur 30 cm.

28. Jl. Yos Sudarso : 30 – 80 cm

29. Kawasan Islamic Center : 30-40 cm

     

      +++  Pengungsi : 20.947 orang.

Jalan Tergenang saat hujan besar :

Jl. Cilincing

Jl. Martadinata

Jl. Pluit Raya

Jl. Teluk Gong

Jl. WTC Mangga Dua

Jl. Yos Sudarso (s/d 40cm)

 

·        Jakarta Barat (lokasi/pengungsi)

1.     Cengkareng (42 lokasi/14.270 pengungsi), al. : Kel. Rawa Buaya (60 – 80 cm) & Kembangan.

2.      Grogol (20/631), al. : Petamburan

3.      Joglo : 30 – 40 cm

4.      Kali Deres (6/305)

5.      Kebon Jeruk (19/2919), al. : Kebon Jeruk (arah Tangerang) : 50-60 cm, Kel. Kedoya Utara, Meruya Utara Kembangan (sepaha), Permata Buana : 50 – 75 cm.

6.      Kedoya

7.      Perbatasan Kembangan-Ciledug : 90-100 cm

8.      Perumahan Green Ville.

9.      Latumenten Empang : 60-80 cm

10. Palmerah (8/347)

11. Puri Grand Garden : 70 – 80 cm

12. Semanan

13. Semangka Palmerah : 20-30 cm

14. Taman Sari

15. Tambora

16. Tegal Alur

17. Tomang : 150 cm

Transportasi / jalan terganggu :

18. Depan Citraland (arah barat) : 20-30 cm

19. Depan Indosiar : 70-100 cm

20. Depan Samsat Barat : 90-100 cm

21. Depan Wali Kota Lama : 70-100 cm

22. Depan Walikota : 70 – 80 cm

23. Jl. Asirot, Kebon Jeruk : 60-80 cm

24. Jl. Daan Mogot : 70 – 80 cm

25. Keluar Tol Kembangan : 50-60 cm

 

Jalan Tergenang saat hujan besar :

Jl. Arjuna Selatan

Jl. Daan Mogot

Jl. Jembatan Besi

Jl. Kapuk

Jl. Kemanggisan

Jl. Kembangan

Jl. Kyai Tapa

Jl. Panjang, Kebon Jeruk

Jl. Rawa Buaya

Jl. S. Parman

Jl. Tubagus Angke

 

·        Jakarta Selatan (lokasi banjir/pengungsi)

1.      Cilandak

2.      Jagakarsa (6 lokasi/446 pengungsi)

3.      Kebayoran Baru (9/.8.857), al. Komp. Widya Chandra

4.      Kebayoran Lama (9/3.171)

5.      Kemang : 60 – 70 cm, Kemang Timur, Kemang Selatan : 70-80 cm

6.      Mampang (27/11.078), al. Mampang Prapatan

7.      Pancoran (7/5.940), al : Depan Polsek Pancoran : 30-40 cm

8.      Pasar Cipulir, al : Komp. Cipulir Estate (30 cm), Depan pasar Cipulir : 50 – 60 cm.

 9.   Pasar Minggu (28/16.666) : Banjir membawa lumpur dan sampah yang berpotensi membawa penyakit

10. Pesanggrahan (20/9.896)

11. Petogogan

12. Pondok Karya

13. Pondok Pinang Timur : 40-50 cm

14. Kel. Pejaten Timur : Ratusan rumah di RW 05, 07, 08 terendam setinggi pinggang orang dewasa. Air masuk pada pukul 01.00 malam.

15. Kel. Rawajati – Pasar Minggu, terendam banjir 1 m hingga 17 jam.

16. Setiabudi (7/1.639)

17. Tanah Kusir : 90-100 cm

18. Tebet (10/4.039), al. : Kelurahan Bukit Duri, Bukit Duri Tanjakan (sedada)

19. Tendean Tarakanita : 40-60 cm

20. Ulujami : puluhan rumah terendam karena meluapnya sungai Pesanggrahan.

 

Transportasi / jalan terganggu :

21. Depan Departemen Pertanian : 20-25 cm

22. Depan Hotel Four Seasons : 90-100 cm

23. Jl. Bangka : 50-80 cm

24. Jl. Buncit Raya

25. Jl. Casablanca : setinggi paha

26. Jl. Jeruk Purut : 40-50 cm

27. Jl. Kemang Raya : 30 – 150 cm

28. Jl. Raya Kalibata : 100 – 200 cm.

29. Jl. Rumput Padanan : 90-100 cm

30. Kalibata Raya : 100-200 cm

31. Kompleks Polri Pondok Karya : 80-100 cm

32. Perempatan Republika :      25-30 cm

33. Univ. Atmajaya, Benhil : 20-30 cm

 

+++ Pengungsi : 61.796 orang.

      Jalan Tergenang saat hujan besar :

Jl. Bukit Duri

Jl. Cawang

Jl. Cipulir

Jl. Hang Lekir

Jl. Kebayoran Lama

Jl. Kebon Pala

Jl. Lebak Bulus

Jl. Lenteng Agung

Jl. Pakubuwono

Jl. Pasanggrahan

Jl. Pejaten Barat

Jl. Sisingamangaraja

 

·        Jakarta Timur, 45 kelurahan terendam (lokasi banjir/pengungsi)

1.      Cakung (4 lokasi/8.643 pengungsi)

2.      Cawang, al. Cawang Kompor : 30-40 cm, Underpass Cawang : 40 – 400 cm, Terowongan Cawang akses ke Bogor, Bidara Cina tergenang 60 cm hingga berpotensi 310 cm.

3.      Ciracas (18/4.952)

4.      Cipayung : 4268 pengungsi

5.      Cipinang 150 cm, al : Perum Cipinang Indah : 70-80 cm, Cipinang Besar, Asrama Brimob (sedada).

6.      Duren Sawit (22/2005)

7.      Jatinegara, (44/12.692), al. : Perum Cipinang Indah, Jatinegara Barat

8.      Kampung Melayu : 150 – 700 cm, al : Kampung Pulo : 50-350 cm (Pengungsian di Santa Maria)

9.      Kebon Mangga, Matraman : 50-60 cm

10. Kramatjati (21/2730)

11. Makasar (28/19.173) : 150 cm

12. Matraman (4/1380) : 100 cm

13. Pasar Rebo : 68 lokasi

14. Pulo Gadung (12/13.411), al. : Perum Pulomas – Kel. Kayu Putih.

15. Pulo Gembang : 125 cm.

 

Transportasi / jalur terganggu :

16. Depan RS Duren Sawit : 40 – 50 cm.

17. Jl. Abdullah Syafi’i (Kampung Melayu – Casablanca) terputus total

18. Jl. Basuki Rahmat : 60 – 70 cm

19. Jl. Dewi Sartika – Cawang hampir tidak bergerak.

20. Jl. I Gusti Ngurah Rai : 50-60 cm

21. Jl. Kebon Nanas : 60-70 cm

22. Jl. Kol. Sugiyarto (depan RS Duren Sawit) : 40-50 cm

23. Jl. Otista Raya : 40 – 150 cm

24. Jl. Pemuda (depan Pos dan Giro) : 40-50 cm

25. Jl. Perintis Kemerdekaan : 70 – 80 cm

26. Jl. Pondok Kopi Cililitan 1 m

27. STIS – Kampung Melayu : setinggi lutut

28. Terowongan Dukuh Atas : 200 cm

 

Jalan Tergenang saat hujan besar :

Jl. Bidaracina

Jl. Pramuka

Jl. Otista

Jl. Halim Perdanakusuma

Jl. Cawang

 

NOMOR-NOMOR PENTING DARURAT

 

Ø      NOMOR-NOMOR PENTING ANTISIPASI BANJIR DKI : Posko kesehatan, layanan info 24 jam : (021) 348.35118 (posko hunting)

Ø      UNIT INFORMASI PENUNJANG BANJIR :

  • Telp (021) 382.2906 & Fax (021) 386.2022
  • SMS (kartu Halo) ke 3545 & * SMS (umum) ke 0811.816.400

Ø      PUSAT PENGENDALIAN KRISIS

  • Telp. (021) 382.3413, 382.2011

Ø      SATKORLAK PENGENDALIAN BANJIR

·        Jakpus : 384.3066

·        Jaktim : 4870.2443

·        Jaksel : 739.6321

·        Jakut : 490.152

·        Jakbar : 582.1725, 582.1765

Ø      DINAS PLN : 123

Ø      DINAS BINTAL KESOS (BANTUAN LOGISTIK) : 426.4675

Ø      PELAYANAN KEBAKARAN : 113

Ø      AMBULANS DKI : 118

Ø     Guna percepatan dalam proses recovery dan kemudahan koordinasi dengan Crisis Management Center dan Divisi Terkait, Unit Bisnis di lapangan wajib memiliki dan meng-update Posko Banjir terdekat, meng-update : Key Person List, List Crisis Management Unit Bisnis dan melaporkan melalui paperless report kepada Divisi Risk Management Kantor Pusat.

Sumber :

·          www.liputan6.com., Suara Pembaharuan, harian Kompas, Harian Media Indonesia, Harian Seputar Indonesia, Harian Koran Tempo, Detik.com; Seputar Indonesia, Elshinta.com, dan dari berbagai sumber.

7 Manfaat Peta/Lokasi Rawan Banjir

Kamis, Nopember 13th, 2008

Data area atau lokasi rawan banjir dari waktu ke waktu harus terus dipantau. Mulai dari kondisi terkini, peluang terjadinya nanti hingga kondisi terburuk yang pernah terjadi di setiap area lokasi banjir.

 

Dari pengalaman kami memantau bahaya banjir, setidaknya ada 7 manfaat yang bisa diambil oleh Div. Risk Management, yaitu untuk kepentingan :

 

  1. Sistem peringatan dini potensi bahaya banjir
  2. Percepatan evakuasi & recovery bagi operasional unit bisnis
  3. Dept. Benefit & Compansation – HRD (verifikasi & croscheck)
  4. Peta gangguan jalur distribusi pengiriman barang bagi Distribution Center.
  5. Pemilihan atau pemindahan gudang sementara / stock room
  6. Pemilihan peta wilayah bebas banjir untuk kantor cabang baru dan area bazaar.
  7. Antisipasi pengaruhnya pada potensi tindak pidana kriminal/kamtibmas (termasuk potensi shringkage secara tidak langsung).

 

Dengan mengetahui secara persis area / lokasi banjir, maka kita akan mengetahui secara lebih tepat pula untuk melakukan antisipasi yang lebih baik. Untuk itu, setiap gangguan operasional sekecil apa pun yang terjadi di Operation berkait denga banjir, harus dilaporkan kepada Departemen Crisis Management. Sehingga seluruh masukan dan data tersebut akan bermanfaat bagi unit bisnis lainnya yang akan melakukan perjalanan, atau pun untuk mengamankan operasional unit bisnisnya.

Banjir, Apa Saja yang Harus Diantisipasi Operasional ?

Rabu, Nopember 12th, 2008

Kita sadar betul apa yang sudah disampaikan oleh Emmy Hafild, Dir. Eksekutif Greenpeace Asia Tenggara, bahwa Indonesia merupakan salah satu negara yang paling beresiko terkena dampak perubahan iklim secara global. Dimana perubahan iklim akibat pemanasan global menyebabkan musim hujan lebih pendek, namun curah hujan jauh lebih tinggi.

 

Namun sayangnya, kita pun seolah “siap untuk selalu menderita” setiap musim hujan akan datang. Misalnya, dari pemda propinsi sudah meminta agar kota/kabupaten segera mengantisipasi, namun kota dan kabupaten tidak diberi dana yang cukup untuk mengantisipasi.

 

Dampak banjir termasuk kebocoran serius dari gedung akibat curah hujan yang tinggi, harus benar-benar diantisipasi. Batas normal rata-rata hujan 11-15 milimeter/hari. Bila +/-23 termasuk lebat. Dan waspadai, bila curah hujan diatas 50 mm/hr.

 

Lalu, antisipasi apa saja yang harus dilakukan bagian Operasional dalam menghadapi bahaya banjir dan curah hujan yang tinggi? Dengan mengidentifikasi kejadian-kejadian yang mungkin timbul yang sama-sama tidak diharapkan dan pada akhirnya dapat mempengaruhi operasional perusahaan, kita akan tahu apa saja yang harus kita lakukan.

 

Inilah sejumlah kejadian yang mungkin timbul :

 

1.      Pembawa kunci branch office, pimpinan unit kerja atau wakil kepala cabang terlambat.

2.      Jumlah karyawan Kasir & Security kurang, (al. karena : transportasi umum, termasuk kereta api & angkutan pribadi terganggu serius. Sejumlah ruas jalan tol padat merayap. Kendaraan roda dua sebagian masuk jalur tol).

3.      Kebocoran yang bisa mengakibatkan kerusakan IT & panel / electricity.

4.      Komunikasikan pengiriman barang terganggu serius.

5.      Sejumlah karyawan terjebak macet, terlambat atau pun tidak bisa masuk toko.

6.      Listrik dan internet di sejumlah wilayah mati/dimatikan.

7.      Komunikasi telepon dan seluler terganggu/terputus.

 

Tugas Anda sekarang, langkah apa saja yang harus diantisipasi bila kemungkinan-kemungkinan itu timbul.

 

Namun ingat :  Tidak pernah ada bencana yang persis sama datangnya. Karena itu, tidak pernah ada juga cara penanganan yang sama. Hanya kesigapan yang harus dijaga (Kesigapan Tangani Banjir, Kompas, 06/02/07).

Gelombang Pasang Akan Terus Berulang?

Rabu, Mei 14th, 2008

Gelombang Pasang atau banjr rob telah melanda beberapa wilayah di Indonesia. Banyak upaya sudah dilakukan. Mulai dari penyiapan karung pasir dan material lainnya, perbaikan tanggul yang sudah ada, peninggian tanggul secara permanen, hingga menyiapkan Pompa Air Bergerak.

Hanya saja upaya yang terakhir ini hanyalah dimaksudkan untuk menyedot genangan air yang terjebak di area yang tingginnya dibawah permukaan air laut. Sepertinya kita perlu upaya yang lebih berdampak jangka panjang, karena gelombang pasang dengan pemanasan global ini berkemungkinan besar akan berulang dan permanen. Upaya-upaya itu seperti :

1. Menetapkan tata ruang (tata kota) untuk 25 tahun mendatang dengan mengantisipasi garis pantai atau kenaikan paras muka air lut (sea level rise), disebabkan karena ketinggian air pasang yang bisa naik 80 cm s/d 220 cm, daratan pantai tenggelam hingga 100 cm per tahun, dan air laut masuk ke darat bisa sejauh 100 meter per tahun!

2. Melakukan penghijauan atau rehabilitasi hutan bakau / mangrove dan perlindungan area serapan.

3. Dan upaya-upaya lain yang berkekuatan “memaksa”, seperti melahirkan perda atas pemanfaatan air tanah agar permukaan tanah dan permukaan air tanah tidak turun karena proses abrasi. 

Berikut area yang seringkali terkena musibah gelombang pasang :

1. Jakarta Utara di : a) Kawasan Muara Baru yang menggenangi RW 17 (RT 5, 15, 16, 17, 18 & 19) dengan ketinggian genangan 80 cm s/d 193 cm, b) Jalan Tol Sedyatmo

2. Semarang.

Informasi ini diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mengantisipasi kerugian yang lebih besar, juga untuk kepentingan lainnya bagi masyarakat luas.

Peta Banjir Sulawesi

Senin, Mei 12th, 2008

Informasi berikut ini diharapkan dapat bermanfaat antara lain untuk :

1. Pengembangan tata wilayah, tata kota atau pengembangan wilayah industri.

2. Pemetaan untuk antisipasi area banjir bagi Pemda

3. Kepentingan investor

Area banjir di SULAWESI UTARA, antara lain :

Lima Kelurahan di Kota Manado yang terendam 1 – 3 meter (06/05/08), yakni Kampung Arab, Komo, Mahakam, Katame dan Tubir. Penyebab banjir diduga karena tidak lancarnya air Sungai Mahakam.

Peta Banjir Kalimantan Tengah

Senin, April 28th, 2008

Informasi berikut ini diharapkan dapat bermanfaat antara lain untuk :

1. Pengembangan tata wilayah, tata kota atau pengembangan wilayah industri.

2. Pemetaan untuk antisipasi area banjir bagi Pemda

3. Kepentingan investor

Area banjir itu, antara lain :

Meluapnya Sungai Barito (27/04) menyebabkan 3 kabupaten terendam banjir 10 s/d 30 cm. Antara lain : KABUPATEN BALITO UTARA : Kecamatan Kota Buntok (Jl. Pahlawan, Kartini, Hilir Simpet, Tabuk Buntok) dan Kota Muara Teweh, KABUPATEN BARITO SELATAN dan KABUPATEN MURUNG RAYA.