Halaman Utama


Banjir di Bekasi

Maret 30th, 2010

Banjir di Bekasi meliputi beberapa kecamatan.

1. Kecamatan Muara Gembong yang merendam 5.198 rumah, menenggelamkan 1.399 hektar, dan menggenangi 1.300 hektar sawah dengan ketinggian air 10 cm – 1,5 meter.

2. Kecamatan Cabang Bungin : 450 rumah

3. Kecamatan Kedungwaringin : 100 rumah

4. Kecamatan Pebayuran : 70 rumah

5. Kecamatan Cikarang Timur

6. Kecamatan Kedungwaringin

7. Kec. Pebayuran.

8. Kec. Cabangbungin

Sejumlah tambak di Kec. Muaragembong, seperti di Desa Pantai Bahagia, Desa Pantai Mekar, Desa Pantai Sederhana, Desa Sakti, dan Desa Pantai Bhakti  juga rusak terendam banjir.

Sumber : Koran Tempo 24/03/10, Kompas, 24&30/03/10

Banjir di Karawang

Maret 30th, 2010

Banjir di Karawang antara lain disebabkan oleh kondisi DAS Citarum yang gundul yang mending terjadinya erosi hebat dan sedimentasi di badan sungai. Menurut UU Tata Ruang, seharusnya 30% daerah tangkapan air hujan di huku dipertahankan. Namun, DAS di Jawa umumnya sudah di bawah 19%.

Banjir sungai Citarum ini merendam 10 kecamatan dengan 30.652 rumah terkena bajir, meliputi 29.387 kepala keluarga dan 105.703 jiwa.

Kecamatan yang terendam air banjir sedalam 0,5 s/d 3 meter, telah merendam 9.561 rumah di 27 desa/kelurahan, al di :

1. Kec. Karawang Barat : 9 ha sawah. Tergenang jalan antar kecamatan dan antar desa/kelurahan, seperti Jl. Raya Ranggagede, Jalan Raya Tanjung Mekar, dan Rawagempol

2. Kec. Karawang Timur

3. Kec. Teluk Cambe Timur : 180 ha sawah. Tergenang jalan antar kecamatan dan antar desa/kelurahan, seperti : Jl. Kertabumi, Perum Keraba Indah, Galuh Mas, Sukaharja, Bintang Alam.

4. Kec. Teluk Jambe Barat : 130 ha sawah

5. Kec. Ciampel : 67 ha sawah

6. Kec. Batujaya : 32 ha sawah

7. Kec. Pakisjaya : 342 ha sawah

8. Kec. Rengasdengklok

9. Kec. Klari : 5 ha sawah

10. Kec. Jayakerta

Akses menuju dan dari Pintu Tol Karawang Barat juga macet terpicu banjir sepanjang 2 – 3 km.

(Kompas, 24,25 & 30/03/10)

Banjir di Bandung

Maret 30th, 2010

Banjir di Bandung Selatan disebabkan oleh dua faktor, yaitu akibat cuaca ekstrem (curah hujan di atas rata-rata selama beberapa hari) dan adanya perubahan areal tangkapan hujan di kawasan hulu. Menurut UU Tata Ruang, seharusnya 30% daerah tangkapan air hujan di huku dipertahankan. Namun, DAS di Jawa umumnya sudah di bawah 19%.

Kecamatan Baleendah dan Dayeuhkolot terendam banjir memutus jalur Mohammad Toha – Dayeuhkolot sepanjang 2 km setinggi 20 cm. Arus lalu lintas ke sentra tekstil dialihkan melalui jalur Buahbatu – Bojongsoang. Akibatnya kemacetan terjadi  hampir 5 km dari Pintu Tol Buahbatu.

3000 warga di Kecamatan Baleendah diungsikan ke 6 titik. Potensi kerugian perekonomian di kabupaten Bandung mencakup kecamatan Baleendah, Dayeuhkolot, Banjaran, Bojongsoang, dan Majalaya. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat jadi sibuk ruar biasa.

Sentra industri kabupaten Bandung yang terkena dampak banjir : industri besar 84,94%, industri sedang 81,48%, dan mencakup 87,88% tenaga kerja. Karyawan di industri tekstil dan pabrik tekstik (TPT) terancam PHK, karena 33 pabrik (18 di antaranya di Dayeuhkolot) lumpuh total.

Pengeluaran harian buruh pabrik pun jadi melonjak dua hingga tiga kali lipat. Mulai dari membeli tambahan BBM karena jalan memutar, untuk naik perahu, membeli baju kerja baru, hingga harga makan di warung yang ikut-ikutan jadi mahal karena alasan banjir.

Bandungku, kapan cerita banjir ini akan berakhir ?

Sumber : Kompas, 25 & 30/03/10

7 Ciri Cikal Bakal Kesurupan Massal

Maret 24th, 2010

Ternyata, ada sejumlah ciri “aura negatif” pada orang-orang yang mudah terkena serangan “kesurupan massal”. Ciri-ciri ini saya dapati dari setiap kejadian, dari setiap kunjungan pasca kejadian kesurupan massal terjadi, dan juga dari informasi yang cukup dapat dipercaya dari orang yang menangani langsung kasus kejadian kesurupan massal. Entah itu di industri ritel, industri konveksi/tekstil, maupun di lingkungan sekolah.

Beberapa ciri — yang bisa jadi ini adalah cikal bakal — yang saya catat dari sejumlah orang yang terkena kersurupan massal, antara lain adalah :

  1. Belum makan pagi, atau tidak biasa makan pagi.
  2. Badan kurang fit (nggak enak badan) dan badan pusing.
  3. Memiliki masalah pekerjaan cukup berat, seperti masalah di kasir dimana uang modal penjualan selisih minus 1,5 juta rupiah.
  4. Pernah mengalamami kejadian kesurupan sebelumnya.
  5. Ada perasaan takut yang berlebihan saat mengetahui ada karyawan yang sedang kesurupan.
  6. Ada masalah keluarga yang cukup membenani pikiran (ayah kecelakaan, anak sakit, utang keluarga yang berkepanjangan).
  7. Karakter yang pesimistis, lemah dan skeptis.

Mengenai usia, ternyata juga tak ada batasan khusus orang-orang yang rawan terkena kesurupan massal. Subyek yang menjadi “korban” bisa tergolong remaja, bisa pula kaum dewasa. Bisa laki-laki, bisa pula perempuan, meski pada umumnya yang terkena kesurupan massal adalah perempuan.

Salah satu kiat terbaik untuk mengantisipasi kesurupan massal adalah dengan menciptakan lingkungan dan budaya kerja yang positif, produktif dan menyenangkan. Pada saat karyawan beremosi positif, hatinya senang, dan ia pun bekerja giat penuh semangat, hampir dapat dipastikan tidak akan pernah terjadi kasus kejadian kesurupan massal.

Dengan kata lain, hal ini pun berlaku sebaliknya. Pada saat karyawan bekerja dalam emosi yang kurang stabil, hanya memenuhi rutinitas harian dan monoton, kurang mendapat tantangan dan ditambah lagi secara fisik pas-pasan, maka kesurupan massal bisa datang tanpa diundang!

Nah, dengan mengetahui cikal bakal kesurupan massal seperti ini, kita jadi mengetahui apa saja yang harus kita lakukan.

Siapa Yang Harus Mengawasi FB Unit Kerja?

Maret 17th, 2010

Penggunaan facebook oleh sejumlah outlet-outlet pada perusahaan jaringan nasional kini terus mengemuka. Antara satu outlet dengan outlet lain menulis  statusnya dan formatnya, suka-suka. Tak ada standarisasi, juga tak ada pembekalan bagaimana seharusnya menulis.

Ketiadaan kontrol atau kontrol yang rendah terhadap apa yang ditulis atau diunggah dengan menamakan diri sebagai grup perusahaan, tipe bisnis tertentu perusahaan, cabang salah satu perusahaan, atau ikatan karyawan yang mengatasnamakan perusahaan, sudah seharusnya mulai ditata dan diatur keberadaanya.

Selain penulis dan penanggungjawab pengelola (atau pendiri) akun haus mawas diri, juga perlu disadari bahwa apa yang ditulis bisa berkonsekuensi pada tuntutan hukum. Etika menulis di internet, sebenarnya adalah juga berlaku pada etika umum pada kehidupan nyata di ‘darat’.

Menjaga nama baik seseorang, tidak bergunjing, tidak menyakiti atau memfitnah, atau menuduh seseorang, sekelompok orang atau pihak lain tanpa bukti, terntu saja juga berlaku di dunia maya. Ini juga berarti kita tak boleh sembarangan untuk menyalahkan, mengomeli, mengkritik, mencaci-maki, menghujat, menyebarkan informasi palsu (bohong), iklan atau promosi yang menjebak atau menjerat, hingga menuding atau mendakwa tanpa konfirmasi dari yang dituding.

Intinya, semua hal yang berbau negatif atau tulisan sampah, termasuk didalamnya mengunggah materi yang “mengesankan ketelanjangan” atau nyerempet-nyerempet pornografi dan materi illegal (seperti mengambil gambar ilustrasi di facebook tanpa mencantumkan sumber aslinya), jangan sampai masuk, ditulis dan diunggah di facebook outlet perusahaan.

Etika menulis, sopan santun dan pagar-pagar hukum, sudah saatnya disadari dan diketahui oleh para penanggungjawab akun dan pendiri grup jejaring sosial Facebook.

HR Supervisor, Asisten Kepala Cabang, Branch Manager dan HR Regional,  turut bertanggungjawab untuk mengawasi hangar-bingar ungkapan rasa dan konten apa yang disampaikan di jejaring social yang mengatasnamakan perusahaan.

Perlu disampaikan kepada seluruh karyawan, bahwa selama ada akun jejaring social yang mengatasnamakan perusahaan atau kantor cabang perusahaan, maka pembuatan akunnya harus terlebih dahulu memberitahukan keberadaannya kepada Kepala Kantor Cabang.

Memang kebijakan pengaturan ini ada di kantor pusat, yang dikeluarkan oleh HRD (HR Industrial dan HR Employee Relation) beserta Risk Management, IT dan Store Operation,  namun dalam tataran pengawasan di lapangan HR Supervisor, Asisten Kepala Cabang, Branch Manager dan HR Regional haruslah aktif mengontrol secara periodik.

Sehingga antusiasme dan energi untuk “menyatakan pendapat di depan umum”, baik untuk keperluan sebatas silaturahmi maupun untuk kepentingan yang lebih luas seperti marketing dan promosi, dapat dikontrol secara mandiri.

Ekstra Hati-Hatilah Mengimpor Produk Murah

Maret 12th, 2010

Produk-produk impor berharga murah, hingga bisa lebih murah s/d 40% dari harga ”normal” pasar, kini mulai semakin membanjir di pasaran. Kita sendiri tetap perlu proaktif mensikapinya, antara lain karena produk impor murah disinyalir berpotensi membahayakan kesehatan.

Meski beberapa produk asal Cina diduga bermasalah, kita pun perlu belajar banyak : “carilah ilmu sampai ke negeri Cina” bagaimana Cina bisa menjual produknya dengan harga murah.

Koran Tempo (31/01/10) menjelaskan rahasia murah barang Cina dikarenakan 7 hal : peran UKM dimaksimalkan, infrasttruktur mendukung, insentif ekspor dengan bunga kredit rendah 3-6% dan subsidi pemotongan pajak 9-17% , produktivitas buruh tinggu, volume produksi besar sehingga ongkos produks dapat ditekan, regenerasi mesin tua dengan teknologi modern, dan dukungan industri komponen yang diproduksi di dalam negeri sehingga biaya komponen bisa murah.

Kembali pada masalah produk impor murah, hingga kini sejumlah pihak masih mengawasi guyuran produk-produk impor murah, antara lain :

  1. Direktur Pengawasan Barang Beredar dan Jasa Dirjen Kementrian Perdagangan
  2. Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia
  3. Asosiasi Pertekstilan Indonesia, dan
  4. Asosiasi Pemasok Garmen dan Aksesori Indonesia
  5. Asosiasi Penggiat Mainan Edukatif dan Tradisional Indonesia
  6. Komisi Tetap Usaha Kecil & Menengah KADIN

Meski Standard Nasional Indonesia (SNI) belum sepenuhnya memproteksi semua jenis barang impor, seperti SNI kain lapis karpet dan SNI untuk mainan anak, namun kita tetap perlu dan berkewajibab untuk memproteksi bahaya kandungan materian yang mungkin ada di produk impor murah itu.

Beberapa contoh produk impor murah yang bermasalah dan diragukan mutunya, terbukti dari hasil uji labolatorium berpotensi berbahaya bagi kesehatan. Antara lain :

#1. Produk mainan anak seperti mainan jenis mobil dan bola yang catnya mengandung zat kimia berbahaya merkuri dan timbal (timah hitam) yang lebih tinggi dari standar yang telah ditetapkan, dan mengandung yang bila masuk ke mulut anak-anak, bisa membahayakan kesehatan anak-anak antara lain merusak sistem dan keracunan akut pada otak, saraf, serta pembuluh darah, menurunkan tingkat kecerdasan, dan kesehatan. Badan Standarisasi Mainan Dunia merekomendasikan batas kandungan logam berat timbel 90 miligram per kilogram, namun kandungan timbel rata-rata produk mainan impor murah 300-400 miligram per kilohram berat, atau setara 4 kali lipat dari standar yang telah disepakati !

#2. Produk karpet murah dengan kualitas buruk dimana komposisi zat kimia yang digunakan dalam proses pembuatannya tidaklah jelas.

#3. Produk kosmetik, yang mengandung zat-zat berbahaya seperti merkuri, hidrokinon, asam retinoat, serta rhodamine B (zat perwarna sintetis untuk kertas dan tekstil).

#4. Perhiasan untuk anak-anak yang mengandung kadmium (unsur kimia logam berat untuk menggantikan bahan yang lebih mahal) sampai 91%.

#5. Pasta gigi yang mengandung bahan kimia berbahaya diethelene glycol (DEG) yang bisa menyebabkan depresi sistem saraf pusat, keracunamn hati pada hati, serta gagal ginjal.

#6. Peralatan makanan berbahan plastik yang banyak mengandung formalin. Produk Cina yang diduga bermasalah antara lain bermerek : Sayota Melamine Ware, Melamine ADS Ware, Zak Desing China, IM 508, Huafeng, J.K, Huamei, dan beberapa produk tanpa merek namun hanya tertulis ”made in China”.

#7. Aneka produk dari Cina yang mengandung melamin. Diantaranya yogurt merek Jinwei Yoguoo, susus full cream merek Guozhen, Indo Eskrim Meiji Gold Monas, wafer stik Oreo, permen cokelat susu M & Ms, biscuit lapis cokelat Snikers. Melamin sengaja dioplos dengan susu untuk meningkatkan kadar protein.

#8. Sejumlah produk sandal & jamu impor pun disinyalir tidak memenuhi standar mutu dan kesehatan.

Masalahnya sekarang, bila barang-barang itu masih ada di stock (atau stockroom) kita, maka kita harus segera menarik produk itu dari stock / pasar, sebelum reputasi dan kredibilitas kita di mata stake holder dan masyarakat dipertaruhkan !

Sumber : Koran Tempo, 310110, 270210 & 010310.

Agar Kasus Alarm Tag Tak Berulang…

Februari 17th, 2010

Kejadian “alat pemantau stock” yang menyebabkan alarm berbunyi kemudian petugas Security salah menanganinya sehingga muncul keluhan di surat pembaca, selalu saja terjadi.

Saat hal ini terjadi, hampir dapat dipastikan fokus perhatian manajemen kantor cabang (store manager) selalu berfokus pada : apa yang salah dan siapa yang salah. Kemudian manajemen toko sibuk menghubungi customer yang complain, meminta maaf dan menjelaskan bahwa ada kesalahan penanganan prosedur di tingkat pelaksana.

Manajemen toko, Departemen Customer Service, dan Dept. Security terlihat jadi sibuk. Tim pencari fakta diturunkan, dan dilaporkan masalah itu ke bagian Public Relation untuk disampaikan kembali ke media massa bahwa permasalahan itu sudah diselesaikan dengan baik oleh kedua belah pihak.

Namun, bagi Divisi Risk Management tentu saja masalah itu tidak sampai disini saja. Perlu ada analisis kebijakan atas semua proses transaksi barang mulai dari standar cara penempatan tag sensormatik, proses di kasir, hingga penanganan oleh petugas Security bila masalah ini timbul di lapangan.

Setidaknya, perlu review yang menyeluruh atas proses transaksi ini pada 6 hal utama :

#1. Standar penempatan tag, pada berbagai barang. Baik dari aspek harga, jenis barang dan barang mana yang harus full tag karena rawan dicuri.

#2. Kasir. Pastikan pada tahapan ini, setiap kasir sudah mengetahui dan telah mendapatkan :

a. Standar pelayanan kasir

b. SOP pelepasan tag dan pemeriksaan kembali sesaat sebelum diberikan ke kasir.

c. Role play dengan praktek langsung di classroom dan setiap 3 bulan di area saat pagi hari (sebelum buka toko).

d. Insentif kasir

e. Sanksi atas pelanggaran selisih uang, pencurian uang dan poin belanja, serta penyimpangan serta tindak kejahatan lainnya.

f. Morning gathering minimal setiap ada acara baru, kebijakan baru dan setiap ada kasus yang terjadi di toko lain atau di perusahaan lain sebagai bahan pembelajaran

#3. Security

a. Standar pelayanan petugas security

b. SOP penanganan tag / alat pemantau stock yang berbunyi di gate.

c. Role play dengan praktek langsung di classroom dan setiap 3 bulan di area saat pagi hari (sebelum buka toko) bagaimana cara menangani tag yang berbunyi di gate.

d. Insentif security untuk penangkapan pencuri dan pencapaian target angka kehilangan.

e. Sanksi atas pelanggaran disiplin, pelanggaran peraturan perusahaan dan sanksi bila salah menangani keluhan customer. Petugas security yang melakukan tindakan diluar batas kewajaran, bisa dikembalikan ke perusahaan outsourching-nya atau di-PHK, dan komandan security di lapangan bisa kita minta ganti dengan komandan secururty yang baru.

f. Morning gathering minimal setiap ada isu, kebijakan baru dan setiap ada kasus yang terjadi di toko lain atau di perusahaan lain sebagai bahan pembelajaran

#4. Standar Customer Service pada penanganan tag yang berbunyi di gate. Standar ini harus di-review ulang baik oleh Store Manager maupun oleh Dept. Customer Service guna memastikan bahwa standar ini cukup baik, lengkap dan efektif. Dengan kata lain, kita perlu bertanya : kapan terakhir standar ini di-review, apakah sudah cukup baik, lengkap dan efektif ?

#5. Standar tindak lanjut saat customer menulis di surat pembaca. Pastikan standar ini dapat ditindaklanjuti kurang dari 72 jam, baik yang dikeluhkan di surat pembaca pada media cetak, maupun pada media elektronik. SOP yang lengkap dengan form isian atas fakta kejadian yang sebenarnya, kiranya dapat segera dikirimkan ke kantor pusat melalui system paperless report.

#6. Standar pelaporan ke Divisi Public Relation untuk bahan Hak Jawab dan Klarifikasi di media massa (cetak dan elektronik) yang ditujukan untuk menjaga reputasi dan kredibilitas perusahaan.

Sistem yang baik, tentu saja adalah sistem informasi yang terintegrasi. Jadi, sesaat report dari toko melalui system paperless report masuk ke Divisi Customer Service, maka Divisi Customer Service dapat segera mengirimkan catatan tambahan bila dinilai perlu untuk kemudian dikirimkan real time ke Divisi Public Relation.

Sesaat setelah toko melaporkan ke Div. Customer Service, memang Div. Public Relation dapat langsung mengetahui dan mengakse kejadian itu, namun alangkah bagusnya bila report yang ada di paperless report ini di-forward ke Div, Public Relation dengan beberapa catatan tambahan.

Hal-hal teknis dan pengembangan lebih lanjut dapat kita lakukan kedepan. Namun intinya, pekerjaan Risk Management bukanlah hanya sekedar mengatasi masalah yang ada di depan mata, namun jauh dari itu, harus mampu menganalisa kebijakan mulai kebijakan dan standar di hulu hingga kebijakan dan standar di hilir.

Dan lakukan review secara periodik semua proses itu, setidaknya setahun sekali.

So, ada masukan dari para Pembaca Iman?

PAR, LPO & CIS dalam Asuransi

Februari 2nd, 2010

Sebelum kita meng-asuransikan outlet / kantor cabang kita, beberapa hal dibawah ini penting kita perhatikan :

1. Sebelum mengambil PAR (property all risk), pilih saja secara sederhana apakah termasuk area Earthquake atau tidak. Biasanya pihak asuransi memiliki Earthquake Insurance Zone for Indonesia. Bila kita tidak memiliki, cukup cari saja di peta zona geologi gempa bumi dari BMKG, PIRBA (Pusat Informasi Riset Bencana Alam), atau BNPB.

2. Untuk LPO yang biasanya meng-covere : riot, strike, malicious damage sebaiknya diambil. Terkecuali lokasi outlet / kantor cabang tersebut benar-benar aman, gedungnya baru dan berada pada “ring satu” barometer keamanan ibu kota propinsi.

3. Aspek Fire sebaiknya wajib diikutsetakan, terutama bila gedungnya berada diatas usia 15 tahun dan track record untuk aspek safety-nya kurang bagus.

4. Tak perlu mengambil Business Interuption bila outlet / kantor cabang kita berada di radius kurang dari 3 km dari tempat-tempat yang relatif pengamanannya kuat dan ketat, seperti dekat Kodam, Polda atau istana negara.

5. Masukkan Cash In Transit dalam perhitungan asuransi.

6. Masukkan nilai Renovasi bila ada.

7. Hitung nilai Stock Barang/Merchandise, Fixed Asset (equipment, instalasi, vehicle) dan nilai Renovation-nya (catatan terakhir nilai renovasi). Masing-masing angka yang dikeluarkan terinci nilai Cost-nya, akumulasi penyusutannya (ACCM) dan nilai NBV-nya.

8. Ikuti dan pantau terus setidaknya peta keamanan internal (building management) dan eksternal (sosial dan politik), guna mempertimbangkan kembali pada saat jenis-jenis premi asuransi akan kita ambil di kemudian hari.

9. Lakukan pekerjaan rumah dengan cara me-reevakuasi fixed asset yang sudah rusak atau diatas kertas sudah nol, termasuk memeriksa apakah ada mutasi fixed asset yang lupa atau tidak tercatat namun dalam pembukuan masih ada (tercatat), serta batasan kepemilikan kita sebagai tenant dengan gedung/developer. Evaluasi ini bisa dilakukan oleh Kepala Kantor Cabang (Store Manager/Branch Manager) setidaknya maksimal dua tahun sekali, untuk mendapatkan nilai fixed asset yang sesungguhnya, demi mendapatkan nilai premi yang bagus untuk kita. Sebagai contoh, saat kita membeli TV besar layar datar 3 tahun lalu, bisa jadi harganya sekarang sudah menjadi 1/4-nya. Jadi jelas akan merugikan kita, bila kita tidak secara periodik me-reevaluasi nilai fixed asset yang sesungguhnya.

10. Bila dinilai perlu, ikut sertakan konsultan asuransi yang berpengalaman sebagai Loss Adjuster dan juga berpengalaman setidaknya 10 tahun dalam proses claim asuransi. Pengalamannya seringkali sangat bermanfaat agar kita bisa mendapatkan nilai premi yang bagus, sekaligus juga untuk membantu kemudahan dikemudian hari bila insiden dan proses claim terjadi.

Pasca Aksi 100 Hari Pemerintahan SBY-Boediono

Februari 1st, 2010

Aksi 100 Hari Pemerintahan SBY-Boediono memang sudah berakhir. Namun bagi Risk Control Manager, pasca aksi ini menyisakan sejumlah pekerjaan-rumah, antara lain :

* Sejauh mana aksi ini mempengaruhi atau mengkoreksi perolehan sales

* Bagaimana peta keamanan wilayahnya, sehubungan pemetaan aspek keamanan untuk kepentingan Business Interuption bagi perhitungan premi asuransi, apakah perlu direvisi ?

* Apakah ada aspek-aspek teknis SOP/BCP Antisipasi Kerusuhan yang perlu diperbaiki?

* Sejauh mana prediksi awal yang sudah disampaikan ke seluruh kantor cabang / Branch Manager sudah presisif berkait dengan antisipasi kerusuhan?

Prediksi sosiolog Musni Umar di Jakarta (Kompas.com – 26/1/2010), menarik untuk disimak. Katanya, demo baru akan menggoyahkan pemerintah, kalau :

  1. Diikuti ratusan ribu massa hingga jutaan orang tumpah ruang ke jalan yang didukung pemberitaan media yang massif
  2. Ada isu sentral yang menjadi isu bersama, yang bisa menghipnotis publik untuk turun berdemonstrasi, seperti isu Tritura dalam gerakan angkatan 66 dan isu KKN tahun 1998.
  3. Ada faktor dukungan internasional yang tampak untuk melawan pemerintahan

Dan alhamdulillah, meski demonstrasi merebak, rupiah tidak goyah (tidak berdampak negatif terhadap pergerakan indeks saham dan nilai tukar rupiah).

Pernyataan sikap unjuk rasa, meski juga diwarnai dengan berbagai tuntutan masalah lain, namun isu sentralnya masih berkutat pada :

  • Memberantas korupsi
  • Menyelesaikan krisis kebangsaan
  • Menyejahterakan rakyat

Sementara tuntutan massa dalam unjuk rasa 28 Januari 2010 kemarin, tetap mengusung 3 tuntutan “pokok”  :

  • Pansus Bank Century mengusut tuntas tanpa pandang bulu skandal Bank Century
  • Presiden segera menonaktifkan Boediono dan Sri Mulyani Indrawati dari jabatannya.
  • Presiden Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono mundur dari jabatan.

Beberapa catatan unjuk rasa yang terliput oleh IMan, dari sumber Detik.com, Kompas.com, KoranTempo, Elshinta dan sejumlah sumber lainnya, mendapatkan bahwa sebagaian besar demonstrasi di sejumlah wilayah relatif aman.

  • Ambon : Damai.
  • Balikpapan : 150 mahasiswa. Damai.
  • Bandar lampung : 200 mahasiswa. Ricuh.
  • Bandung : 1000 orang. Rusuh. 3 orang ditahan. Buruh Disweeping untuk Ikut Demo http://www.elshinta.com/.
  • Banjarmasin : Damai.
  • Banten : 200 mahasiswa. Ricuh, 3 orang ditahan. Mahasiswa memblokade Jalan Raya Serang-Jakarta menjelang kedatangan presiden.
  • Batam: Damai.
  • Bengkulu : 150 orang. Dua mahasiswa ditahan
  • Bogor : Kawasan kota Bogor dijaga ketat Polisi
  • Cirebon : Damai.
  • Denpasar : Damai.

  • Jakarta : Polisi disiagakan di berbagai titik demonstrasi yakni depan Istana, Gedung DPR/MPR, kantor Wapres, kantor Depkeu, Gedung BI, Bundara HI, KPK. Tempat-tempat itu dijaga ketat. 3 ruas jalan dialihkan. Kodam Jaya siap back-up polisi. Unjuk rasa damai. Polisi Larang Kerbau Ikut Demo di Bundaran HI
  • Jambi : 300 mahasiswa damai
  • Jember : Damai.
  • Karawang : Damai
  • Kendari : Damai
  • Malang : Damai.
  • MAKASSAR : 3000 orang. Ricuh (keributan paling parah). Pos keamanan milik PTPN XIV dirusak, truk tangki disandera dan memaksa masuk ke kantor Bank Mutiara di Jl. Sulawesi.
  • Medan : 2000 orang, tanpa kericuhan
  • Pontianak : Damai.
  • Pekanbaru : Ricuh.
  • Purwokerto : Damai.
  • Samarinda : 150 mahasiswa. Damai.
  • Semarang : Damai. Bawa Sapu, Pendemo Tuntut SBY Bersihkan Pemerintahan
  • Solo : 300 mahasiswa. Damai.
  • Surabaya : Gedung Grahadi dijaga ketat. 1000 orang. Damai. Gubernur Jatim sempat diteriaki “musuh rakyat” oleh demonstran.
  • Yogyakarta : 300 mahasiswa. Damai.

Kota Lainnya :

  • Aceh : 100 orang, damai.
  • Baubau – Sultra : Damai.
  • Ende – NTT : Damai.
  • Kupang : 200 orang, ricuh. Seorang pegawai DPRD terluka.
  • Mataram – NTB : Damai.
  • Palu : 500 orang. Ricuh. Satu pengunjuk rasa ditangkap.
  • Palangkaraya – Kalteng : Damai.
  • Serang : 200 mahasiswa menolak kedatangan SBY.
  • Sumenep : Damai.

eQuake Alert : Add-Ons for Firefox

Januari 20th, 2010

Hari ini seorang teman dari Pondok Gede mengirim email menarik buat saya.

“Pak…  mungkin ini bisa membantu pekerjaan Risk Management khususnya bagian Crisis Management dalam memonitor kejadian khususnya gempa yang terjadi di seluruh wilayah indonesia bahkan di seluruh dunia malah, Informasinya paling akurat dan selalu terupdate dan realtime. Namanya eQuake : fitur baru addon di browser mozilla firefox,

Jadi sembari membuka situs-situs website dengan firefox, kita juga sekaligus memonitor kejadian gempa di seluruh dunia. Ketika terjadi gempa di suatu daerah, maka browser firefox akan menampilkan animasi getar dan informasi mengenai lokasi gempa. Skala gempanya muncul di pojok kanan bawah dari browser firefox tersebut.

Aplikasinya dapat di download di link dibawah ini:

http://www.19fdesign.com/2009/gempa-terkini-via-mozila-firefox.html

Semoga membantu.

Salam.

Mr. S

Beberapa temen dalam satu tim langsung mencoba aplikasi ini (https://addons.mozilla.org/en-US/firefox/addon/2239). Uniknya, set up waktu, status bar-nya dan informasi kekuatan magnitude berapa yang kita inginkan, dapat di-set-up di aplikasi ini.

Meski sekarang ini kami sudah melengkapi pemantauan gangguan operasional dengan 416 website, namun informasi ini bisa sangat membantu untuk mendeteksi lebih cepat saat gempa terjadi.

Saat tulisan ini dibuat, muncul informasi bahwa ada gempa cukup besar di Argentina pada statusbar massage saya : “M 5,2, Santiago del Estero, Argentina”.

Alhamdulillah, semua tim Crisis Management sudah memasang aplikasi ini.

Bila ada info lain dari IManers lain yang sekiranya bermanfaat, silakan di-share disini.