IR-Blog
Selasa, Maret 9th, 2010Mengintip tulisan blogger dari Wicaksono mengenai “Percakapan Telanjang” di Koran Tempo, 09 Maret 2010 lalu, tulisan Pak Wicaksono ini telah memberi inspirasi bagi saya bahwa pemanfaatan blog (juga sebenarnya jejaring sosial yang lain), bisa kita manfaatkan dan kita dayagunakan secara lebih cepat, lebih baik, dan lebih efektif untuk kepentingan Industrial Relation di perusahaan.
Target-target tujuan dari Industrial Relation, sebenarnya dapat kita peroleh dengan berbagai cara. Bisa dengan membuka akun di Facebook dengan moderasi yang ketat dan bersifat tertutup hanya bagi karyawan yang resmi terdaftar di perusahaan, bisa juga dengan membuat blog.
Baik blog maupun jejaring social yang kita pilih (facebook, twitter), maka blog yang ditulis dan dipublikasikan tentu saja harus didukung oleh Divisi HRD dan perusahaan.
Manfaat yang bisa diperoleh bisa sangatlah banyak dan sebatas imajinasi kita :
#1. Memperkuat hubungan antara perusahaan dengan karyawan melalui media yang dibuat, difasilitasi, dan “dimediasi” oleh IR.
#2. Memperkuat citra, posisi dan peran IR sebagai bagian yang paling ahli dan paling bijak untuk menyelesaikan semua permasalahan hubungan komunikasi antar karyawan, antara atasan dan bawahan, dan antara karyakan dan perusahaan dalam konteks hubungan industrial.
#3. IR-Blog akan menjadikan wajah perusahaan lebih manusiawi, karena komunikasi yang terjadi didalamnya berlangsung secara telanjang (naked conversation).
#4. IR-Blog juga akan memberikan keuntungan jangka panjang, yaitu menjadi semacam sekolah bagi karyawan, serta sekaligus memberikan edukasi dan menambah pengetahuan tentang ikatan karyawan, peraturan perusahaan, dan lain sebagainya.
#5. Program-program terpenting IR dapat disampaikan dan disosialisasikan melalui blog.
#6. Edukasi dan sosialisasi yang disampaikan dengan gaya personal dan kasual, amat sangat memungkinkan karyawan sebagai si pembaca akan merasa berhadapan dengan seorang manusia, bukan labirin birokrasi sebuah korporasi.
#7. IR-Blog ini lebih jauh tentu bisa memanjakan karyawan-karyawan potensial dan karyawan-karyawan prestatif, karena karya dan kontribusi mereka diapresiasi oleh Manajemen dan beritanya disebarkan kepada semua member.
#8. IR-Blog (atau Facebook IR) mungkin belumlah sempurna di awal-awal, namun dengan membuka pintu-pintu komunikasi yang lebih luas, IR-Blog bisa mendengarkan karyawannya secara lebih utuh, lebih mendalam, dan lebih baik. Karena IR-Blog adalah tempat mendengarkan suara keluhan dan kebutuhan karyawan sekaligus.
Nah, bila kita bisa melihat begitu banyak manfaat yang bisa kita dapat dari IR-Blog, kenapa tidak langsung saja kita jajaki dan kita tindaklanjuti ?
Hanya saja, mengenai keamanan dan moderasi arus komunikasi di blog, tentu saja bisa dimoderasi lebih ketat dengan menggandeng dan meminta bantuan dari Divisi IT. Karena sekali IR-Blog itu sudah diluncurkan, maka komitmen untuk membuka komunikasi itu benar-benar harus dikelola, dirawat dan dijaga terus-menerus.
Pesan terakhir dari Pak Wijaksono dalam tulisan itu amat jelas, ”Jika blog itu dibiarkan hidup segan mati tak mau, atau malah ditutup, citra perusahaan pun akan jatuh”.