Halaman Utama


Archive for the ‘Safety & Health’ Category

Berbahayakah Susu Formula Bayi di Indonesia ?

Kamis, Februari 28th, 2008

Isu adanya susu formula yang tercemar bakteri berbahaya enterobacter sakazaki menjadi ancaman serius bagi bayi yang baru dilahirkan dan ibu yang melahirkan. Karena susu formula kini sudah jadi kebutuhan masyarakat luas dari kalangan ekonomi menengah atas hingga kalangan atas.

Meski sebenarnya pengawet berlebihan dan pencemaran mikroba, justru paling banyak berasal dari produksi rumah tangga. Pencemaran mikroba itu terjadi pada semua produk. Bukan cuma susu. Bila produk yang ada di pasar itu tercemar, pasti sudah terjadi wabah diare pada bayi-bayi yang baru lahir.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Organisasi Pangan Dunia (FAO) merekomendasikan pemeriksaan cemaran Enterobacter sakazakii pada susu formula bubuk tahun 2005 karena sebelumnya ada laporan kejadian diare pada balita yang mengonsumsi susu tercemar Enterobacter di Jepang. Pada tahun 2005 kasus tercemarnya produk susu formula untuk bayi juga terjadi di negara Amerika Serikat.

Di Indonesia hingga saat ini belum ditemukan kejadian diare pada balita yang disebabkan oleh Enterobacter sakazakii. Di sini penyebab utamanya Salmonella dan E colli.

Pakar mikrobiologi dari Universitas Indonesia (UI), Usman Chatib Warsa mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap hasil penelitian yang menyebutkan adanya bakteri di sejumlah susu formula untuk anak, karena susu formula tersebut tetap aman untuk dikonsumsi. Jika dimasak dengan benar yaitu sampai 60 derajat celcius selama 30 menit aman untuk dikonsumsi. 

BAKTERI ENTEROBACTER SAKAZAKII :

  • Bakteri ini sangat berbahaya bagi bayi, karena dapat mengakibatkan radang selaput otak, menyerang pencernaan, radang usus, gangguan neurologik, daya tahan tubuh  bahkan kematian.
  • Tahun 1983 -2004 dilaporkan ada 60 kasus E Sakazakii pada bayi terkait susu formula antara lain di AS, Kanada, Belgia, Eslandia, dan Israel. Didapat 66% pada bayi yang berusia kurang dari satu bulan, terutama bayi prematur, bayi dengan berat badan dibawah normal, atau pada bayi yang ibunya terindikasi HIV/AIDS.
  • Menurut WHO pada 2004, 20-50 persen penderita mengalami kematian.
  • Selain terdapat pada susu formula, bakteri ini bisa ditemukan juga di cokelat, kentang, sereal, dan di lingkungan lembab. Pada suhu kamar, jumlah bakteri berkembang dua kali lipat dalam 45 menit, dan pada suhu kulkas jumlahnya dobel dalam waktu 14 jam

DAMPAK :

  • Ibu-ibu rumah tangga resah (ada yang tidak tenang, was-was, kaget, khawatir, ada pula yang cemas), bahkan ada yang mengaku kini menghadapi kondisi dilematis. Ini karena sejak buah hatinya lahir ia menggantungkan gizi anaknya hanya pada susu formula lantaran ASI-nya tidak lancar. Ada pula orangtua lain memilih mengurangi jatah pemberian susu formula. Bahkan seorang ibu di Dago Pakar memberikan susu orang dewasa dan sesekali teh, hanya karena cemas dengan isu susu formula yang mengandung bakteri.
  • Ibu-ibu terus mencari tahu kebenaran informasi tersebut dengan membeli media cetak.
  • Para pemilik toko susu bingung menjawab pertanyaan dan keraguan dari warga & masyarakat resah.
  • Penjualan produk susu formula bermerek terkenal mulai mengalami penurunan. Paling tidak omzet penjualan turun hingga 20 persen sejak beberapa hari terakhir.

MASALAH :

  • Temuan susu berbahaya oleh tim peneliti IPB dianggap membingungkan. Sebab tanpa publikasi, Badan POM menyatakan telah menarik produk dari pasaran sejak dilaporkan pada 2003-2006. Tapi pengecer susu formula dan makanan bayi menyatakan tak pernah ada penarikan produk sepanjang tahun tersebut.
  • Produsen susu di Indonesia membantah temuan IPB yang menyatakan adanya susu beracun dari 2003 hingga 2006. Menurut Asosiasi Produsen Susu Formula, setiap susu yang keluar dari pabrik sudah sesuai standar atau sudah memenuhi aturan keamanan.
  • Selama ini, konsumen lebih didikte iklan susu ketimbang mendapatkan informasi yang lengkap dari pihak berwenang. Kandungan yang ada di kemasan bisa saja tidak sesuai dengan kenyataan isinya. Dan hingga saat ini, parameter enterobacter sakazaki ini belum masuk dalam standar internasional.
  • Penanggungjawab Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia (UI), Prof. Dr. Tri Budi Wahyuni Rahardjo mengatakan untuk menghindari polemik di masyarakat sebelum penelitian dipublikasikan harus sejak awal disosialisasi mulai dari rancangan pembuatan penelitian tersebut.

PERAN BPOM :

  • Badan POM memiliki prosedur untuk segera melakukan uji laboratorium dalam 1 X 24 jam jika menerima laporan yang menyangkut keselamatan publik. Hasilnya harus diberitahukan kepada pelapor.
  • Atas nama prosedur lembaga, Badan POM tak mau merilis daftar itu atau mempublikasikan hasil pemeriksaan rutin ke publik, Itu SOP (Standard Operation Procedure) Badan POM seluruh dunia. Merk tidak umumkan tapi produsen dipanggil untuk masalah cemaran mikroba, kapang, jamur, kecuali mengandung bahan berbahaya misal merkuri, formalin, boraks, arsen. BPOM akan memberikan public warning.
  • BPOM memastikan produk susu formula dan makanan bayi yang diduga mengandung bakteri Enterobacter sakazakii jauh-jauh hari sudah ditarik dari pasaran. Saat ini tak ada lagi susu tercemar yang beredar di pasaran. Pemeriksaan terhadap cemaran mikrobiologi berupa bakteri, termasuk bakteri penyebab diare (Salmonella sp, Eschericia colli, dan Enterobacter sakazakii) dan kemungkinan cemaran kapang dan mikroorganisme pathogen lain pada produk-produk itu.
  • BPOM sudah melakukan pemeriksaan mikrobiologi terhadap sampel produk tersebut sepanjang 2007 untuk mendeteksi kemungkinan pencemaran. Bila produk bermasalah, pasti produsennya dipanggil dan diminta memperbaiki produknya.
  • BPOM menyatakan tidak akan menindaklanjuti temuan susu mengandung bakteri karena penelitian yang dilakukan IPB itu berlangsung dalam kurun waktu 2003 hingga 2006 sehingga BPOM meyakini saat ini tidak ada lagi susu beracun yang beredar di pasaran.
  • Produsennya akan dikenakan hukuman bila BPOM menemukan sesuatu yang tidak memenuhi syarat akan dipanggil terus ditarik produknya. Lebih dari itu izin edar ditarik.
  • Kepala Dinas Kesehatan di daerah belum menerima instruksi apapun dari pemerintah pusat atau BPOM terkait masalah tersebut sehingga belum ada tindakan apa-apa di daerah. Jika sudah ada instruksi, Dinas Kesehatan dan Dinas Perdagangan segera melakukan langkah-langkah seperti razia atau penarikan produk dari supermarket dan toko-toko.

TUNTUTAN :

  • Masyarakat cemas dan ingin tahu merek apa saja yang terbukti tercemar. Ada atau tidak ada wabah karena isu produk susu yang tercemar ini , masalah ini harus di-follow up secepatnya. Kalaupun hasil penelitian itu salah, juga harus segera diumumkan agar keresahan tidak berlarut-larut. Kejelasan dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan & BPOM menenangkan kecemasan masyarakat sehingga tidak menimbulkan kesan, BPOM lebih melindungi produsen.
  • Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mendesak Badan Pengawas Obat dan Makanan segera mengumumkan nama produk yang tercemar agar tidak meresahkan masyarakat dan memberikan kejelasan tentang susu formula yang mengandung bakteri berbahaya itu. Tim peneliti IPB harus membuka hasil penelitian secara lengkap dan menyebutkan nama produk-produk yang tercemar bakteri. Keterbukaan ini sangat penting, agar masyarakat tidak resah.
  • Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) : KPAI mendesak BPOM menuntaskan masalah temuan penelitian produk susu balita yang tercemar bakteri dan semua pihak yang berwenang tidak saling menyalahkan terkait masalah tersebut, termasuk menyalahkan penelitinya. Apapun hasil penyelidikan, katanya, yang paling prinsip adalah kepentingan terbaik bagi anak. Mereka harus mendapatkan perlindungan. KPAI juga meminta BPOM meningkatkan intensitas pengawasan terhadap peredaran semua jenis obat dan makanan untuk konsumsi anak. Prioritaskan anak karena secara ragawi lebih rentan terhadap berbagai racun dan bakteri yang berbahaya bagi tubuh. Pemerintah harus segera mengambil langkah nyata untuk mengatasi keresahan masyarakat akibat temuan penelitian susu balita yang tercemar. bakteri itu.
  • Asosiasi Produsesn Makanan Bayi (APMB) Indonesia memberikan perhatian yang besar dan serius terhadap pemberitaan media massa, meski selama ini telah menerapkan prosedur pengendalian mutu dan keamanan pangan sesuai Petunjuk Pelaksanaan Cara Pembuatan Mankanan yang baik.  
  • Pemerintah harus segera menjelaskan kepada masyarakat mengenai kasus bakteri dalam susu formula ini, karena telah menimbulkan kekhawatiran luar biasa dan lebih berpihak kepada masyarakat dibandingkan perusahaan atau industri susu.

HASIL PENELITIAN IPB :

  • Penelitian atas susu formula dan makanan bayi itu dilakukan peneliti asal Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor (IPB) Dr Sri Estuningsih dan tiga rekannya.
  • Situs IPB.ac.id memberitakan hasil uji isolasi terhadap susu formula dan makanan bayi itu menghasilkan 12 isolat dengan enam di antaranya mengandung Enteroksin tahan panas. Kemudian enteroksin itu dimasukkan pada bayi mencit berusia enam hari. Setelah tiga hari didapati ada pendarahan saluran pencernaan, infeksi peredaran darah dan meningitis. Penilitan itu menyimpulkan susu formula dan makanan bayi di Indonesia bukan produk steril sehingga penggunaan dan penyimpanannya perlu perhatian khusus untuk mencegah adanya penyakit infeksi karena penyakit tersebut.
  • Laporan itu diampaikan pada tanggal 2 Oktober 2006.
  • Penelitian untuk hewan veteriner juga harus aman untuk konsumsi manusia. Sebab, olahan susu bubuk itu merupakan produk asal hewani yang semula dikawal oleh bidang kedokteran hewan yang selanjutnya dikawal oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebelum beredar kepada masyarakat luas.
  • Tim peneliti Institut Pertanian Bogor (IPB) mendapatkan temuan bahwa 22,73 persen susu formula (dari 22 sampel) dan 40 persen makanan bayi (dari 15 sampel) yang dipasarkan antara bulan April hingga Juni 2006 telah terkontaminasi “Enterobacter sakazakii”.  Tim peneliti IPB juga telah siap menyerahkan hasil riset tersebut kepada Departemen Kesehatan (Depkes) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
  • Seharusnya Depkes tidak perlu resah dengan adanya penelitian tersebut bahkan sebaliknya mengucapkan terimakasih terhadap hasil penelitian itu. “Penelitian di IPB bedasarkan dedikasi yang loyal, dasarnya ingin membuktikan kebenaran semua bakteri bisa dimusnahkan, semua jenis makanan ada unsur kuman, tinggal bagaimana kita mengolahnya dengan benar.
  • Pihak IPB terbuka untuk mengklarifikasi dengan mengadakan pertemuan dengan pihak-pihak terkait baik BPOM maupun Menkes. Penelitian IPB tak berdasarkan adanya kasus, penelitian di IPB itu rutin dilakukan tak usah menunggu adanya kasus, serta sudah independen tidak dipengaruhi hal lain dan bukan perang dagang.

SOLUSI :

  1. Keselamatan publik harus menjadi prioritas. BPOM harus lebih ketat untuk mengawasi produk-produk makanan dan minuman yang beredar di Masyarakat. Libatkan produsen untuk uji bersama jika perlu.
  2. Adanya kajian lagi karena selama ini belum ada wabah yang membuktikan kebenaran hasil penelitian itu.
  3. Bila membahayakan publik, Undang-undang konsumen mewajibkan untuk mempublikasikannya.
  4. Masyarakat kita harus disadarkan sehingga mereka tidak termakan oleh iklan dan memiliki kepercayaan diri, serta mengetahui tata cara pemanfaatan produk susu formula dan makanan bayi mulai dari penyiapannya hingga penyimpanannya.

JAGA KEBERSIHAN & ANDALKAN ASI :

  • Lebih menjaga kebersihan saat menyiapkan susu formula juga segera meminumkan susu formula setelah dibuat. Ini untuk mencegah aktifnya kembali bakteri entrobacter sakazaki dalam susu. Tindakan pencegahan ini juga berlaku saat menyiapkan makanan bayi.
  • Andalkan ASI : ASI tanpa ada asupan tambahan lain merupakan asupan makanan utama, sempurna, terlengkap dan terbaik yang sudah disediakan tuhan bagi pertumbuhan anak yang baru dilahirkan membuat bayi memiliki kecerdasan IQ yang lebih baik dan ketahanan tubuh dikemudian hari, dibandingk dengan anak-anak yang menggunakan susu formula.
  • Dalam enam bulan pertama tidak perlu ada asupan makanan tambahan apalagi sampai diganti susu formula. Pemberian susu formula kepada bayi yang baru lahir ataupun hingga berumur kurang dari 21 bulan berbahaya bagi perkembangan anak dan juga bagi orangtua bayi.

KIAT MEMBUNUH BAKTERI :

  • Bakteri ini dapat dibunuh dengan air panas pada suhu 70 derajat Celcius, meski berakibat kehilangan dan kerusakan zat gizi pada susu formula.
  • Botol susu harus selalu steril dengan merebus di air mendidih.
  • Larutkan susu formula secukupnya, sehingga segera habis diminum bayi.
  • Hindari melarutkan dalam jumlah banyak untuk diminum beberapa jam.
  • Memperpendek waktu pemberian susu pada bayi, lebih baik dibuatkan berkali-kali dgn cara steril.
  • Sebaiknya membeli susu formula dalam kemasan kecil, sehingga cepat habis. Bila kemasan besar, akan lama habis dan besar peluang tercemar Enterobacter sakazakii.
  • Jangan pernah membeli kemasan susu yang secara fisik sudah rusak atau tidak utuh.
  • Meningkatkan kewaspadaan akan sanitasi selama proses penyimpanan, penyiapan, dan pemberian susu formula pada bayi, termasuk peralatan, air, dan pihak terlibat.
  • Asosiasi Produsen Makanan Bayi (APMB) Indonesia mengharapkan masyarakat memperhatikan dan mengikuti semua petunjuk penyiapan, penyajian, penanganan, dan penyimpanan produk susu formula dan makanan bayi, sesuai dengan petunjuk yang tertera pada kemasan, untuk menghindari kontaminasi ES.

SIKAP PEMERINTAH :

  • Pemerintah kini sedang meminta laporan dan klarifikasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) soal penelitian susu formula yang menemukan kandungan bakteri berbahaya bagi bayi. Bila terbukti berbahaya, maka pemerintah akan bertindak tegas. Badan POM akan meneliti ulang apakah penelitian itu signifikan atau tidak. Siapa yang meneliti, caranya bagaimana, pendanaannya bagaimana, kenapa yang diperiksa susu itu, apakah perusahaannya hanya sekitar itu.
  • Bila memang terbukti signifikan untuk keamanan nasional dalam bidang kesehatan, pemerintah akan bertindak.

Senyatanya, penelitian ini harus dilihat sebagai suatu identifikasi potensi bahaya sekaligus meningkatkan kewaspadaan bahwa ada potensi bahaya E Sakazakii dalam produk susu formula dan makanan bayi. Ya, gitu aja repot !

Sumber: Ketua Pergizi Pangan, MetroTV, Kompas, Siaran Pers APMB 26-02-2008, Liputan6.Com, Republika.co.id, SuaraPembaharuan.com, dan berbagai sumber.

Rokok dan Ruang Publik

Selasa, Februari 5th, 2008

Ada 3 kemungkinan orang yang merokok di ruang publik. Egois, kurang berbudaya atau kurang terpelajar. Tak percaya ? Coba lihat saja profil orang-orang yang merokok di ruang publik, pasti tidak jauh dari ketiga profil tersebut.

Adakalanya mereka berasal dari status orang terpelajar yang nampak dari kaca mata, sorot mata dan berkas atau buku yang dibawanya. Mereka pun menggenggam hanphone terkini yang dilengkapi dengan fitur yang lengkap, dan tentu saja harganya cukup mahal bagi kebanyakan orang. Namun, ya itu, karena mereka egois tak jarang mereka tetap saja merokok di ruang publik. Baik di bis, di ruang tunggu bandara, halte, gerbong kereta api atau bahkan di lobby hotel dan lobby rumah sakit pun mereka tetap saja merokok. Padahal di depan dan kiri-kanan jelas-jelas terpampang larangan merokok.

Smoke Room Area ? Ah, itu sih bagi mereka hanya asesoris dan formalitas saja. Entah setan apa yang merasuki mereka, yang jelas kalau hasrat untuk merokok sudah mensyahwat, pasti mereka merokok.

Kita sebagai orang yang peduli terhadap bahaya merokok dan manfaat stop merokok, tentu perlu memberlakukan berbagai lapisan agar perokok tidak merokok di ruang publik. Caranya ?

1. Tetapkan dalam peraturan perusahaan

2. Buat area bebas rokok dan sediakan area khusus merokok

3. Beri keteladanan dari pimpinan

4. Libatkan Security,  Cleaning Service dan Supervisor Area juga karyawan yang sering mobile untuk saling mengingatkan kepada orang yang melanggar aturan merokok di area publik.

5. Tempatkan stiker, signage atau logi ”AREA BEBAS MEROKOK”, “NO SMOKING AREA”, “Anda Memasuki Zoba Larangan Merokok” atau visualisasi lain yang sejenis dengan itu. Kaitkan upaya ini dengan program Fire Prevention.

6. Pot Rokok. Di hotel, pusat perbelanjaan dan rumah sakit, biasanya ada pot rokok yang ditempatkan di gate atau di depan lift. Pot rokok ini bisa didisain sedemikian rupa sehingga menjadi asesoris yang mempercantik interior ruang, tidak semata-mata pot rokok yang kotak kaku, dingin dan jadi pelengkap pencegahan bagi perokok.

7. Pemberitahuan melalui audio-informasi, sebaaimana pramugari yang selalu mengingatkan “penerbangan bebas rokok”.

8. Poster Bahaya Merokok atau Poster Manfaat Stop Merokok. Poster tentang bahaya merokok sudahlah sangat banyak, cobalah sekali-kali dengan membuat Poster Manfaat Stop Merokok. Info tentang manfaat stop-merokok dapat Anda akses dari www.stopmerokok.com atau sumber lain yang kredibel.

9. Berikan penghargaan (deep respect) kepada setiap karyawan yang telah menegur pelanggar larangan merokok, dan sampaikan kepadanya ucapan terimakasih dan juga mengingatkannya bahwa aturan ini berlaku kapan saja dan untuk siapa saja.  

10. Atau cara lain, yang dirasakan sesuai dengan budaya lokal setempat.

Nah, bila sepuluh lapisan itu saja masih bocor, bisa jadi Anda tidak sungguh-sungguh mencegahnya, atau cara Anda memberikan penegakan-hukum tidaklah efektif.

Darah Tinggi Vs Stroke, Jantung, Ginjal

Kamis, Januari 31st, 2008
Hipertensi

·        Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah suatu peningkatan tekanan darah di dalam arteri.

·        Tekanan bisa beragam, tergantung usia, waktu dan aktivitas fisik. Bayi dan anak-anak secara normal memiliki tekanan darah yang jauh lebih rendah daripada dewasa. Paling tinggi di waktu pagi hari dan paling rendah pada saat tidur malam hari. Lbih tinggi pada saat melakukan aktivitas dan lebih rendah ketika beristirahat.

Bahaya laten & dampak yang bisa ditimbulkannya :

> Secara umum, hipertensi merupakan suatu keadaan tanpa gejala, dimana tekanan yang abnormal tinggi di dalam arteri menyebabkan meningkatnya resiko terhadap stroke, aneurisma, gagal jantung, serangan jantung dan kerusakan ginjal.

Darah tinggi bisa juga disertai dengan maag, kencing batu, masalah kulit yang serius, rematik, jantung berdebar, gula darah tinggi, susah tidur dan bisa menyebabkan koma.

Penyakit ini juga menakutkan, bila gejalanya muncul secara tiba-tiba. Kenyamanan hidup menjadi sangat terganggu. Sebagai penyakit kronis, penyakit lain dapat menyertai dan timbul bersamaan sehingga dapat memperparah keadaan. Sewaktu-waktu penderita dapat mengalami kelumpuhan bahkan kematian akibat stroke. 

Cek Tekanan Darah Secara Rutin

Pemeriksaan tekanan darah akan didapat dua angka. Angka yang lebih tinggi diperoleh pada saat jantung berkontraksi (sistolik), angka yang lebih rendah diperoleh pada saat jantung berelaksasi (diastolik). Contoh : 120/80 mmhg (dibaca seratus dua puluh per delapan puluh).

Dikatakan tekanan darah tinggi jika pada saat duduk tekanan sistolik mencapai 140 mmhg atau lebih, atau tekanan diastolik mencapai 90 mmhg atau lebih, atau keduanya. Pada tekanan darah tinggi, biasanya terjadi kenaikan tekanan sistolik dan diastolik.

Pada hipertensi sistolik terisolasi (>=140/<90), sering ditemukan pada usia lanjut. Sejalan dengan bertambahnya usia, hampir setiap orang mengalami kenaikan tekanan darah; Tekanan sistolik terus meningkat sampai usia 80 tahun dan tekanan diastolik terus meningkat sampai usia 55-60 tahun, kemudian berkurang secara perlahan atau bahkan menurun drastis. Sedang Hipertensi maligna adalah hipertensi yang sangat parah, yang bila tidak diobati, akan menimbulkan kematian dalam waktu 3-6 bulan (jarang terjadi, hanya 1 dari setiap 200 penderita hipertensi).

Klasifikasi tekanan darah pada dewasa yang menunjukkan tekanan Sistolik (mmhg) / Diastolik (mmhg) : Normal : <130 / <85; Normal Tinggi : 130-139/85-89, Stadium 1 / Hipertensi Ringan : 140-159/90-99, Stadium 2 Hipertensi Sedang : 160-179/100-109; Stadium 3 Hipertensi Berat : 180-209/110-119; Stadium 4 Hipertensi Maligna : >210/>120.

Meningkatnya tekanan darah di dalam arteri bisa terjadi melalui beberapa cara :

>   Jantung memompa lebih kuat sehingga mengalirkan lebih banyak cairan pada setiap detiknya.

Arteri besar kehilangan kelenturannya dan menjadi kaku, sehingga mereka tidak dapat mengembang pada saat jantung memompa darah melalui arteri tersebut. karena itu darah pada setiap denyut jantung dipaksa untuk melalui pembuluh yang sempit daripada biasanya dan menyebabkan naiknya tekanan. Inilah yang terjadi pada usia lanjut, dimana dinding arterinya telah menebal dan kaku karena arteriosklerosis.

·        Saat terjadi vasokonstriksi, yaitu jika arteri kecil (arteriola) untuk sementara waktu mengkerut karena perangsangan saraf atau hormon di dalam darah.

·        Bertambahnya cairan dalam sirkulasi bisa menyebabkan meningkatnya tekanan darah. Hal ini terjadi jika terdapat kelainan fungsi ginjal sehingga tidak mampu membuang sejumlah garam dan air dari dalam tubuh. Volume darah dalam tubuh meningkat, sehingga tekanan darah juga meningkat.

·        Sebaliknya, jika : aktivitas memompa jantung berkurang, arteri mengalami pelebaran, atau banyak cairan keluar dari sirkulasi maka tekanan darah akan menurun.  

Penyesuaian terhadap faktor-faktor tersebut dilaksanakan oleh perubahan di dalam fungsi ginjal dan sistem saraf otonom (bagian dari sistem saraf yang mengatur berbagai fungsi tubuh secara otomatis).

Perubahan fungsi ginjal.

Ginjal mengendalikan tekanan darah melalui beberapa cara : a) Jika tekanan darah meningkat, ginjal akan menambah pengeluaran garam dan air, yang akan menyebabkan berkurangnya volume darah dan mengembalikan tekana darah ke normal. b) Jika tekanan darah menurun, ginjal akan mengurangi pembuangan garam dan air, sehingga volume darah bertambah dan tekanan darah kembali ke normal.

Ginjal merupakan organ penting dalam mengendalikan tekanan darah; karena itu berbagai penyakit dan kelainan pada ginjal bisa menyebabkan terjadinya tekanan darah tinggi. Misalnya penyempitan arteri yang menuju ke salah satu ginjal (stenosis arteri renalis) bisa menyebabkan hipertensi. Peradangan dan cedera pada salah satu atau kedua ginjal juga bisa menyebabkan naiknya tekanan darah.

Pencegahan dan SolusiDengan teknologi tinggi pada nutrisi pada makanan / minuman kesehatan alami, penyakit Darah Tinggi atau Hipertensi dapat disembuhkan. Untuk itu :

a. Konsumsi makanan / minuman kesehatan yang berkualitas tinggi, teruji secara klinis dan empiris, diakuti para ahli medis dan sudah dipasarkan di sejumlah negara. b. Gunakan metode penyembuhan yang efektif dengan Konsep Kesehatan CBA (Cleansing, Balancing and Activating).

c. Penderitanya disarankan beristirahat cukup.

d. Olah raga yang teratur secara proporsional (sesuai usia, jenis kelamin dan catatan medis)

e. Berkonsultasi kepada dokter untuk mendapatkan diagnosa yang tepat.  Kesehatan itu nikmat, modal, investasi dan amanah. Nikmat untuk disyukuri. Modal untuk beramal. Investasi untuk menjemput rizki dan karunia Illahi. Amanah untuk dijaga dan dipelihara. Dengan kesehatan, kita bisa menikmati hidup ini lebih hidup, dengan segala keberlimpahan-Nya. Semoga bermanfaat.

*** Sumber : 1)  Tekanan darah tinggi, http://www.medicastore.com/, 2)  Ramuan Tradisonoan untuk Pengobatan Darah Tinggi, Prof. Hembing Wijayakusuma, http://www.ekuator.com/3)  Testimobi K-Link Buku 2 hal 4, 16, 22, 23, 30; Buku 3 halaman 6 & 28.4)  Berbagai sumber.

Penderita Hepatitis A Bisa Menderita 6 Bulan ?

Kamis, Januari 31st, 2008

Hepatitis sangat mematikan, dan sulit terdeteksi secara dini. Kini sekitar 10% penduduk Indonesia menderita Hepatitis A, B & C (macamnya dikenal 7 : A, B, C, D, E, G, dan TT). Di Indonesia, penyakit hepatitis yang sering dijumpai adalah hepatitis A, B dan C. Penyakit ini, khususnya hepatitis A dapat dijumpai pada anak, remaja dan dewasa.

Prof. Masatoshi Makuuchi, wakil ketua Asosiasi Bedah Hepatobilier Asia Pasifik, dan Guru Besar Tokyo University Hospital Jepang, mengatakan bahwa penyakit hepatitis adalah masalah kesehatan global dan penyebab kesakitan serta kematian yang cukup besar di dunia.

Ketua Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI) sekaligus guru besar FKUI Prof. LA Lesmana menuturkan bahwa pakar penyakit hati di Indonesia masih sedikit, terutama dokter yang bisa menangani transplantasi (cangkok) hati. Sehingga saat ini belum dapat dilaksanakan cangkok hati di Indonesia, karena belum banyak pakar cangkok hati, donor hati pun sulit dicari karena belum ada UU yang mengaturnya, serta biaya operasional yang mahal. 

Hepatitis A

Hepatitis A adalah penyakit hati yang disebabkan oleh virus hepatitis A HAV. Penyakit ini oleh orang awam biasa disebut penyakit “kuningan” (sunda : “konengngeun”), karena penderita nampak “kekuning-kuningan” pada mata dan kulitnya. Hepatitis A tidak menjadi kronis, tapi pada 1 dari 1000 orang dapat berubah menjadi hepatitis fulminan yang fatal. Prof Dr Ali Sulaiman Sp PD KGEH, ahli Hepatologi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM)

Jakarta, menyampaikan bahwa Hepatitis A dapat disembuhkan tapi proses penyembuhannya memakan waktu yang cukup lama, bahkan pengobatan terkadang memakan waktu 4-6 bulan. Waktu selama itu tentunya akan mengganggu aktivitas sehari-hari seperti sekolah, bekerja serta kegiatan rutin lainnya

 Di kalangan medis, ada produk tertentu dan vaksin yang biasa diberikan kepada penderita, namun hanya ampuh selama 3 bulan. Dan vaksin tersebut memerlukan waktu 2 minggu untuk mulai bekerja, tetapi perlindungan yang diberikan akan tetap ampuh sampai 20 tahun. 

Penularan

Penularan Virus Hepatitis A melalui kontak manusia dapat terjadi melalui minuman atau makanan yang terkontaminasi oleh tinja seorang yang terinfeksi virus. Virus ini mudah tersebar di daerah yang tidak bersih, atau di mana kebersihan pribadi tidak dijaga. 

Bahaya laten & dampak yang bisa ditimbulkannya :

 Ø      Bisa berkembang menjadi sirosis hati hingga struktur jaringan hati menjadi kacau. Komplikasinya antara lain muntah darah karena terjadi varises di tenggorokan (esofagus) atau lambung.

Ø      Mulai dari pembengkakan pergelangan kaki hingga kematian 

Gejala :

 Ø      Tidak semua penderita menunjukkan tanda atau gejala, namun lebih sering dimiliki orang dewasa daripada anak-anak. Pada anak, gejala yang timbul hampir tidak terlihat, namun semakin bertambahnya usia semakin berat kondisi yang dideritanya.

Ø      Kadang gejalanya mirip orang yang akan terkena flu, seperti demam, badan terasa lemas dan letih, perut kembung, hilang atau kurang nafsu makan karena mual, perut tidak nyaman, malah terkadang sampai muntah. Bila gejala itu tidak ditangani dengan benar, dalam waktu dua minggu bola mata dan kulit penderita berubah menjadi kekuningan, dan air seni berwarna tua, kemerahan atau gelap. Gejala biasanya muncul secara tiba-tiba, misalnya berupa gejala-gejala seperti diatas.

Ø      Gejala biasanya berlangsung kurang dari 2 bulan, namun pada sebagian orang bisa menderita sampai 6 bulan. Sementara masa inkubasinya rata-rata 28 – 30 hari (rentang 15 s/d 50 hari).  

Test Deteksi Hepatitis A :

 Ø      Periksa ke labolatorium ternama yang terpercaya dan memiliki kredibilitas, dan lakukan test darah “IgM anti-HAV”. Periksa juga indikator kesehatan kita dan dapatkan saran profesional dari dokter ahli (Anti HAV normal <15, SGOT normal 7-25, SGPT normal 7-32. Gamma GT normal 11-50. Fosfatase Alkali normalnya 60-170. Billirubin normal <1. Billirubin direk normal <0.25. Billirubin Indirek normal <0.75). 

Penyebab :

 Ø      Makanan atau minumam yang terkontaminasi virus.

Ø      Dapat disebabkan oleh virus, bakteri, dan obat-obatan.

Ø      Kebersihan pribadi yang tidak terjaga. 

Pencegahan :

 Ø      “Penyakit hepatitis ini bisa dicegah dengan vaksin. Pencegahan dini diberikan pada anak usia 2 tahun atau lebih, biasanya diberikan 2 x dengan jadwal pemberian 6 bulan. Vaksin hepatitis A II (penguat) bagus untuk diberikan agar antibodi yang terbentuk selain mencukupinya, juga dapat bertahan lama dalam melindungi tubuh.

Ø      Sering cuci tangan, setelah ke kamar kecil, sebelum makan, dan setelah mengganti popok bayi. Sanitasi yang baik, fasilitas pengolahan air dan distribusinya harus bersih,  sistem pembuangan air limbah  yang benar dan higiene perorangan terjaga. Pembuangan tinja, urin dan darah dilakukan dengan cara yang saniter.

Ø      Lakukan peningkatkan sanitasi lingkungan dan kebersihan perorangan. Jangan minum air dari sumber yang belum dinyatakan bersih. Masak atau cuci sampai bersih makanan (buah-buahan, sayuran).

Ø      Bila mau melakukan olah raga konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter, bagaimana beban dan lamanya olah raga sesuai usia dan seberapa parah kita kondisi kita.

Ø      Tiram, kerang-kerangan dari daerah tercemar harus dipanaskan pada suhu 85°- 90°C (185°-194°F) terlebih dahulu selama 4 menit atau diuapkan selama 90 detik sebelum dimakan  

Solusi :

Ø      Konsumsi makanan / minuman kesehatan yang berkualitas tinggi, teruji secara klinis dan empiris, diakuti para ahli medis dan sudah dipasarkan di sejumlah negara.

Ø      Gunakan metode penyembuhan yang efektif dengan Konsep Kesehatan CBA (Cleansing, Balancing and Activating).

Ø      Penderitanya disarankan beristirahat cukup, berobat secara teratur, dianjurkan melakukan diet dengan gizi seimbang. Makanan berkarbohidrat tinggi, berprotein atau berlemak tinggi memang tidak dilarang secara khusus, tapi hendaknya dibatasi. Demikian juga garam.

Ø      Berkonsultasi kepada dokter untuk mendapatkan diagnosa yang tepat.  Kesehatan itu nikmat, modal, investasi dan amanah. Nikmat untuk disyukuri. Modal untuk beramal. Investasi untuk menjemput rizki dan karunia Illahi. Amanah untuk dijaga dan dipelihara. Dengan kesehatan, kita bisa menikmati hidup ini lebih hidup, dengan segala keberlimpahan-Nya.

Semoga bermanfaat.

*** Sumber : Hepatitis A Virus, CDC, www.cdc.gov/hepatitis/, Center for disease control and prevention, departemen of health and human services, 8 Januari 2005, 2) Manfaat Vaksinasi Hepatitis A, dr. Fajar Subroto, SpA; www.kompas.co.id, 3) http://cybermed.cbn.net.id/konsulhem.asp, 4),  Serangan virus hepatitis mirip gejala flu, Rahmayulis Saleh, cybermed.cbn.net.id, 13-02-06, 5) Gejala Hepatitis Hampir Tak Terlihat, http://www.suaramerdeka.com/, 090305, 6) Manual pemberantasan penyakit menular, http://www.ppmplp.depkes.go.id/.

Asam Urat Bisa Timbulkan Depresi !

Senin, Januari 7th, 2008

Menderita kelebihan asam urat dalam darah memang tersiksa. Banyak pantangan, aturan dan akibat bila pantangan ini dilanggar, atau lepas kendali. Dengan pijat pada bagian persendian dua kali sebulan pun belum tentu menolong. Bagi orang yang berusia 40 tahun ke atas, kelebihan asam urat menjadi problem cukup serius. Kelebihannya dalam darah akan menyebabkan pengkristalan pada persendian dan pembuluh kapiler darah, terutama yang dekat dengan persendian (menimbulkan rasa nyeri).

Arthritis Gout (Asam Urat)

Asam urat atau penyakit gout merupakan suatu penyakit akibat gangguan metabolisme sehingga terjadinya penimbunan kristal monosodium urat di dalam tubuh (persendian) sehingga menyebabkan nyeri sendi (artritis gout), hingga keluhan serius dan penyakit lainnya.

Asam urat adalah sisa metabolisme dari zat-zat purin dalam makanan yang kita konsumsi ataupun dari hasil perusakan sel-sel tubuh yang dapat terjadi secara normal ataupun karena penyakit tertentu. Zat-zat purin ini banyak terdapat dalam inti sel. Jadi dalam setiap bahan makanan yang merupakan bagian tubuh dari makhluk hidup, seperti daging, jerohan, dan berbagai jenis buah dan sayuran pasti terdapat purin. Secara normal tubuh mempunyai mekanisme tersendiri untuk membuang asam urat dari dalam tubuh, yaitu melalui feses (kotoran) dan urin (air seni).

Kadar rata-rata asam urat darah bervariasi tergantung pada usia dan jenis kelamin (pria selalu lebih tinggi dibandingkan wanita, dan pada umumnya meningkat setelah menopause). Kadar normal asam urat darah pada pria adalah 3,4 – 7 mg / dl sedangkan kadar normal pada wanita adalah : 2,4 – 5,7 mg / dl.

Orang yang sudah pernah menderita kelebihan asam urat, dengan pengobatan tertentu dapat dikontrol sehingga kadar asam urat dalam tubuhnya dapat kembali normal.

Gejala :

* Sendi (sendi di pangkal jempol kaki, jari-jari tangan, pergelangan tangan, siku, lutut, dan pergelangan kaki) yang terkena terlihat bengkak, (tampak) kemerahan, terasa panas, meradang dan luar biasa nyerinya, terutama terasa di malam hari atau pagi hari ketika baru bangun tidur. * Adanya benjolan / tonjolan yang menandai pengendapan kristal asam urat pada siku, tangan, kaki, lutut dan lain-lain.

Bahaya laten & dampak yang bisa ditimbulkannya :

  • Bisa menyebabkan radang sendi (artritis), kerusakan tulang dan sendi, benjolan-benjolan pada bagian-bagian tertentu dari tubuh atau di bawah kulit (tofi).
  • Ganggu dan batu pada saluran kemih, hingga kerusakan ginjal yang sulit untuk diperbaiki.
  • Kejadian ini biasanya dibarengi hipertensi, penyakit pembuluh darah, infeksi, atau penuaan.
  • Asam urat terbukti memicu hipertensi.
  • Penderita bisa mengalami tekanan jiwa (depresi) dan bahkan bunuh diri.

Penyebab :

  • Adanya gangguan metabolisme asam urat yang salah satunya disebabkan oleh meningkatnya pengkonsumsian bahan-bahan makanan yang mengandung banyak purin atau purin tinggi.
  • Menurunnya kemampuan tubuh untuk membuang asam urat melalui urin (tingginya kandungan asam urat dalam darah) dan kurangnya pengeluaran asam urat melalui ginjal.
  • Benturan dan penekanan pada sendi yang sudah pernah mengalami gout, kekurangan cairan tubuh, meminum alcohol, obat-obatan, stres, pasca operasi, makanan yang banyak mengandung asam urat, kurangnya asupan makanan dan cairan, infeksi dan penyakit-penyakit akut lainnya.

Asam Urat & Hipertensi

  • Pada pasien hipertensi ditemukan peninggian asam urat. Asam urat ternyata juga merangsang sistem renin angiotensin, sehingga memacu peninggian tekanan darah.
  • Peninggian asam urat ternyata tidak hanya menyebabkan radang sendi, penumpukan asam urat di ginjal dan batu ginjal, tetapi sekarang juga terkait dengan hipertensi.

Hindari makanan yang dianggap sangat banyak mengandung purin.

  • Jeroan (otak, paru, usus, jantung, dan lain-lain).
  • Daging, ikan laut tertentu seperti salmon dan sardin, kerang, remis, kepiting.
  • Santan, durian, emping melinjo, bayam, kacang-kacangan yang dikeringkan, tape.
  • Obat-obat diuretik (yang menyebabkan banyak buang air kecil).
  • Stres, kegemukan, dan minum minuman beralkohol.
  • Mengonsumsi obat yang salah atau yang tidak diperlukan, sama dengan meracuni tubuh.

Pencegahan :

  • Selalu mengontrol pengkonsumsian makanan, mengurangi makanan berpurin & yang cenderung mengganggu pembuangan asam urat dari dalam tubuh.
  • Memperbanyak minum air putih (mencegah saturasi atau penjenuhan asam urat di dalam darah). Banyak minum juga mendorong kita untuk sering buang air kecil, yang juga berarti membuang asam urat dari dalam tubuh.
  • Memperbanyak makanan bergaram yang sedikit lebih basa.
  • Pola hidup sehat, proporsional dan seimbang; rileksasi; cukup istirahat dan olah raga yang teratur.
  • Jaga keseimbangan emosi dan miliki manajemen stres dari pekerjaan (pengaturan prioritas waktu).
  • Mendekatkan diri dengan Sang Pencipta dengan introspeksi, kontemplasi dan doa.
  • Penyakit-penyakit yang menyertai perlu diobati seperti kegemukan, tekanan darah tinggi, diabetes mellitus, peningkatan lemak darah.
  • Konsumsi makanan / minuman kesehatan berkualitas yang tepat & teruji secara klinis & empiris.

Solusi :

  • Konsumsi makanan / minuman kesehatan yang berkualitas tinggi, teruji secara klinis dan empiris, diakuti para ahli medis dan sudah dipasarkan di sejumlah negara.
  • Gunakan metode penyembuhan yang efektif dengan Konsep Kesehatan CBA (Cleansing, Balancing and Activating).
  • Berkonsultasi kepada dokter untuk mendapatkan diagnosa yang tepat.

Kesehatan itu nikmat, modal, investasi dan amanah.Nikmat untuk disyukuri. Modal untuk beramal.Investasi untuk menjemput rizki dan karunia Illahi.Amanah untuk dijaga dan dipelihara.

Dengan kesehatan, kita bisa menikmati hidup ini lebih hidup,dengan segala keberlimpahan-Nya. Semoga bermanfaat.

·       Agung MSG adalah Head of Crisis Management Respond Team pada Divisi Risk Management PT Matahari Putra Prima, penulis buku “Be A Rich Man” (PH, 2004), Network Marketer dan Founder Partner of HAI Edumain – Warna Sebuah Pembelajaran. Mobile phone : 0813.204.55598, (0263) 285094, Email : agung_msg@yahoo.com, agung-msg@indonesia-aman.info

Sumber : 1) Mengusir Rematik & Asam Urat Tinggi dengan Makanan Sehat, Prof. H.M. Hembing Wijayakusuma Pakar Kesehatan, http://www.resto.co.id/, 2) Asam Urat Terbukti Memicu Hipertensi,  Asam Urat Terbukti Memicu Hipertensi, Dr. Nico A. Lumenta, K.Nefro (Konsultan Nefrologi & anggota Pernefri (Perhimpunan Nefrologi Indonesia), http://www.sinarharapan.co.id/, 3) Penanggulangan Penyakit Kelebihan Asam Urat, Dr Ernawati Sinaga MSApt, Selasa, 29 April 2003, http://www.republika.co.id/, 4) Radang Sendi Akibat Asam Urat, Zeily Nurachman – Guru Biokimia, Kimia ITB, http://www.kompas.com/, 5) Tempuyung untuk Menghadang Asam Urat, http://alatkesehatan.com/, 6) Asam Urat Terbukti Memicu Hipertensi, http://www.balipost.co.id/, 7) Kiat Mencegah Kekambuhan Penyakit Asam Urat, dr.Pirma Siburian Sp PD, dokter spesialis penyakit dalam yang mendalami penyakit lansia/Geriatri, http://www.waspada.co.id/, 23 Jan 06.

Keracunan lagi, keracunan lagi…

Rabu, Desember 12th, 2007

Masalah kecelakaan kerja, bisa jadi masalah internal, bisa pula menjadi masalah eksternal. Bila masalah berulang 2 atau 3 kali, atau lebih, atau mengakibatkan dampak serius maupun tuntutan hukum, maka masalah kecelakaan kerja akan jadi masalah eksternal.

Kasus keracunan pada sebuah pusat perbelanjaan di pusat Jakarta menarik kita kritisi. Kasus keracunan bermula, terjadi sesaat setelah listrik mati. Disaat lampu mati itu, udara di basement jadi terasa sumpek, AC mati dan udara berkurang. Tiba-tiba para karyawan jadi merasa pusing-pusing dan mual, dan saat berjalan berjatuhan. Mereka kedapatan pingsan di areal parkir yang berada di lantai bawah.

Diduga, mereka kekurangan oksigen akibat terlalu banyak menghirup karbon monoksida (CO) yang diperkirakan bersumber dari lokasi parkir gedung yang masuk ke gedung pusat perbelanjaan, setelah ventilasi tidak berfungsi baik karena tidak ada aliran listrik. Listrik di pusat perbelanjaan ini sempat padam beberapa kali. Akibatnya selain batuk-batuk, dan lemas, sebagian bisa jalan dengan tertatih. Beberapa korban mengaku langsung tak sadarkan diri. Tahu-tahu jautuh dan tidak ingat lagi. Dokter antara lain memberikan obat untuk lambung dan syaraf.

Gejala pusing, mual, lemah adalah gejala mirip keracunan. Biasanya keracunan CO. Zat CO itu tidak berbau, namun bila terkena parah bisa mengganggu jantung dan syaraf. Terhitung 19 karyawan dilarikan ke rumah sakit. Setelah mendapat perawatan, sebagian kecil karyawan masih harus mendapat perawatan khusus di ruang unit gawat darurat karena kondisinya masih lemah dan pusing.

Akhirnya, semua jadi repot. Biaya pengobatan ditanggung perusahaan. Dan ironisnya lagi, kasus ini berulang untuk yang ketiga kalinya. Police line dipasang sampai proses penyelidikan selesai dan kasus ini dapat dikatelaporkan kelalaian dalam menerapkan prinsip K3. Disisi lain, polisi akan memeriksa pemilik gedung, manajemen dan korban keracunan. Saksi-saksi diperiksa dan sample darah korban diambil. Kasus polsek dilimpahkan ke polres untuk ditangani lebih serius. Saksi ahli labfor dari kepolisian diturunkan.

Dengan tegas, Dinas Pengawasan dan Penataan Bangunan Propinsi memberikan tindakan peringatan kepada pengelola mal. Tindakan ini bisa diikuti dengan penyegelan tempat usaha dan parkirnya. Bila ada kesalahan disain gedung, tak menutup kemungkinan izin bangunan dibekukan untuk sementara.

Keracunan karbon monoksida dari genset sebenarnya bisa dihindari dengan sejumlah pendekatan dan pengamanan berlapis, antara lain :

Pertama, disain gedung haruslah benar dan sesuai peruntukkannya.

Kedua, adanya izin dari Disnaker dan Dinas Pengawasan dan Penataan Bangunan Propinsi.

Ketiga, penyimpanan genset seharusnya jauh dan terpisah dari gedung.

Keempat, Manager Maintenance secara konsistennya memastikan bahwa perawatan genset telah dilakukan sesuai prosedur standar keamanan dan keselamatan. Antara lain memaskan atau memeriksa genset secara periodik dari bahaya karat, bocor, over heat, dan lain sebagainya.

Kelima, ventilasi yang cukup dan tersedia alat instalasi pembuangan udara (exchaust) yang baik.

Bukankah kasus ini tak pantas berulang, dan sanksi pelanggaran K-3 harus ditegakkan ?

Sumber : Detik.com, Liputan6.com, Kompas.co.id & berbagai sumber.

Waspadai Chikungunya, Penyakit Lumpuh Persendian

Selasa, Nopember 27th, 2007

Ckikungunya atau penyakit lumpuh persendian, biasanya menyerang saat musim pancaroba. Virus yang dikenal sebagai Flu Tulang ini termasuk keluarga Togaviridae, Genus alphavirus, dan ditularkan oleh gigitan dari spesies Nyamuk Aedes Aegypti. Tidak mematikan, dan tidak menyebabkan kelumpuhan, tapi meresahkan karena menular sangat cepat.

Penyakit ini sering terjadi di daerah dengan kondisi lingkungan buruk, terutama di awal musim hujan. Antara lain senang di kebun bamboo yang rimbun dan gelap dan disekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah. Menurut situs Keamanan Laboratorium Kanada, antibodi yang timbul dari penyakit ini membuat penderita kebal terhadap serangan virus selanjutnya.

Sebaran :

Serangan demam Chikungunya, pernah terjadi di : Aceh, Bandung, Batang Hari, Bekasi, Bogor, Bolaang Mangondow (SulUt), Jakarta/DKI, Jambi, Jember, Kediri, Klaten, Mojokerto, Ngawi, Pekanbaru, Purwakarta, Purworejo, Sleman, Sukabumi, Sumedang, Tegal dan Yogyakarta.

Gejala : Gejala Demam Chikungunya mirip dengan Demam Berdarah Dengue yaitu tiba-tiba merasa demam tinggi (39 derajat C) selama lima hari, sehingga dikenal pula istilah demam lima hari.

  • Pada anak kecil dimulai dengan demam mendadak, kulit kemerahan. Ruam-ruam merah itu muncul setelah 3-5 hari. Mata biasanya merah disertai tanda-tanda seperti flu. Sering dijumpai anak kejang demam.
  • Pada anak yang lebih besar, demam biasanya diikuti rasa sakit pada otot dan sendi, serta terjadi pembesaran kelenjar getah bening. Pada orang dewasa, gejala nyeri sendi dan otot sangat dominan dan sampai menimbulkan kelumpuhan sementara karena rasa sakit bila berjalan. Kadang-kadang timbul rasa mual sampai muntah.
  • Pada umumnya demam pada anak hanya berlangsung selama tiga hari dengan tanpa atau sedikit sekali dijumpai perdarahan maupun syok. Menggigil, sakit kepala, mual, muntah, sakit perut, nyeri pada persendian lutut, pergelangan, jari kaki dan tangan serta tulang belakang dan otot disertai ruam (kumpulan bintik-bintik kemerahan) pada kulit di seluruh tubuh.
  • Terdapat juga sakit kepala, conjunctival injection dan sedikit fotofobia.
  • Bedanya dengan demam berdarah dengue, pada chikungunya tidak ada perdarahan hebat, renjatan ( Schok ) maupun kematian.
  • Pegal dan nyeri di persendian menyerang persendian tubuh, terutama terjadi pada Lutut Pergelangan Kaki Serta Persendian Tangan dan Kaki. Badan rasanya pegal-pegal.
  • Korban kesulitan menggerakkan kaki dan tangan. Bisa 4 hari korban tidak bisa berdiri.

Masa inkubasi :

  • Inkubasi : 2-4 hari.
  • Manifestasi penyakit berlangsung tiga sampai 10 hari.
  • Virus ini termasuk  Self Limiting Disease ? alias hilang dengan sendirinya. Namun rasa nyeri masih tertinggal dalam hitungan minggu sampai berbulan-bulan.

Penyebab :Penderita umumnya bertempat tinggal di daerah yang banyak sampah dan genangan air. Bisa juga penderita bertempat tinggal dekat sungai dimana banyak terdapat genangan air.

  • Perubahan udara
  • Akibat buruknya sanitasi lingkungan (saluran air yang mampet, dll.)
  • Pola hidup yang kurang sehat

Antisipasi :

  • Waspada
  • Bersihkan lingkungan : peduli kondisi air.
  • Mencegah gigitan nyamuk serta memberantas tempat perindukan nyamuk dengan melakukan gerakan 3 M ( Menutup, Menguras dan Mengubur barang bekas yang bisa menampung air ) atau menaburkan bubuk abate pada penampungan air sebagaimana mencegah Demam Berdarah.
  • Antisipasi penyebaran nyamuk penyebab chikungunya dengan pengasapan (fogging) lingkungan tempat tinggal untuk mematikan nyamuk dewasa.
  • Lakukan pembersihan lingkungan untuk mengurangi jentik nyamuk.
  • Kader juru pengamat jentik lebih proaktif dengan melaporkan perkembangan yang ada.

Pengobatan :

  • Pengobatan dilakukan bersifat simptimatis untuk menghilangkan demam dan sakit persendian.
  • Selain diberikan vaksin chikungunya, para pasien sebaiknya diberi bubuk abate untuk menghentikan penyebaran pengakit ini.
  • Penyakit ini biasanya dapat membatasi diri sendiri dan akan sembuh sendiri. Bisa sembuh dalam 2 minggu kedepan.
  • Perawatan berdasarkan gejala disarankan setelah mengetepikan penyakit-penyakit lain yang lebih berbahaya.
  • Dengan istirahat cukup, obat demam, kompres, serta antisipasi terhadap kejang demam, penyakit ini biasanya sembuh sendiri dalam tujuh hari.
  • Sangat dianjurkan makan makanan yang bergizi, cukup karbohidrat dan terutama protein serta minum sebanyak mungkin untuk menghilangkan gejala demam.
  • Perbanyak mengkonsumsi buah-buahan segar. Sebaiknya minum jus buah segar. Setelah lewat 5 hari, demam akan berangsur-angsur reda, rasa ngilu maupun nyeri pada persendian dan otot berkurang, dan penderitanya akan sembuh seperti semula.
  • Vitamin peningkat daya tahan tubuh juga bermanfaat untuk menghadapi penyakit ini. Juga makanan yang mengandung cukup banyak  protein dan karbohidrat dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Daya tahan tubuh yang bagus dan istirahat cukup bisa membuat rasa ngilu pada persendian cepat hilang.  

Sumber : Infeksi.com, Wikipedia Indonesia, Depkes RI, dan berbagai sumber.

Hamillah Sebelum Usia 30 Tahun

Selasa, Nopember 20th, 2007

Hamil muda adalah hamil sehat, yaitu berkisar antara 20 – 30 tahun. Diatas 30 tahun, kondisi tubuh mulai turun. Bila melewati usia 35 tahun, bisa menimbulkan cacat pada bayi.

Buktinya, banyak bayi di Eropa menderita cacat karena banyak perempuan disana yang mengejar pendidikan tinggi, karir dan alasan kesetaraan gender yang membuat perempuan disana menikah pada usia lebih dari 35 tahun.

Sumber : Kompas, 2007.