Halaman Utama


Archive for the ‘Safety & Health’ Category

Kaki Gajah Sudah Menyerang di 318 Kab/Kota

Rabu, Nopember 4th, 2009

Penyakit kaki gajah (filariasis) adalah penyakit menular yang terabaikan, selain penyakit kusta, frambusia, dan schistosomiasis. Buktinya penyakit ini telah menyebar luas hampir di seluruh propinsi. Hingga September 2009, menurut Dirjen Pengendalian Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Depkes, telah tersebar di 318 kabupaten/kota di Indonesia.

Penyakit infeksi menahun ini disebabkan oleh cacing filarial dan ditularkan oleh nyamuk. Penyakit menular ini bisa berdampak pada cacat seumur hidup dan stigma sosial bagi penderita dan keluarganya.

Filariasis ini dapat menimbulkan cacat tetap berupa pembesaran kaki, lengan, kantung buah zakar, payudara, dan kelamin wanita. Penyakit ini juga dapat menyerang semua orang, baik laki-laki, perempuan, anak-anak, maupun orang tua.

Untuk mengeliminasi penyakit yang dampaknya sangat luas ini, Depkes sedang melakukan pengobatan missal untuk 32 juta penduduk. Pemerintah sudah menyiapkan obat yang harus diminum Diethyl Carbamazine Citrate (DEC), Albendazol dan parasetamol untuk mencegah reaksi pengobatan.

Informasi lebih rinci mengenai penyakit ini, cara penularannya, gejala klinisnya, diagnosis, dan pengobatannya dapat dilihat di Infeksi.com ini.

Sumber :

  • Rp 2 Miliar untuk Berantas Kaki Gajah di Bandung, Koran Tempo – 031109
  • 318 Kabupaten/Kota Endemi Filariasis, Koran Tempo, 021109
  • Pengobatan Massal Filariasis Dicanangkan, Koran Tempo, 031109
  • Pengobatan Massal Filariasis Dilanjutkan, Koran Tempo 191109

AWAS, WASPADAI FLU BABI !!

Senin, Juli 6th, 2009

Penyebaran flu H1N1 antarmanusia sudah terjadi di Indonesia. Info terakhir dari WHO per 1 Juli 2009, sudah 77.201 orang yang yang terjangkit flu babi, dengan kematian 332 orang di 105 negara. Indonesia telah mencatat 20 kasus positif Influenza A H1N1. Dari 20 kasus positif, satu orang dinyatakan sembuh.

Pasien yang tertular semuanya mempunyai riwayat perjalanan ke luar negeri. Meski sejauh ini proses penularan hanya di luar negeri, belum di Indonesia, namun besar kemungkinan kedepan, kasus yang tercatat akan bertambah banyak sehubungan dengan banyaknya orang yang melakukan perjalanan ke luar negeri.

Flu Babi (Flu A, Swine Influenza, Influenza H1N1) pertama kali ditemukan kasusnya di Amerika Serikat tahun 1976, kemudian di Filipina tahun 2007. Dan mulai merebak tahun 2009 ini dengan ”pusat episentrum” dari Meksiko. Flu Babi bisa lebih ganas daripada flu burung dalam urusan kecepatan yang menyebabkan kematian.

Asal-muasal virus strain baru H1N1 itu masih tanda tanya. Yang baru diketahui saat ini adalah virus baru ini merupakan gabungan dari virus avian (burung), babi dan manusia. Meksiko merupakan importir babi AS terbesar di dunia.


Anehnya, otoritas Meksiko telah menginspeksi peternakan-peternakan babi di negeri itu dan tidak ditemukan tanda-tanda flu babi di antara hewan-hewan babi. Hingga kini tak seekor pun babi yang terinfeksi flu ditemukan di Meksiko.

Jadi darimana sumbernya? Misterius!

FAKTANYA KINI : FLU BABI (SWINE INFLUENZA) TELAH BERADAPTASI DAN MENYEBAR DENGAN CEPAT DI ANTARA MANUSIA. Firus Flu Babi telah menunjukkan kemampuan terus menerus untuk menular dari manusia ke manusia, dan telah menyebabkan penularan pada level komunitas dan menyebar secara pandemik antar negara.

RESPON & INFO TERKINI

Ø WHO : flu babi menjadi pandemi (wabah besar-besaran) dalam skala global yang mengancam dunia. Penyebaran penyakit ini sangat cepat dalam beberapa hari.

Ø Uni Eropa mengimbau tak kunjungi Meksiko dan Amerika Serikat.

Ø Presiden SBY pernah memanggil sejumlah menteri untuk membahas ancaman serangan flu babi untuk melakukan tindakan yang cepat dan tepat.

Ø Departemen Kesehatan AS telah mengumumkan darurat kesehatan publik sebagai langkah pencegahan.

Ø Pemerintah Meksiko pernah menutup sekolah dan tempat-tempat umum, serta menganjurkan untuk menghindari jabat tangan, tidak berciuman, dan menghindari tempat-tempat publik. Juga menganjurkan seminimal mungkin menggunakan metro (kereta bawah tanah), bis dan moda transportasi umum lainnya. Bahkan pertunjukan sepakbola pun dilakukan secara tertutup tanpa penonton. Kegiatan sehari hari dan kegiatan ekonomi menjadi terganggu. Konsumsi akhir minggu terkoreksi hingga 50 %. Jalan-jalan protokol lengang. Pasar tradisional, mal dan taman-taman publik tampak sepi dari pengunjung.

Ø Flu babi sempat menimbulkan kekhawatiran di pasar finansial global. Nilai saham perusahaan obat melonjak, sementara saham perusahaan penerbangan dan sektor industri perjalanan menurun. Investor pun sempat cemas pandemik ini bisa memperlambat pemulihan ekonomi global.

STATISTIK & SEBARAN KORBAN

Ø Pertama kali dideteksi muncul di Meksiko pada 13 April 2009

Ø WHO per 1 Juli 2009 : 77.201 orang terjangkit flu babi, kematian 332 orang di 105 negara.

Ø Saat tahap awal pandemik, korban umumnya berusia produktif : 25 – 45 tahun, namun kini sebaran juga mengarah pada semua usia.

GEJALA :

Ø Demam tinggi (lebih dari 38 derajat Celsius), batuk, sakit kepala, pilek, lesu (kehilangan nafsu makan), letih, nyeri tenggorokan, nyeri pada otot dan sendi, nafas cepat, atau sesak nafas.

Ø Beberapa penderita mengalami hidung berlendir, tenggorokan sakit, mual, muntah (muntah-muntah), dan diare.

PENYEBAB :

Ø Virus influenza A, subtype H1N1, H1N2, H3N1, H3N2, dan H2N3 (Flu Burung disebabkan virus H5N1)

Ø Note : H1N1 memuat perpaduan materi genetik virus yang biasa ditemukan pada manusia, unggas, dan babi.

MEDIA PENULARAN :

Ø Binatang, terutama babi.

Ø Penyebaran flu H1N1 antarmanusia sudah terjadi di Indonesia.

CARA PENULARAN :

Ø Melalui udara dan kontak langsung dengan penderita lewat batuk, bersin atau benda-benda yang pernah bersentuhan dengan penderita. Saat ini sebagian besar penyakit adalah ringan dan sembuh dengan baik.

MASA INKUBASI & DIAGNONIS :

Ø Masa Inkubasi : 3 – 7 hari ntuk mendiagnosis infeksi influenza babi A, sebuah spesimen biasanya diambil 2 – 5 hari ketika proses pembiakan virus mulai terjadi pada orang yang terinfeksi. Meski begitu, masa shedding virus ini pada beberapa orang, terutama anak-anak, dapat mencapai 10 hari atau lebih.

Ø Pemeriksaan untuk memastikan positif tidaknya pasien antara lain dengan melihat hasil pemeriksaan cairan tenggorokan, hidung dan darah.

PENCEGAHAN PENULARAN

Ø Bila sakit dengan gejala influenza, gunakan masker dan tidak berdekatan dengan anggota keluarga yang lain dan segera menghubungi petugas kesehatan.

Ø Hindari bepergian ke luar negeri apabila sakit, dan berhati-hati bila berkunjung ke luar negeri.

Ø Bagi Penderita yang mengalami gejala itu, 1) penderita sebaiknya tetap tinggal di rumah untuk mencegah atau mengurangi kontak dan penyebaran/penularan ke orang lain, 2) Jangan naik pesawat terbang, dan 3) Menelepon dokter/rumah sakit untuk minta cara penanganan yang tepat (Jangan pergi langsung ke klinik/rumah sakit yang belum siap menerima kedatangan pasien flu babi).

Ø Bagi penderita, jika batuk dan bersin tutup hidung dan mulut dengan tisu atau tangan. Buang tisu ke tempat sampah. Cuci tangan setelah kena batuk atau bersin.

Ø Gunakan masker

PENGOBATAN :

  1. Golongan adamantanes (amantadine & remantadine)
  2. Golongan neuraminidase inhibitor (osaltamivir atau Tamiflu & zanamivir)

VAKSIN :

Ø Belum ada

ANTISIPASI :

  1. Tidak bepergian ke negara-negara yang telah melaporkan kasus flu burung.
  2. Sering/rajin mencuci tangan dengan sabun dan air atau cairan pembersih berbahan dasar alcohol dan mengeringkan dengan tissue atau lap bersih, terutama jika menyentuh pegangan pintu, meja, kursi di tempat umum. Virus bisa hidup selama 2 jam di udara terbuka.
  3. Melaksanakan etika batuk dan bersin dengan benar.
  4. Pola hidup sehat dan bersih (istirahat yang cukup, makan makanan bergizi, minum banyak air, berolahraga, dan mengelola stres).
  5. Menghindari tempat ramai maupun kontak langsung dengan penderita flu.
  6. Jangan menyentuh mata, hidung, dan mulut karena virus mudah menular lewat kebiasaan itu.
  7. Menggunakan masker saat kontak dengan orang yang diduga penderita flu babi.
  8. Menghindari (hati-hati) melakukan kontak langsung dengan babi
  9. Memasak makanan dengan suhu minimal 70 derajat Celcius / 160 derajat Fahrenheit.

UPAYA PEMERINTAH / DEPKES :

  1. Meningkatkan kewaspadaan di seluruh jajaran kesehatan serta mengirimkan Surat Edaran baru dari Menkes dan Dirjen P2PL yang menyatakan adanya kasus influenza H1N1 baru di Bali dan Jakarta
  2. Pengecekan ke maskapai-maskapai penerbangan terutama yang berasal dari negara-negara yang tertular flu burung.
  3. Melakukan skrining (thermo scanner & body cleaning) terhadap para pendatang yang berasal dari daerah-daerah terinfeksi flu babi. Memasang alat deteksi suhu tubuh (thermal scanner) yang bisa mendeteksi suhu tubuh di atas 3 derajat Celsius di 10 bandar udara dan pelabuhan Indonesia. Otoritas kesehatan pelabuhan di Batam telah memasang mesin pembersih virus yang melekat di tubuh para pendatang (body clean disinfection health quarantine)
  4. Impor daging babi dan semua produk turunannya dihentikan dan dilarang. Petugas peternakan ditugaskan mengawasi kondisi peternakan dan penampungan babi.
  5. Rp 38 Milyar disiapkan RI untuk tangani Flu Babi.
  6. Meningkatkan aktivitas semua fasilitas kesehatan di RS, KKP, Laboratorium dan sarana kesehatan lainnya
  7. Meningkatkan kesiapan logistik serta kemampuan SDM, antara lain Pelatihan kesigapan menyangkut cara evakuasi, pengiriman ke rumah sakit, hingga pengobatan terhadap pasien yang diduga terinfeksi flu babi.
  8. Meningkatkan komunikasi, informasi dan edukasi kepada masyarakat (Jumpa Pers, Iklan Layanan Masyarakat, Talkshow di Radio dan Televisi, Poster dan Leaflet).

  1. Masyarakat dapat menghubungi Posko Kejadian Luar Biasa (KLB) : Telp. 021 4257125; Fax : 021 42877588 ; Email : poskoklbp2pl@yahoo.com ; Call Center : 021 30413700; Website Depkes : www.depkes.go.id dan www.penyakitmenular.info.

  1. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Pusat Komunikasi Publik Sekjen Depkes, telepon/fax : 021 529 07 417 – 9 dan 5292 1669, email : puskom.publik@yahoo.co.id.

UPAYA LAIN :

  1. Pemerintah juga harus mengawasi ketat, menghentikan dan melarang sementara impor daging lain yang berpotensi membawa virus flu babi.
  2. Melalukan upaya preventif BioSecurity dengan sistematis, antara lain :
  1. Badan karantina untuk mengantisipasi masuknya flu babi dari negara lain dapat dioptimalkan.
  2. Mendeteksi semua peternakan babi. Apalagi sebelumnya telah ditemukan virus H5N1 dalam babi. Jadi bukan tidak mungkin virus H1N1 telah merasuki sebagian babi yang ada di sekitar kita.
  3. Memantau & mensurvei populasi babi yang ada, juga melakukan sterilisasi di tempat pembesaran ternak babi penyemprotan disinfektan dengan penyemprotan disinfektan di kandang-kandang bagi dan lingkungan sekitar secara bertahap.
  4. Pengetatan pengawasan dari jalur pengangkutan daging babi dengan cara memeriksa dokumen dan kondisi daging babi yang dibawa. Plus pos-pos atau titik-titik barang masuk diperketat untuk memantau perdagangan daging babi yang berasal dari luar kota.
  5. Los daging babi selama ini juga sudah ditempatkan di tempat terpisah dengan penjualan daging lainnya sehingga tidak bercampur.

Sumber :

Flu Babi Semakin Membabi-buta, IMan 280409, Flu Babi Kini Mulai Menghantui, IMan-030709; Tambahan Kasus Baru Influenza A H1N104 Jul 2009, http://www.depkes.go.id/; Koran Tempo, 28 & 29 April 2009, 3 Juli 2009; Suara Pembaharuan, 3 Juli 2009, Detik.News, 28 & 29/04/09; epaper Kompas, 28 – 30/04/09.;

Biasakan Beristirahatlah Selalu Di Luar Ruangan

Selasa, Juni 23rd, 2009

Bila kita merasa malas bekerja dalam jangka waktu yang lama, diiringi oleh keluhan kesehatan ini itu, bisa jadi anda kena penyakit orang kantoran.

 

Gejalanya bisa ringan, bisa serius. Gejala ringan seperti merasa ngilu dan merasa tak tangkas bergerak (osteopenia, osteoporosis), cepat letih, sulit berkonsentrasi, iritasi mata, kacamata jadi berlensa plus, sakit kepala, batuk berkepanjangan atau kulit dirasakan kering.

 

Gejala serius bisa berupa radang paru-paru, jantung, gagal ginjal, gangguan system reproduksi, gangguan system syaraf, asma, bronchitis, bahkan bisa berupa kanker yang mematikan.

 

Semua itu bisa disebabkan karena kantor bisa menjadi sarang penyakit. Mulai dari bakteri, kuman dan virus yang bersemayam dalam karpet, kain horden hingga keset yang lembab. Khusus di ruang ber-AC yang berkisar 18 s/d 22 derajat Celcius akan memperpanjang usia bakteri dan kuman bisa tahan sampai 15 menit yang biasany di luar ruangan mati dalam waktu 5 menit.

 

Selain itu, penyabab penyakit orang kantoran bisa dari polutan yang bersumber dari perilaku tidak sehat dan peralatan kantor. Mulai dari asap rokok, mesin fotocopy, printer, fax, karpet, furnitur, dan cat. Perlengkapan tadi adalah pembawa ozon dan timbal yang bisa menyebabkan sakit kepala, iritasi, sakit pada dada, sembelit bahkan kanker.

 

Lalu bagaimana cara meminimalisasi dampak buruknya ?

#1. Berlakukan ”Zona Larangan Merokok” di semua ruang termasuk tangga darurat, tanpa terkecuali.

 

#2. Bersihkan ruang kantor secara rutin : pel lantai dengan desinfektan, bersihkan jendela dan ventilasi AC/jendela dan buang sampah setiap hari.

#3. Hindari penggunaan karpet di dalam ruang kerja, juga ruang meeting.

 

#4. Banyaklah bergerak dengan mendatangi rekan sekerja untuk membahas sebuah masalah, memfoto copi sendiri, dan membawa sendiri air minum (8 liter sehari).

#5. Biasakanlah untuk istirahat di luar ruang. Bila anda membawa makanan dari rumah, setelah anda makan, jalan-jalanlah keluar. Upayakan anda melihat langit dan menghirup udara luar guna mengisi paru-paru dengan udara luar yang lebih bersih. Atau pilih taman untuk beristirahat dengan ditemani minuman sehat seperti juice buah.

 

#6. Miliki pola hidup sehat, istirahat yang cukup, 4 sehat 5 sempurna dengan memperbanyak sayur, cukup minum dan mampu memanajemini stress.

#7. Olah raga yang teratur, seperti jogging jalan pagi 20 s/d 30 menit setiap hari.

 

Sumber : Ancaman dari Kantor & Kantor = Sarang Penyakit, Koran Tempo, 22 Maret 2009, dan berbagai sumber.

Kode Daur Ulang Plastik

Jumat, Maret 13th, 2009

Banyaknya produk plastik yang dijual di Departemen Store atau supermarket, bagi Divisi Risk Management tentu saja harus diawasi. Terutama produk plastic yang mengandung Bisphenol A (BPA). BPA banyak ditemukan pada wadah minuman, pelapis kaleng makanan, dan peralatan medis.

 

Sebagai bahan kimia, BPA yang digunakan untuk memperkeras plastik dampaknya diduga akan menetap di tubuh lebih lama dari dugaan semula. Penelitian tahun 2008 di Inggris menunjukkan tingginya tingkat BPA dalam tubuh berhubungan dengan penyakit jantung, diabetes, dan tidak normalnya enzim hati. Bahan BPA ini juga mengganggu hormone ekstrogen tubuh.

 

Agar konsumen dapat menggunakan produk plastic dengan aman, maka pedoman dari PlasticFreeBottles.com, Trent University, maka disarankan setiap orang (konsumen) yang akan memakai produk plastic untuk melihat terlebih dahulu kode daur ulang yang biasanya tertera di bagian bawah botol plastic.

 

Khusus untuk botol susu, masih ditemukan untuk merk tertentu produk plastic yang tak berkode daur ulang. Dan tentu saja, hal ini dapat merugikan (membahayakan) konsumen. Termasuk bisa mengundang gugatan dari pihak ketiga (institusi/LSM) yang berkiprah dalam usaha perlindungan konsumen.

 

Kode Daur Ulang Plastik

 

Kode daur ulang plastic adalah kode nomor dalam segitiga berpanah dalam arah jarum jam. Setiap kode menunjukkan bahan, kegunaan umum dan rekomendasinya.

 

Khusus untuk botol plastic (botol air minum, soft drinks), rantang makanan, wadah kosmetik yang berkode “1” / PET (Polyethylene Teraphthalate) sebaiknya dipakai sekali saja, karena bila dipakai lebih dari sekali berpotensi mengandung bakteri.

 

Kode “2”/HDPE (Polyethylene berat jenis tinggi) yang biasanya digunakan untuk tas plastic belanja, botol deterjen, botol jus dan susu. Produk berkode daur ulang ini dianggap aman.

 

Kode “3”/PVC (Polyvinyl chloride) yang biasanya digunakan untuk selang air, kantong darah atau pembungkus daging, harus kita hindari. Karena bisa melarutkan pththalate kedalam makanan atau cairan.

 

Kode “4”/LDPE (Polyethylene berat jenis rendah) dianggap aman untuk digunakan. Biasanya digunakan untuk kantong makanan beku, kantong roti, atau botol yang bisa ditekan.

 

Kode “5”/PP (Polypropylene) juga dianggap aman. Biasanya digunakan untuk peralatan tahan microwave dan container sekali pakai.

 

Kode ”6”/PS (Polypropylene) juga harus dihindari. Karena bisa melarutkan styrene, dan berkemungkinan menjadi penyebab kanker. Biasanya digunakan untuk karton telur, peralatan dapur plastik, pak foam, CD, dan tempat video.

 

Kode ”7” yang umumnya Polycarbonate juga harus dihindari, karena bisa melarutkan BPA yang bisa mengakibatkan kerusakan kromosom. Biasanya digunakan pada botol bayi, botol minum, dan bungkus alat-alat elektronik.

 

Satu hal yang sangat kuat : adalah hak konsumen untuk mengetahui dengan jelas informasi resiko dari penggunaan jenis plastik pada suatu produk pangan. Kami khawatir sesuai produk tersebut melanggar UU RI No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, khusus pada :

* Pasal 4 butir a mengenai hak konsumen “atas kenyamanan, keamanan dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang dan/atau jasa”

* Pasal 7 mengenai Kewajiban Pelaku Usaha pada ayat d : “menjamin mutu barang/atau jasa yang diproduksi dan/atau diperdagangkan…”

* Pasal 8 ayat 1 butir a dimana Pelaku Usaha dirarang memproduksi dan/atau memperdagangkan barang dan/atau jasa yang tidak memenuhi atau tidak sesuai dengan standar yang dipersyaratkan..”.

 

UU Nomor 7 Tahun 1996 tentang Pangan mengisyaratkan agar kita benar-benar faham mengenai Keamanan Produk, kriteria kemasan pangan yang aman hingga keamanan kondisi barang dari resiko pencemaran produknya pada setiap tahapan produksi, mulai proses pengolahan, pengemasan dan distribusinya. Lebih jauh, mengenai keamanan kemasan produk, pelaku usaha selaku pihak harus mematuhi kriteria kemasan yang aman untuk digunakan.

 

Dampak resiko yang mungkin terjadi adalah :

* adanya complain langsung mengingat konsumen kita yang dewasa ini semakin kritis terhadapt produk-2 yang mereka gunakan.

* complain di media massa

* tuntutan dari Badan Pemerintah yang berwenang (BPOM/Depkes)

* tuntutan dari pihak ketiga/LSM (seperti : LBH Konsumen, atau YLKI)

* tuntutan class action

 

Prinsip kehati-hatian kiranya dapat kita jalankan bersama dan memastikan tidak ada potensi kerugian bagi operasional bisnis kita di masa yang akan datang. Kita pasti sepakat, mengantisipasi akan jauh lebih baik daripada mengobati.

 

Untuk itu bagian produksi harus mengetahui segala peraturan yang berkait dengan keamanan kemasan / produk plastik sebagaimana yang telah dipersyaratkan oleh undang-undang, sehingga kita yakin dan mampu memastikan tidak ada satu pun peraturan perundangan dan turunannya yang terlanggar oleh kita.

 

Adakah informasi dari Pembaca IMan yang mengetahui masalah ini dan bisa share lebih jauh untuk para Pembaca IMan?

Poster Safety : Minim Banget ya…

Selasa, Februari 17th, 2009

Poster Safety di Indonesia masihlah sangat minim. Kalau pun ada, itu pun pesan dan gambarnya penuh. Padahal senyatanya, poster safety akan efektif bila sekali baca kurang dari 10 detik kita sudah ngeh bin faham dengan isinya.

Poster Safety oleh Divisi Manajemen Resiko bisa dirancang sedemikian rupa sesuai tujuan pembuatan poster safety itu sendiri.

#1. Apakah untuk mendapatkan perhatian dan sosialisasi

#2. Apakah untuk mengingatkan (dengan pesan, disain, modus, dan angka statistik yang baru)

#3. Apakah untuk mengajak keterlibatan dan partisipasi saja dalam program safery yang sedang dijalankan ?

#4. Atau, bahkan untuk mengancam dengan mencantumkan peraturan perusahaan atau perundang-undangan yang berlaku.

Akhirnya, dengan visualisasi yang bagus dan dirancang oleh seorang desain grafis dan dengan hanya sekali baca, pembaca poster mampu langsung merekam dibawah sadarnya dan terikat kuat dengan isi pesan dalam poster itu.

Poster-poster KPK misalnya, sangat bagus untuk diapresiasi. Dan layak kita contoh.

13 Aturan Bagi Bikers Pemudik

Selasa, September 23rd, 2008

Jumlah pemudik dengan motor dua roda kini makin menggila. Angka statistik kecelakaan selama arus mudik dan arus balik, dalam 3 tahun terakhir ini masihlah sangat tinggi.

 

Meski Anda mudik dalam jarak yang relatif dekat, namun beberapa “tips mudik aman bagi para bikers” ini tak ada salahnya kita perhatikan juga. Setidaknya untuk mengingatkan, betapa berkendara aman itu wajib kita perhatikan agar kita bisa berkumpul dan bersilaturahmi dengan keluarga tercinta kita dalam keadaan sehat wal afiat.

 

  1. Check dan bersihkan mesin di bengkel resmi sebelum pergi jauh. Check juga ban depan dan ban belakang, isi bensin dengan full tank, bawa busi, bawa perlengkapan standar dan bersihkan spion.
  2. Gunakan hari-aman, semisal 3 hari sebelum lebaran dan 3 hari setelah lebaran.
  3. Gunakan jam pagi hari, agar Anda lebih segar berkendaraan.
  4. Nyalakan lampu sorot sebagaimana yang dianjurkan kepolisian.
  5. Patuhi rambu lalu lintas.
  6. Tidak emosional dan jangan cepat tersulut emosi.
  7. Gunakan helm standar full-face
  8. Gunakan lajur sebelah kiri
  9. Gunakan kecepatan 40 km/jam dan maksimal 60 km/jam
  10. Jangan lupa untuk beristirahat. Dua jam sekali istirahat dan habis beristirahat agar menggerakan badan biar tidak kaku
  11. Bagi yang membawa anak-anak, sebaiknya dilengkapi juga dengan helm dan jaket. Bila memungkinkan, anak-anak dan wanita lebih baik lagi bila menggunakan bus atau kereta.
  12. Jangan memaksakan muatan berlebih
  13. Upayakan untuk berkendara bersama dengan cara berkonvoi.

 

Sumber : Tips Mudik Aman Bagi Bikers, detik.com & berbagai sumber lain.

Perangkat Pengamanan Gedung Masih Minim

Jumat, Juni 20th, 2008

Penyediaan sarana security dasar di gedung-gedung dan pusat perbelanjaan di Indonesia relatif masih minim.

Perangkat yang paling mencolok adalah penyediaan jumlah dan kualitas CCTV yang asal-asalan. Asal ada, asal terpasang. Kalau pun terpasang, tak jarang penjaganya tidak berada di tempat. Atau petugasnya sendiri tak terlatih bagaimana menjalankan pemantauan yang profesional via CCTV, selain karena tidak adanya SOP pemantauan CCTV. Ironisnya, di tempat-tempat yang dikategorikan obyek vital malah banyak kamera CCTV tidak berfungsi alias rusak.

Dan bila kita melihat beberapa pameran teknologi pengamanan, koq rasanya teknologi yang kita pakai terasa tertinggal jauh. Hal yang menggelikan, justru peran CCTV baru dianggap penting setelah terjadi kejadian yang luar biasa semisal serangan bom bunuh diri. Baru deh, semua memasang CCTV dan meng-upgrade kualitasnya.

Saatnya Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia aktif mendorong dan mensosialisasikan pentingnya penyediaan CCTV serta perangkat lunak pelengkapnya. Termasuk memberikan rekomendasi pengembangan sarana keselamatan dan keamanan bagi pengamanan obyek vital, dan tempat-tempat publik service lainnya.

Termasuk didalamnya, juga sarana teknologi cangggih lainnya seperti : pemindai sinar X, detektor bahan peledak, sarana pemantau bahan peledak, alat pendeteksi kebohongan (berdasarkan pantauan tekanan suara yang digunakan untuk mengintegrasi), hingga gorden antiteror.

Semua dimasukdak agar berbagai pemangku kepentingan ngeh dan memahami pentingnya kita memberikan prioritas yang memadai bagi penyediaan sarana keamanan.

Kalau bukan dimulai dari sekarang, ya kapan lagi ?

PIKIRKAN YANG TAK TERPIKIRKAN

Kamis, Juni 19th, 2008

“PIKIRKAN YANG TAK TERPIKIRKAN. Perhatikan Keamanan, Utamakan Keselamatan.

1. Antisipasi berbagai kemungkinan terburuk.

2. Ambil langkah-langkah perbaikan.

3. Siapkan penanggulangan.

4. Terus asah kepekaan.

5. CMRT siap terjun setiap saat menanggulangi dengan sigap, cepat dan tepat.”

Kata-kata diatas bisa dijadikan Poster Safety (ukuran A3, A4 atau sesuai kebutuhan) yang bisa ditempel di Ruang Security, Ruang Informasi Karyawan dan Ruang Store Command / Branch Manager.

Poster Safety sebenarnya akan efektif bila disesuaikan dengan tujuan poster itu dibuat. Apakah untuk mendapat perhatian dan sosialisasi atau hanya sekedar mengingatkan ? Juga, apakah ditujukan untuk mengajak keterlibatan para pembacanya, atau agar si pembacanya mengambil tindakan segera?

Contoh kata-kata “GOOD JOB SAFE JOB – Do you safety risks seriously”, “Stay Focus on Safety” serta “Safety is not A Goal. It’s Way of LIFE!” adalah contoh sederhana kekuatan penggunaan kata-kata yang cukup menarik perhatian.

Contoh lain : “PELECEHAN SEKSUAL ITU TIDAK BERMORAL. Tidak Diinginkan. Tidak Dapat Diterima. Melanggar Hukum. Laporkan Segera!!”.

Hanya saja, kata-kata tidaklah cukup. Poster safety harus dirancang oleh ahli disain grafis sedemikian rupa dengan mengetahui “filosofi” apa dari tujuan pembuatan poster itu. Dari tingkat yang diinginkan itu, seorang ahli disain grafis akan menterjemahkan pemahamannya pada disain, warna dasar, font dan karakter huruf yang dipakai, serta komposisi teknis dari poster itu.

Yang jelas, agar pesan poster safety itu kuat, maka poster itu harus memenuhi kriteria sebagai berikut :

1. Mencolok dan mampu menyedot perhatian si pembacanya minimal 10 detik pertama saat ia melihatnya.

2. Simple. Biasanya judul tidak lebih dari 5 kata.

3. Strong. Ukuran poster minimal A3, dibingkai kaca, dan diberi lampu tembak (spotlight).

4. Disimpan di ruang publik. Seperti di dekat lift, di dekat pintu masuk karyawan, di dalam ruang istirahat karyawan, di ruang pelatihan dan di ruang Branch Manager. Jadi, lucu kalau kita inginkan adanya perhatian yang penuh dari karyawan namun disimpan di lorong kantor, tempat orang sibuk berlalu lalang.

Kelayakan Lift Khusus-Barang Sering Diabaikan ?

Kamis, Juni 19th, 2008

Kelayakan fasilitas bangunan, khususnya di pusat perbelanjaan masih banyak ditemukan kurang terjaga dengan baik. Area parkir dalam bangunan yang redup; toilet yang basah, kurang terawatt dan berbau; sisir tangga pada escalator yang patah, hingga lift yang tak terawat.

 

Membahas tentang kelayakan lift khusus-barang, saatnya kita mendalami lebih jauh faktor safety-nya. Terlepas apakah lift itu milik kita atau milik Building Management. Kita perlu tahu dan memastikan bahwa lift khusus-barang benar-benar layak pakai, aman dan terawat dengan ketat.

 

Lift yang tak terjaga dengan baik, beberapa kali sudah menimbulkan korban. Peristiwa jatuhnya lift barang adalah salah satu contohnya.

 

Penyebabnya, karena beberapa alasan :

 

Pertama, standar penggunaan lift acap kali diabaikan. Celakanya, pengguna sendiri tidak tahu persis bagaimana standar penggunaan lift itu seharusnya.

 

Kedua, Operataor Lift mengoperasikan lift dari dalam dan ikut bersama barang. Senyatanya, ruang lift khusus-barang tidak dirancang untuk dipakai manusia karena pengamanan bagi lift khusus-barang berbeda dengan lapis pengamanan lift khusus-orang.

 

Sesuai standar, demi keamanan, Operator Lift harus mengoperasikan lift dari luar, dan berkomunikasi dengan rekan sekerja lainnya untuk memasukkan atau mengeluarkan barang yang telah diangkut lift.

 

Ketiga, perawatan lift setidaknya 3 bulan sekali tidak dilakukan oleh penyedia jasa lift. Yaitu oleh teknisi yang sudah berpengalaman, dan mengetahui seluk-beluk teknis perawatan lift.

 

Keempat, pengawasan kelayakan penggunaan lift diabaikan. Pengawasan adalah jantung keselamatan, kunci efisiensi dan penjaga standar kelayakan.

 

Kelima, penanggungjawab pemakaian lift yang biasanya di tangan pemilik bangunan tidak memberikan peringatan lift meski mengetahui bahwa lift-nya sudah tidak layak pakai. Seharusnya larangan itu tidak berupa larangan lisan, namun bisa dengan papan peringatan larangan penggunaan lift, dan sekaligus memutus saluran listrik pada lift.

 

Saat penyelidikan polisi menemukan, misalnya, kasus kecelakaan yang mengakibatkan jatuhnya korban di lift itu diduga karena rantai lift putus dan meluncur ke bawah, lalu siapa yang harus bertanggung jawab ?

 

Tenant yang sering menggunakan lift khusus-barang itu, atau pengelola gedung?

 

Ah, bukankah mengantisipasi jauh lebih baik dengan menyesali atau meratapi ?

Berbahayakah Susu Formula Bayi di Indonesia ?

Kamis, Februari 28th, 2008

Isu adanya susu formula yang tercemar bakteri berbahaya enterobacter sakazaki menjadi ancaman serius bagi bayi yang baru dilahirkan dan ibu yang melahirkan. Karena susu formula kini sudah jadi kebutuhan masyarakat luas dari kalangan ekonomi menengah atas hingga kalangan atas.

Meski sebenarnya pengawet berlebihan dan pencemaran mikroba, justru paling banyak berasal dari produksi rumah tangga. Pencemaran mikroba itu terjadi pada semua produk. Bukan cuma susu. Bila produk yang ada di pasar itu tercemar, pasti sudah terjadi wabah diare pada bayi-bayi yang baru lahir.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Organisasi Pangan Dunia (FAO) merekomendasikan pemeriksaan cemaran Enterobacter sakazakii pada susu formula bubuk tahun 2005 karena sebelumnya ada laporan kejadian diare pada balita yang mengonsumsi susu tercemar Enterobacter di Jepang. Pada tahun 2005 kasus tercemarnya produk susu formula untuk bayi juga terjadi di negara Amerika Serikat.

Di Indonesia hingga saat ini belum ditemukan kejadian diare pada balita yang disebabkan oleh Enterobacter sakazakii. Di sini penyebab utamanya Salmonella dan E colli.

Pakar mikrobiologi dari Universitas Indonesia (UI), Usman Chatib Warsa mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap hasil penelitian yang menyebutkan adanya bakteri di sejumlah susu formula untuk anak, karena susu formula tersebut tetap aman untuk dikonsumsi. Jika dimasak dengan benar yaitu sampai 60 derajat celcius selama 30 menit aman untuk dikonsumsi. 

BAKTERI ENTEROBACTER SAKAZAKII :

  • Bakteri ini sangat berbahaya bagi bayi, karena dapat mengakibatkan radang selaput otak, menyerang pencernaan, radang usus, gangguan neurologik, daya tahan tubuh  bahkan kematian.
  • Tahun 1983 -2004 dilaporkan ada 60 kasus E Sakazakii pada bayi terkait susu formula antara lain di AS, Kanada, Belgia, Eslandia, dan Israel. Didapat 66% pada bayi yang berusia kurang dari satu bulan, terutama bayi prematur, bayi dengan berat badan dibawah normal, atau pada bayi yang ibunya terindikasi HIV/AIDS.
  • Menurut WHO pada 2004, 20-50 persen penderita mengalami kematian.
  • Selain terdapat pada susu formula, bakteri ini bisa ditemukan juga di cokelat, kentang, sereal, dan di lingkungan lembab. Pada suhu kamar, jumlah bakteri berkembang dua kali lipat dalam 45 menit, dan pada suhu kulkas jumlahnya dobel dalam waktu 14 jam

DAMPAK :

  • Ibu-ibu rumah tangga resah (ada yang tidak tenang, was-was, kaget, khawatir, ada pula yang cemas), bahkan ada yang mengaku kini menghadapi kondisi dilematis. Ini karena sejak buah hatinya lahir ia menggantungkan gizi anaknya hanya pada susu formula lantaran ASI-nya tidak lancar. Ada pula orangtua lain memilih mengurangi jatah pemberian susu formula. Bahkan seorang ibu di Dago Pakar memberikan susu orang dewasa dan sesekali teh, hanya karena cemas dengan isu susu formula yang mengandung bakteri.
  • Ibu-ibu terus mencari tahu kebenaran informasi tersebut dengan membeli media cetak.
  • Para pemilik toko susu bingung menjawab pertanyaan dan keraguan dari warga & masyarakat resah.
  • Penjualan produk susu formula bermerek terkenal mulai mengalami penurunan. Paling tidak omzet penjualan turun hingga 20 persen sejak beberapa hari terakhir.

MASALAH :

  • Temuan susu berbahaya oleh tim peneliti IPB dianggap membingungkan. Sebab tanpa publikasi, Badan POM menyatakan telah menarik produk dari pasaran sejak dilaporkan pada 2003-2006. Tapi pengecer susu formula dan makanan bayi menyatakan tak pernah ada penarikan produk sepanjang tahun tersebut.
  • Produsen susu di Indonesia membantah temuan IPB yang menyatakan adanya susu beracun dari 2003 hingga 2006. Menurut Asosiasi Produsen Susu Formula, setiap susu yang keluar dari pabrik sudah sesuai standar atau sudah memenuhi aturan keamanan.
  • Selama ini, konsumen lebih didikte iklan susu ketimbang mendapatkan informasi yang lengkap dari pihak berwenang. Kandungan yang ada di kemasan bisa saja tidak sesuai dengan kenyataan isinya. Dan hingga saat ini, parameter enterobacter sakazaki ini belum masuk dalam standar internasional.
  • Penanggungjawab Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia (UI), Prof. Dr. Tri Budi Wahyuni Rahardjo mengatakan untuk menghindari polemik di masyarakat sebelum penelitian dipublikasikan harus sejak awal disosialisasi mulai dari rancangan pembuatan penelitian tersebut.

PERAN BPOM :

  • Badan POM memiliki prosedur untuk segera melakukan uji laboratorium dalam 1 X 24 jam jika menerima laporan yang menyangkut keselamatan publik. Hasilnya harus diberitahukan kepada pelapor.
  • Atas nama prosedur lembaga, Badan POM tak mau merilis daftar itu atau mempublikasikan hasil pemeriksaan rutin ke publik, Itu SOP (Standard Operation Procedure) Badan POM seluruh dunia. Merk tidak umumkan tapi produsen dipanggil untuk masalah cemaran mikroba, kapang, jamur, kecuali mengandung bahan berbahaya misal merkuri, formalin, boraks, arsen. BPOM akan memberikan public warning.
  • BPOM memastikan produk susu formula dan makanan bayi yang diduga mengandung bakteri Enterobacter sakazakii jauh-jauh hari sudah ditarik dari pasaran. Saat ini tak ada lagi susu tercemar yang beredar di pasaran. Pemeriksaan terhadap cemaran mikrobiologi berupa bakteri, termasuk bakteri penyebab diare (Salmonella sp, Eschericia colli, dan Enterobacter sakazakii) dan kemungkinan cemaran kapang dan mikroorganisme pathogen lain pada produk-produk itu.
  • BPOM sudah melakukan pemeriksaan mikrobiologi terhadap sampel produk tersebut sepanjang 2007 untuk mendeteksi kemungkinan pencemaran. Bila produk bermasalah, pasti produsennya dipanggil dan diminta memperbaiki produknya.
  • BPOM menyatakan tidak akan menindaklanjuti temuan susu mengandung bakteri karena penelitian yang dilakukan IPB itu berlangsung dalam kurun waktu 2003 hingga 2006 sehingga BPOM meyakini saat ini tidak ada lagi susu beracun yang beredar di pasaran.
  • Produsennya akan dikenakan hukuman bila BPOM menemukan sesuatu yang tidak memenuhi syarat akan dipanggil terus ditarik produknya. Lebih dari itu izin edar ditarik.
  • Kepala Dinas Kesehatan di daerah belum menerima instruksi apapun dari pemerintah pusat atau BPOM terkait masalah tersebut sehingga belum ada tindakan apa-apa di daerah. Jika sudah ada instruksi, Dinas Kesehatan dan Dinas Perdagangan segera melakukan langkah-langkah seperti razia atau penarikan produk dari supermarket dan toko-toko.

TUNTUTAN :

  • Masyarakat cemas dan ingin tahu merek apa saja yang terbukti tercemar. Ada atau tidak ada wabah karena isu produk susu yang tercemar ini , masalah ini harus di-follow up secepatnya. Kalaupun hasil penelitian itu salah, juga harus segera diumumkan agar keresahan tidak berlarut-larut. Kejelasan dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan & BPOM menenangkan kecemasan masyarakat sehingga tidak menimbulkan kesan, BPOM lebih melindungi produsen.
  • Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mendesak Badan Pengawas Obat dan Makanan segera mengumumkan nama produk yang tercemar agar tidak meresahkan masyarakat dan memberikan kejelasan tentang susu formula yang mengandung bakteri berbahaya itu. Tim peneliti IPB harus membuka hasil penelitian secara lengkap dan menyebutkan nama produk-produk yang tercemar bakteri. Keterbukaan ini sangat penting, agar masyarakat tidak resah.
  • Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) : KPAI mendesak BPOM menuntaskan masalah temuan penelitian produk susu balita yang tercemar bakteri dan semua pihak yang berwenang tidak saling menyalahkan terkait masalah tersebut, termasuk menyalahkan penelitinya. Apapun hasil penyelidikan, katanya, yang paling prinsip adalah kepentingan terbaik bagi anak. Mereka harus mendapatkan perlindungan. KPAI juga meminta BPOM meningkatkan intensitas pengawasan terhadap peredaran semua jenis obat dan makanan untuk konsumsi anak. Prioritaskan anak karena secara ragawi lebih rentan terhadap berbagai racun dan bakteri yang berbahaya bagi tubuh. Pemerintah harus segera mengambil langkah nyata untuk mengatasi keresahan masyarakat akibat temuan penelitian susu balita yang tercemar. bakteri itu.
  • Asosiasi Produsesn Makanan Bayi (APMB) Indonesia memberikan perhatian yang besar dan serius terhadap pemberitaan media massa, meski selama ini telah menerapkan prosedur pengendalian mutu dan keamanan pangan sesuai Petunjuk Pelaksanaan Cara Pembuatan Mankanan yang baik.  
  • Pemerintah harus segera menjelaskan kepada masyarakat mengenai kasus bakteri dalam susu formula ini, karena telah menimbulkan kekhawatiran luar biasa dan lebih berpihak kepada masyarakat dibandingkan perusahaan atau industri susu.

HASIL PENELITIAN IPB :

  • Penelitian atas susu formula dan makanan bayi itu dilakukan peneliti asal Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor (IPB) Dr Sri Estuningsih dan tiga rekannya.
  • Situs IPB.ac.id memberitakan hasil uji isolasi terhadap susu formula dan makanan bayi itu menghasilkan 12 isolat dengan enam di antaranya mengandung Enteroksin tahan panas. Kemudian enteroksin itu dimasukkan pada bayi mencit berusia enam hari. Setelah tiga hari didapati ada pendarahan saluran pencernaan, infeksi peredaran darah dan meningitis. Penilitan itu menyimpulkan susu formula dan makanan bayi di Indonesia bukan produk steril sehingga penggunaan dan penyimpanannya perlu perhatian khusus untuk mencegah adanya penyakit infeksi karena penyakit tersebut.
  • Laporan itu diampaikan pada tanggal 2 Oktober 2006.
  • Penelitian untuk hewan veteriner juga harus aman untuk konsumsi manusia. Sebab, olahan susu bubuk itu merupakan produk asal hewani yang semula dikawal oleh bidang kedokteran hewan yang selanjutnya dikawal oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebelum beredar kepada masyarakat luas.
  • Tim peneliti Institut Pertanian Bogor (IPB) mendapatkan temuan bahwa 22,73 persen susu formula (dari 22 sampel) dan 40 persen makanan bayi (dari 15 sampel) yang dipasarkan antara bulan April hingga Juni 2006 telah terkontaminasi “Enterobacter sakazakii”.  Tim peneliti IPB juga telah siap menyerahkan hasil riset tersebut kepada Departemen Kesehatan (Depkes) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
  • Seharusnya Depkes tidak perlu resah dengan adanya penelitian tersebut bahkan sebaliknya mengucapkan terimakasih terhadap hasil penelitian itu. “Penelitian di IPB bedasarkan dedikasi yang loyal, dasarnya ingin membuktikan kebenaran semua bakteri bisa dimusnahkan, semua jenis makanan ada unsur kuman, tinggal bagaimana kita mengolahnya dengan benar.
  • Pihak IPB terbuka untuk mengklarifikasi dengan mengadakan pertemuan dengan pihak-pihak terkait baik BPOM maupun Menkes. Penelitian IPB tak berdasarkan adanya kasus, penelitian di IPB itu rutin dilakukan tak usah menunggu adanya kasus, serta sudah independen tidak dipengaruhi hal lain dan bukan perang dagang.

SOLUSI :

  1. Keselamatan publik harus menjadi prioritas. BPOM harus lebih ketat untuk mengawasi produk-produk makanan dan minuman yang beredar di Masyarakat. Libatkan produsen untuk uji bersama jika perlu.
  2. Adanya kajian lagi karena selama ini belum ada wabah yang membuktikan kebenaran hasil penelitian itu.
  3. Bila membahayakan publik, Undang-undang konsumen mewajibkan untuk mempublikasikannya.
  4. Masyarakat kita harus disadarkan sehingga mereka tidak termakan oleh iklan dan memiliki kepercayaan diri, serta mengetahui tata cara pemanfaatan produk susu formula dan makanan bayi mulai dari penyiapannya hingga penyimpanannya.

JAGA KEBERSIHAN & ANDALKAN ASI :

  • Lebih menjaga kebersihan saat menyiapkan susu formula juga segera meminumkan susu formula setelah dibuat. Ini untuk mencegah aktifnya kembali bakteri entrobacter sakazaki dalam susu. Tindakan pencegahan ini juga berlaku saat menyiapkan makanan bayi.
  • Andalkan ASI : ASI tanpa ada asupan tambahan lain merupakan asupan makanan utama, sempurna, terlengkap dan terbaik yang sudah disediakan tuhan bagi pertumbuhan anak yang baru dilahirkan membuat bayi memiliki kecerdasan IQ yang lebih baik dan ketahanan tubuh dikemudian hari, dibandingk dengan anak-anak yang menggunakan susu formula.
  • Dalam enam bulan pertama tidak perlu ada asupan makanan tambahan apalagi sampai diganti susu formula. Pemberian susu formula kepada bayi yang baru lahir ataupun hingga berumur kurang dari 21 bulan berbahaya bagi perkembangan anak dan juga bagi orangtua bayi.

KIAT MEMBUNUH BAKTERI :

  • Bakteri ini dapat dibunuh dengan air panas pada suhu 70 derajat Celcius, meski berakibat kehilangan dan kerusakan zat gizi pada susu formula.
  • Botol susu harus selalu steril dengan merebus di air mendidih.
  • Larutkan susu formula secukupnya, sehingga segera habis diminum bayi.
  • Hindari melarutkan dalam jumlah banyak untuk diminum beberapa jam.
  • Memperpendek waktu pemberian susu pada bayi, lebih baik dibuatkan berkali-kali dgn cara steril.
  • Sebaiknya membeli susu formula dalam kemasan kecil, sehingga cepat habis. Bila kemasan besar, akan lama habis dan besar peluang tercemar Enterobacter sakazakii.
  • Jangan pernah membeli kemasan susu yang secara fisik sudah rusak atau tidak utuh.
  • Meningkatkan kewaspadaan akan sanitasi selama proses penyimpanan, penyiapan, dan pemberian susu formula pada bayi, termasuk peralatan, air, dan pihak terlibat.
  • Asosiasi Produsen Makanan Bayi (APMB) Indonesia mengharapkan masyarakat memperhatikan dan mengikuti semua petunjuk penyiapan, penyajian, penanganan, dan penyimpanan produk susu formula dan makanan bayi, sesuai dengan petunjuk yang tertera pada kemasan, untuk menghindari kontaminasi ES.

SIKAP PEMERINTAH :

  • Pemerintah kini sedang meminta laporan dan klarifikasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) soal penelitian susu formula yang menemukan kandungan bakteri berbahaya bagi bayi. Bila terbukti berbahaya, maka pemerintah akan bertindak tegas. Badan POM akan meneliti ulang apakah penelitian itu signifikan atau tidak. Siapa yang meneliti, caranya bagaimana, pendanaannya bagaimana, kenapa yang diperiksa susu itu, apakah perusahaannya hanya sekitar itu.
  • Bila memang terbukti signifikan untuk keamanan nasional dalam bidang kesehatan, pemerintah akan bertindak.

Senyatanya, penelitian ini harus dilihat sebagai suatu identifikasi potensi bahaya sekaligus meningkatkan kewaspadaan bahwa ada potensi bahaya E Sakazakii dalam produk susu formula dan makanan bayi. Ya, gitu aja repot !

Sumber: Ketua Pergizi Pangan, MetroTV, Kompas, Siaran Pers APMB 26-02-2008, Liputan6.Com, Republika.co.id, SuaraPembaharuan.com, dan berbagai sumber.